Ilham Bintang Kebobolan, Pengamat: Ini Kerjaan Organized Crime

Ilham Bintang Kebobolan, Pengamat: Ini Kerjaan Organized Crime

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 20 Jan 2020 16:04 WIB
Ilham Bintang Kebobolan, Kerjaan Organized Crime (Foto: DW)
Jakarta - Kasus pembobolan rekening dan pembajakan kartu SIM yang dialami wartawan senior Ilham Bintang diduga dilakukan organisasi kejahatan terorganisir. Mereka bisa beroperasi lintas negara.

Dugaan ini diutarakan oleh pengamat keamanan siber Mochammad James Falahuddin dalam keterangan yang diterima detikINET. Menurutnya pelaku yang ada di Indonesia ini hanyalah pelaksana lapangan.

"Kalau melihat cerita yang dipaparkan Bapak Ilham Bintang di akun media sosialnya dan keterangan dari Indosat di media, saya prediksi ini aksi well organized crime yang otaknya ada di luar negeri. Mereka yang ada di Indonesia ini hanya pelaksana lapangan," ungkap James.

Pria yang mengantongi Certified Ethical Hacker (CEH) ini menganalisa pelaku bisa mengambil nomor ponsel Ilham Bintang melalui kombinasi social engineering dan technical hacking.



"Pelaku sepertinya sukses melakukan profiling dari target dengan membaca kebiasaannya di dunia maya melalui aplikasi yang sering digunakan. Setelah profiling didapat, baru pelaksana di lapangan melakukan eksekusi untuk hostile SIM card ke gerai operator, berikutnya tim lain melakukan pembobolan rekening. Jadi, kalau dilihat journey-nya, tak mungkin ini dilakukan oleh satu orang atau mereka yang ada di Indonesia saja. Untuk profiling pelanggan di dunia maya itu butuh kesabaran dan biasanya itu kerjaan hacker Eropa Timur atau dari Asia," ulasnya.

James menilai dalam kasus yang dialami Ilham Bintang, pihak-pihak yang terlibat tidak kuat dalam menjalankan Standard Operating Procedure (SOP).

Misalnya, di sektor perbankan tidak ada early warning system ketika ada anomali di mana terjadi transaksi abnormal dilakukan pelanggan dengan melakukan verifikasi. Di sisi operator, mereka dinilai tak menjalankan verifikasi faktual kala ada klaim ke gerainya.

"Belajar dari kasus ini tentunya isu pengelolaan data pribadi menjadi penting. Bagi pelanggan harus sering mengubah password yang terkait transaksi finansial, operator harus lebih ketat ke pelaksana lapangan dalam menjalankan SOP, dan di bank harus bisa membaca perilaku pelanggan dalam bertransaksi," ulasnya.




Sebelumnya, Ilham Bintang dalam akun media sosialnya menceritakan kejadian apes yang dialaminya dimana nomor ponsel Ilham Bintang dicuri dan rekening banknya dibobol kala dirinya tengah berada di Australia.

SVP Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk menegaskan akan bekerja sama untuk menangani peristiwa pencurian nomor kartu subscriber identity module (SIM) card atau kartu seluler ponsel dan pembobolan rekening yang menimpa Ilham Bintang.

"Kami akan bekerja sama, termasuk jika ada proses yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini dan menjaga kenyamanan pelanggan kami. Kami telah menemui dan menjelaskan kepada Ilham Bintang mengenai apa yang terjadi. Kami menyesalkan adanya kejadian dalam proses penggantian kartu atas nama Bapak Ilham Bintang," katanya.