Ibu Kota Negara Baru Jadi Kandidat 5G Pertama di Indonesia

Ibu Kota Negara Baru Jadi Kandidat 5G Pertama di Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 10 Des 2020 21:45 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono hari ini menyaksikan pengumuman pemenang desain ibu kota negara baru dalam sayembara. Yuk, lihat desain pemenang sayembara itu.
(Foto: Trio Hamdani/detikcom)
Jakarta -

Meski belum ada tanda-tanda kapan layanan 5G akan digelar di Indonesia, pemerintah memastikan bahwa wilayah pertama yang mencicipi teknologi seluler teranyar itu di ibu kota negara baru.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan bahwa pemerintah sejauh ini telah melakukan uji coba 5G sebanyak 10 kali. Pengujian itu untuk mempelajari potensi aplikasi dan kasus penggunaan layanan 5G di Indonesia.

"Seperti pembelajaran jarak jauh melalui interaksi holografik, operasi jarak jauh, IoT untuk kota pintar, dan kendaraan otonom selama Asian Games 2018. Pada tahun 2020, Indonesia memfokuskan uji coba ke-11 untuk menjajaki kemungkinan koeksistensi antara jaringan 5G dan Fixed Satellite Service (FSS) untuk digunakan di pita 3,5 GHz," jelas Menkominfo, Kamis (10/12/2020).

Menkominfo mengatakan, Indonesia sedang berupaya untuk memanfaatkan secara optimal microwave link sebagai opsi kedua setelah kabel serat optik.

"Karena frekuensi E-band yang sangat tinggi (70-80 GHz) dan V-band (60 GHz) juga dapat melayani backhaul berkapasitas tinggi untuk layanan broadband," ujarnya.

Menyadari upaya penerapan teknologi 5G akan menuntut belanja modal yang besar, khususnya untuk penyediaan small-cell densification 5G serta ekosistem digital yang canggih, Menkominfo mengungkapkan kalau ibu kota negara baru Indonesia akan menjadi kota kandidat terbaik dan potensial untuk menerapkan 5G pertama di Indonesia.

"Selain dari beberapa kawasan industri dan area publik dengan lalu lintas tinggi yang mungkin juga dimungkinkan," ungkapnya.

Menkominfo menyakini teknologi 5G menjadi game changer atau pengubah permainan dengan dampak yang luas pada konektivitas di Indonesia. Bahkan, menjadi tulang punggung transformasi digital dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

"Kami percaya bahwa kami harus bekerja keras untuk melaksanakan tugas besar kami dalam mengadopsi teknologi baru, untuk meningkatkan produktivitas kami melalui jaringan 5G dalam waktu dekat," ucapnya.

Menurut Johnny, saat ini digitalisasi dan konektivitas sudah memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kesetaraan peluang, akses dan inklusi, dan 5G akan mempercepatnya.

"Pemerintah Indonesia telah menginisiasi beberapa kebijakan dan tindakan afirmatif untuk mendorong percepatan pengenalan 5G di Indonesia," pungkas politisi Partai NasDem ini.



Simak Video "Sederet Spesifikasi Ponsel yang Akan Berubah Jika 5G Datang"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)