Ini Bedanya Laptop Merah Putih dan Laptop untuk Sekolah

Ini Bedanya Laptop Merah Putih dan Laptop untuk Sekolah

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 01 Agu 2021 19:00 WIB
Lab Komputer Mini di SD Garut
Ilustrasi anak belajar dengan komputer (Foto: STEAM Club Indonesia)
Jakarta -

Selain program Laptop untuk Sekolah, Kemendikbudristek juga punya program Laptop Merah Putih. Jangan bingung, ini dia bedanya.

Sebelumnya ramai dibicarakan mengenai pemerintah mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun untuk pengadaan laptop untuk sekolah. Ini telah diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021.

Alokasi ini mengatur rencana pembiayaan bagi 16.713 sekolah berupa 284.147 laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat TKDN. Ini juga mencakup peralatan pendukungnya seperti 17.510 wireless router, 10.799 proyektor dan layarnya, 10.799 konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner.

Selain itu, ada juga yang namanya Program Laptop Merah Putih. Banyak yang mengira program ini sama dengan laptop untuk sekolah, padahal ini berbeda lho.

detikINET dalam wawancara dengan Karo Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri, mendapatkan penjelasan mengenai Program Laptop Merah Putih. Menurut Samsuri, selain pengadaan TIK, Kemendikbudristek juga mendorong produksi laptop Merah Putih melalui konsorsium perguruan tinggi yaitu UI, ITB, ITS, dan UGM.

"Kita juga dorong produksi Laptop Merah Putih lewat konsorsium perguruan tinggi," kata dia.

Konsorsium tersebut telah menyiapkan peta jalan, desain produk, dan akan terlibat penuh dalam produksi laptop bersama dengan industri mulai tahun 2022. Selain itu pelajar SMK dan mahasiswa perguruan tinggi vokasi akan dilibatkan pada kegiatan perakitan hingga pasca penjualan.

"Masih taraf riset, nanti dalam proses lelang itu nanti vendor yang melakukan," kata dia.

Meskipun namanya Laptop Merah Putih, menurut Samsuri wujud akhirnya berupa tablet. Berbeda dengan Laptop untuk Sekolah yang tujuannya untuk SD-SMA, Laptop Merah Putih ini untuk perguruan tinggi.

"Sudah diisi e-modul dari Dikti, karena lebih untuk pendidikan tinggi, untuk mahasiswa," ujarnya.



Simak Video "Komisi X DPR Minta Kemendikbudristek Gandeng KPK soal Pengadaan Laptop Rp 2,4 T"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/afr)