Rabu, 29 Mei 2019 11:51 WIB

Begini Kebencian Pendiri WhatsApp pada Iklan

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 WhatsApp Tak Jua Menghasilkan Untung
Halaman 2 dari 2
Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash

Tak sedikit uang yang digelontorkan Facebook pada tahun 2014 untuk mencaplok WhatsApp, yaitu USD 19 miliar. Sebagai perusahaan besar dan sudah melantai di bursa saham, tentu Facebook takkan membiarkan WhatsApp yang jumlah usernya miliaran itu tidak menghasilkan laba.

Keinginan itu memang bertolak belakang pada janji Mark Zuckerberg saat membeli WhatsApp. Pernyataan Jan Koum usai akuisisi Facebook dulu, menyiratkan bahwa WhatsApp tidak akan diutak atik.

"WhatsApp akan tetap otonom dan beroperasi secara independen. Kerja sama di antara kedua perusahaan kami takkan terjalin andaikata kami harus mengompromikan prinsip dasar yang mendefinisikan perusahaan, visi, dan produk kami," ucap Koum saat itu.

Tapi baik Brian Acton dan Jan Koum saat ini sudah lepas dari WhatsApp. Maka Facebook pun sudah leluasa untuk menjalankan rencananya, terutama soal masuknya iklan. Sejak tahun lalu, pihak Facebook sudah membeberkan niatnya itu.

"Kami akan menayangkan iklan di Status. Ini akan menjadi model utama monetisasi untuk perusahaan dan juga kesempatan bagi para pebisnis untuk menjangkau orang-orang melalui WhatsApp," kata Vice President WhatsApp, Chris Daniels.

Dan akhirnya, iklan di Status dipastikan akan menyambangi WhatsApp mulai tahun depan. Kekecewaan Acton dan Koum pun mungkin makin besar. Acton bahkan sudah menyatakan identitas WhatsApp sudah hilang.

Selain masalah iklan, hal itu terkait rencana Facebook lainnya untuk mengintegrasikan Messenger, Instagram dan WhatsApp sehingga bisa saling berkirim pesan. Bisa dikatakan, WhatsApp masa kini sudah berbeda dari di masa silam.

"Kupikir identitas WhatsaApp memang sudah hilang dan itu dikarenakan para pendirinya sudah pergi," sebut Acton belum lama ini.

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed