Drama Mesin CEIR Penuh yang Bikin Ponsel Baru Terancam - Halaman 2

ADVERTISEMENT

Round up

Drama Mesin CEIR Penuh yang Bikin Ponsel Baru Terancam

tim - detikInet
Senin, 12 Okt 2020 12:50 WIB
Aturan IMEI segera diimplementasikan pada 24 Agustus 2020 untuk suntik mati ponsel BM alias black market di Indonesia.
Foto: Rifkianto Nugroho


Disediakan oleh Operator

Kedua alat tersebut diketahui merupakan pengadaan yang dibebankan kepada operator seluler. Menurut pandangan pengamat gadget Lucky Sebastian, hal ini cukup aneh. Pasalnya perangkat EIR yang harganya tinggi, tapi sebenarnya operator tak ada kepentingan dalam aturan ini alias tak diuntungkan juga tak dirugikan.

"Dari sisi pengadaan perangkat keras juga cukup aneh menurut pandangan saya yang awam, seperti perangkat EIR dan CEIR yang harganya tinggi, tapi dibebankan kepada operator," ujar Lucky.

"Sedangkan kalau sistem berjalan, yang diuntungkan bukan operator, karena operator kan tidak masalah siapa yang berjalan di networknya, mau ponsel BM, mau ponsel resmi," tambahnya.

Ditambahkannya, pihak yang sebenarnya berkepentingan dan diuntungkan dari aturan ini sebenarnya adalah brand manufaktur dan pemerintah.

Kemenperin Menjawab Permasalahan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan persoalan penuhnya kapasitas CEIR untuk menampung database IMEI akan segera diatasi segera dalam waktu sekitar 1-2 hari ke depan.

Pernyataan tersebut diungkapkan pada Sabtu (10/10). Disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufik Bawazier, pemerintah saat ini sedang melakukan proses cleansing atau pembersihan di mesin CEIR.

"Sedang di-cleansing (mesin CEIR) antara TPP (Tanda Pendaftaran Produk) IMEI yang betul-betul realisasi dan ada di pasar, bukan semua TPP yang akan (rencana)," ujar Taufik kepada detikINET, Sabtu (10/10/2020).

Taufik menyebutkan bahwa Direktorat Industri Elektronika dan Telematika (IET) Kemenperin telah menindaklanjuti persoalan penuhnya kapasitas mesin CEIR ini.

Diklaim Tidak Ganggu Penjualan Vendor

Kemenperin juga menyebutkan penuhnya kapasitas dan proses pembersihan database CEIR ini tidak mempengaruhi penjualan vendor ponsel.

"Tidak mempengaruhi," ujar Taufik dengan tegas kepada detikINET, Sabtu (10/10/2020).

"Tidak ada hubungannya. Malah dengan (aturan) IMEI ini bisa berjualan lebih baik lagi. Ponsel dalam negeri bisa tumbuh lebih baik lagi," ungkap Dirjen ILMATE.

Untuk menyelesaikan persoalan penuhnya kapasitas mesin CEIR ini, disampaikan Taufik, pemerintah sedang membersihkan nomor IMEI dari perangkat Handphone Komputer genggam, dan Tablet (HKT) yang dinilai sudah tidak terpakai lagi. Pemerintah menyebutkan proses tersebut dengan cleansing.

Taufik menyebutkan bahwa vendor ponsel yang tidak bisa berjualan karena produk terbarunya belum terdaftar akibat penuhnya mesin CEIR, itu dinilai kekhawatiran yang berlebihan.

"Tidak sampai segitu, itu kekhawatiran berlebihan. Produsen dari produk ponsel yang dijual sekarang sedang koordinasi dengan tim CEIR (Kominfo dan Kemenperin) untuk menjamin agar ponselnya bisa dapat sinyal. Yang diberantas yang ilegal, kalau legal pasti aman," ungkap Taufik.


Kominfo Sebut Bisa Upload IMEI Baru Lagi

Berbeda dengan pernyataan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa upload data IMEI di mesin CEIR sudah bisa dilakukan saat ini.

"Sudah bisa masukkan data lagi, sedang diproses oleh teman-teman untuk masukkan IMEI baru ke CEIR," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail kepada detikINET, Sabtu malam (10/10).

Dengan sudah bisa di-upload lagi IMEI terbaru ke CEIR, Ismail menegaskan kalau persoalan kapasitas mesin database IMEI tersebut sudah teratasi.

"Bisa dianggap demikian (kapasitas mesin CEIR selesai). Tapi, kami tetap meminta data IMEI yang dimasukkan adalah data riil yang akan dijual ke pasar (publik)," kata Ismail.

Terkait sejumlah vendor HP yang beroperasi di Indonesia terancam tidak bisa mendapatkan sinyal pada produk terbarunya, karena barang tersebut tidak bisa didaftarkan ke CEIR yang sudah penuh, Ismail menanggapi kalau kabar tersebut sudah diselesaikan dengan dibenahinya kapasitas mesin CEIR.

Ismail menambahkan beberapa hari ini sedang dilakukan pembenahan sistem dan sekarang sudah dimasukkan lagi datanya. "Sedang proses, mohon bersabar," sebutnya.

(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT