Apple Didenda Rp 173 Miliar Gara-gara Monopoli

Apple Didenda Rp 173 Miliar Gara-gara Monopoli

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 01 Mei 2021 20:01 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

Badan antimonopoli Rusia (Federal Antimonopoly Service - FAS) mendenda Apple sebesar USD 12 juta atau sekitar Rp 173 miliar karena masalah monopoli.

FAS mulai menginvestigasi Apple setelah menerima keluhan dari Kaspersky Lab pada Maret 2019. Menurut perusahaan keamanan siber itu, Apple memaksa untuk membatasi fungsionalitas di aplikasi Safe Kids milik Kaspersky, tepatnya setelah Apple menambahkan fitur Screen Time di iOS 12.

Denda ini muncul hampir bersamaan dengan langkah Uni Eropa untuk menjatuhkan hukuman sejenis pada Apple, yang berdasar pada laporan dari Spotify pada Maret 2019 terkait potongan 30% dari transaksi pembelian in-app di App Store.

Menurut Spotify, hal tersebut memberikan keunggulan terhadap layanan streaming lagu milik Apple. Masalah serupa tapi tak sama juga terjadi terhadap aplikasi lain, seperti Kidslox dan Qustodio, keduanya merupakan aplikasi kontrol parental.

Dalam pernyataannya, FAS memerintahkan Apple untuk mengambil langkah yang memastikan kalau aplikasi mereka bakal bersaing secara adil dengan aplikasi lainnya, juga memastikan kalau developer aplikasi kontrol parental bisa mendistribusikan software mereka tanpa batasan fitur.

Namun Apple mengaku tak setuju terhadap putusan pihak regulator tersebut dan mengaku akan naik banding terhadap putusan tersebut, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (1/5/2021).

"Kami sudah bekerja sama dengan Kaspersky untuk memastikan agar aplikasi mereka bisa mematuhi aturan yang dibuat untuk menjaga keamanan anak-anak," ujar juru bicara Apple.

"Kini mereka punya 13 aplikasi di App Store dan kami sudah memproses ratusan pembaruan mereka," tambahnya.

Sebelumnya Apple berkilah kalau pembatasan fitur itu dilakukan karena mereka menggunakan teknologi Mobile Device Management (MDM), yang sebenarnya ditujukan untuk dipakai oleh perusahaan besar yang ingin mengontrol perangkat-perangkatnya.

Menurut Apple penggunaan teknologi tersebut untuk aplikasi kelas consumer sangatlah berisiko karena bisa saja membuat aplikasi tersebut diretas.



Simak Video "Fitur Baru yang Ditawarkan Apple Watch Series 7"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)