Rusia Denda Google Rp 1,4 Triliun Karena Konten Terlarang

Rusia Denda Google Rp 1,4 Triliun Karena Konten Terlarang

Josina - detikInet
Selasa, 28 Des 2021 12:48 WIB
Sydney, Australia - October 28, 2011: Female hand holding an ipad showing Google. She is touching the screen. There is coffee on the dining table in the background.  This image shows the ipad being used in a casual environment.
Foto: Getty Images/courtneyk
Jakarta -

Pengadilan Rusia menjatuhi hukuman kepada Google berupa denda sebesar USD 98 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun karena telah berulang kali gagal untuk menghapus konten yang dilarang di Rusia.

Sepanjang tahun 2021 Rusia telah banyak memberikan denda kepada perusahaan-perusahaan teknologi karena tidak mengikuti aturan konten internet upaya sebagai memperketat konten yang ditayangkan.

Namun ini pertama kalinya pengadilan perusahaan menjatuhkan denda berdasarkan pendapatan tahunan perusahaan di Rusia sebagaimana dilansir detiKINET dari Engadget, Selasa (28/12/2021).

Tak hanya Google, pengadilan Rusia juga mendenda anak perusahaan Meta yakni Instagram senilai USD 27,15 juta atau sekitar RP 391 miliar karena kasus yang serupa.

Menurut laporan dari Reuters Meta dituding telah gagal untuk menghapus sekitar 200 konten terlarang sementara Google sebanyak 2.600 konten.

Angka tersebut termasuk postingan yang mempromosikan penggunaan narkoba dan juga tutorial seperti membuat senjata dan bahan peledak improvisasi, serta apapun tentang apa dan siapa yang ditunjuk sebagai ekstremis atau teroris ataupun penyebaran propaganda gay.

Google telah mengumumkan akan meninjau dokumen tuntutan dari pengadilan Rusia sebelum memutuskan bagaimana untuk melanjutkan. Google memiliki waktu 10 hari untuk mengajukan banding.

Putusan itu adalah upaya Moskow untuk menggunakan tingkat kontrol yang lebih besar, tidak hanya atas jaringan nasionalnya tetapi juga internet secara keseluruhan.

Rusia juga membuat konfrontasi yang lebih besar terjadi pada 1 Januari lalu, ketika pihak berwenang di sana menuntut perusahaan teknologi menyiapkan server lokal untuk layanan online mereka.



Simak Video "Anak Google di Rusia Terancam Bangkrut"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)