Refarming Frekuensi 2,3 GHz Beres, Internet Telkomsel-Smartfren Makin Ngebut

Refarming Frekuensi 2,3 GHz Beres, Internet Telkomsel-Smartfren Makin Ngebut

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 29 Sep 2021 18:15 WIB
Refarming pita frekuensi 2,3 GHz
Refarming Frekuensi 2,3 GHz Beres, Internet Telkomsel-Smartfren Makin Ngebut. Foto: Screenshot
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama operator seluler telah merampungkan penataan ulang (refarming) frekuensi radio 2,3 GHz. Dengan usainya refarming 2,3 GHz tersebut, layanan internet Telkomsel dan Smartfren bisa semakin ngebut.

Proses penataan ulang frekuensi 2,3 GHz ini dimulai 14 Juli dan berakhir pada 28 September 2021 dengan perubahan pada 15.577 Base Transceiver Station (BTS) yang dilakukan secara bertahap di sembilan kluster.

Tujuan dilakukan refarming ini untuk menempatkan blok spektrum milik operator seluler yang tadinya tidak berdampingan (non-contiguous) menjadi berdampingan (contigous).

Apabila sudah berdampingan seperti saat ini, operator seluler yang bersangkutan dapat memberikan layanan kualitas yang paling optimal kepada para pelanggannya.

Adapun refarming frekuensi 2,3 GHz ini seiring ditetapkannya Telkomsel dan Smartfren sebagai pemenang lelang frekuensi yang masing-masing mendapatkan lebar pita 20 MHz dan 10 MHz.

"Proses refarming ini tidak lepas dari kontribusi dua operator, yaitu Berca dan Smartfren, serta koordinasi yang baik antara tim Kominfo dan operator seluler, sehingga proses refarming di suatu kluster bisa diselesaikan dalam tempo kurang dari 24 jamnya," tutur Menkominfo Johnny G. Plate, Rabu (29/9/2021).

Dengan selesainya refarming frekuensi 2,3 GHz ini, Menkominfo menyebutkan kondisi layanan seluler di Indonesia semakin baik dan optimal.

"Sehingga diharapkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus dipertahankan di level terbaik," ungkapnya.

Selain itu, Johnny memaparkan manfaat rampungnya refarming frekuensi 2,3 GHz, antara lain perbaikan kualitas kepada pelanggan di jaringan 4G maupun 5G, meningkatkan kemudahan dan efisiensi proses upgrade teknologi mobile broadband, meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan 4G, serta menambah kapasitas jaringan 4G untuk mengatasi kepadatan jaringan.

"Dengan alokasi pita yang sudah berdampingan, seluruh operator yang beroperasi di pita frekuensi 2,3 GHz dapat melanjutkan pemenuhan komitmen pembangunan dan penggunaan secara maksimal, untuk menghadirkan kualitas baik, khususnya meningkatkan kecepatan akses internet mobile broadband," pungkasnya.

Berikut area kecepatan internet Telkomsel dan Smartfren yang semakin kencang usai refarming frekuensi 2,3 GHz:
- Kluster 1 Kepulauan Riau
- Kluster 2 Sumatera Bagian Utara
- Kluster 3 Jawa Bagian Tengah
- Kluster 4 Sulawesi Bagian Utara
- Kluster 5 Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
- Kluster 6 Jawa Bagian Barat, kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi
- Kluster 7 Sebagian Jawa Bagian Timur yang meliputi, antara lain: Kab/Kota Malang, Kab./Kota Kediri, Kab./Kota Blitar, dan Kab./Kota Madiun.
- Kluster 8 Sebagian Jawa Bagian Timur yang meliputi, antara lain: Kota Surabaya, Kab./Kota Mojokerto, dan Kab. Sumenep
- Kluster 9 Papua, Maluku, dan Maluku Utara



Simak Video "Satelit Nano Indonesia Dijadwalkan Meluncur Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)