Anggaran Pembangunan TIK Rp 30,5 Trliun, Ini Rencana Besarnya

Updated

Anggaran Pembangunan TIK Rp 30,5 Trliun, Ini Rencana Besarnya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 14 Agu 2020 18:46 WIB
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus membangun BTS USO di daerah 3T, agar masyarakat di sana dapat menikmati layanan internet seperti halnya di kota-kota besar.
Anggaran Kemenkominfo Rp 30,5 Trliun, Ini Rencana Besarnya (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta -

Pemerintah RI telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30,5 triliun untuk menggenjot pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) (sebelumnya tertulis Kemenkominfo-red). Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan rencana besarnya.

Johnny menjelaskan diperlukan pembangunan TIK untuk menyediakan sinyal 4G di 9.113 desa dan kelurahan yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Untuk menyelimuti 9.113 desa dan kelurahan tersebut, Menkominfo mengatakan, butuh setidaknya tiga tahun agar Indonesia merdeka sinyal 4G.

Tahap pertama, yakni pada tahun 2020, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan meng-upgrade dan menyelesaikan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) untuk 1.209 desa dan kelurahan.

Tahap kedua, pada tahun 2021, sebanyak 4.200 desa dan kelurahan di wilayah 3T akan dialiri akses internet lewat penggelaran kabel fiber optik, microwave link, dan pemanfaatan satelit.

Tahap ketiga, pada tahun 2022, dijanjikan 3.704 desa dan kelurahan yang mana masyarakat di sana bisa merasakan layanan internet seperti yang dirasakan di wilayah lainnya.

"Dengan selesainya penggelaran infrastruktur TIK di atas tahun 2022 di desa dan kelurahan wilayah 3T, tersedia sinyal 4G bagi penyelenggaraan pemerintahan, aktivitas masyarakat termasuk aktivitas pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial," tuturnya kepada detikINET, Jumat (14/8/2020).

Di sisi lain, pemerintah melaksanakan kewajiban untuk memberikan akses internet berupa sinyal 4G di 9.113 desa dan kelurahan. Ada pekerjaan rumah lainnya, tak lain sebanyak 3.435 desa dan kelurahan yang ada di wilayah non-3T yang diharapkan operator seluler dapat menyediakan jaringannya di sana.

"Operator selular diminta untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur TIK di wilayah non-3T agar seluruhnya dapat terlayani sinyal 4G. Dengan demikian kami harapkan pada tahun 2022 pada sisi hilir telekomunikasi dan informatika seluruh wilayah administratif dapat terlayani dengan sinyal 4G baik non-3T maupun 3T," ungkap Menkominfo.

"Untuk itu, diperlukan model kombinasi pembiayaan pembangunan infrastruktur TIK yang kreatif termasuk melalui APBN dan bauran pembiayaan lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Pemerintah Targetkan Sinyal 4G di 12.548 Desa Rampung Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)