Jumat, 18 Okt 2019 21:38 WIB

Keamanan Data IMEI Dipertanyaakan, Ini Kata Menperin

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: 20Detik Foto: 20Detik
Jakarta - Banyak pihak yang mengkhawatirkan keamanan data dalam penerapan aturan validasi IMEI. Namun Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memastikan aman.

Airlangga mengklaim Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (Sibina) sudah siap saat ini. Sejauh ini data yang sudah masuk mencapai 1,4 miliar IMEI ponsel yang telah beredar di Indonesia.


Begitu aturan IMEI berlaku April 2020, ponsel baru akan tersingkron dengan Sibina . Saat proses ini berlangsung Airlangga menjamin tidak ada data penting pengguna ikut tersedot.

Dia mengatakan IMEI dimiliki oleh GSM Association (GSMA). Ini diibaratkannnya seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pada ponsel.

"Sama seperti membeli mobil. Di Mobil terdapat nomor yang dicetak dalam chasis. Dengan memiliki data chassis, tidak berarti kita tahu siapa yang naik mobil," ujar Airlangga di kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

"Jadi bukan data individu. Sama sekali bukan. Karena IMEI diproduksi saat ponsel dibuat, tidak tahu siapa pemiliknya," tegasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berbicara soal investasi operator terapkan IMEI.

"Kami sedang bicarakan dengan operator. Berbagai macam opsi, tentunya kita pilih nanti yang paling efisien bagi operator," katanya.

"Mungkin ada satu sistem yang bisa di-share oleh operator tidak harus investasi tapi dibiayakan. Jadi itu sejalan denganPNL, laba ruginya dari operator. Tapi pasti yang paling efisien," tutup pria yang kerap disapa Chief RA itu.
(afr/fay)