Satelit Republik Indonesia Mulai Dirakit, Ini Jadwal Peluncurannya

Satelit Republik Indonesia Mulai Dirakit, Ini Jadwal Peluncurannya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 23 Jun 2021 10:05 WIB
Satelit
Ilustrasi peluncuran satelit Satria-1. Foto: DW (News)
Jakarta -

Proyek strategis nasional Satelit Republik Indonesia (Satria) atau satelit Satria-1 mulai memasuki tahapan konstruksi. Dijadwalkan, satelit tersebut meluncur pada kuartal ketiga 2023.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan, konstruksi satelit Satria-1 ini dilakukan usai ditandangani preliminary working agreement antara badan usaha pelaksana dan pabrikan satelit Thales Alenia Space.

"Setelah proses financial close usai, saat ini memasuki proses konstruksi. Sekarang progresnya 11,5%," ujar Direktur Infrastruktur Bakti Bambang Nugroho, Selasa (22/6/2021).

Proses pembangunan satelit Satria-1 ini meliputi Payload System Requirement Review, Service and Communications Module Equipment Qualification Status Review, hingga Preliminary Design Review.

Disampaikan Bambang, proses pembangunan satelit ini terhitung lama dari Q4 2020 hingga Q2 2023.

"Diharapkan dapat diluncurkan pada Q3 2023 dan beroperasi di akhir tahunnya," ucapnya.

Progress satelit Republik Indonesia (Satria) generasi pertama atau satelit Satria-1.Progress satelit Republik Indonesia (Satria) generasi pertama atau satelit Satria-1. Foto: Screenshot

Pengadaan satelit Satria-1 dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Satria-1 merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional.

Adapun, satelit pemerintah ini dikerjakan PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), perusahaan yang dibentuk oleh pemenang tender yang terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera.

SNT selaku badan usaha swasta yang mengoperasikan satelit Satria-1 telah menggaet investor untuk pendanaan Satria, yakni BPI France dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dari China. Terbaru, HSBC menyalurkan kredit pinjaman sebesar USD 77,6 juta atau setara Rp1,1 trilun dengan kurs USD 14.476.

Satelit Satria 1 yang berjenis High Throughput Satellite (HTS) ini akan diproduksi perancang dan pabrikan asal Prancis, Thales Alenia Space. Adapun, peluncurannya, satelit Satria-1 akan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, lalu diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Setelah beroperasi, pemerintah akan memanfaatkan satelit Satria untuk menyediakan akses internet di 150 ribu titik layanan publik, terdiri dari sekolah/pesantren, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga keamanan.



Simak Video "Ada SpaceX Milik Elon Musk di Balik Proyek Satelit SATRIA"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)