Rabu, 10 Jul 2019 06:36 WIB

Begini Nasib Ponsel BM Saat Aturan IMEI Diberlakukan

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Dok OPPO Foto: Dok OPPO
FOKUS BERITA Aturan Validasi IMEI
Jakarta - Pemerintah masih menggodok peraturan menteri soal validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Pun begitu nasib ponsel black market (BM) maupun yang dibeli dari luar negeri sudah diketahui ketika aturan tersebut diberlakukan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) lewat akun Instagramnya memaparkan beberapa hal terkait regulasi kontrol IMEI. Peraturan ini dipastikan akan berlaku 17 Agustus mendatang.


Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk dalam negeri. Selain itu melindungi industri ponsel di Tanah Air.

Nantinya pemerintah akan mensinkronkan data base IMEI dan SIM Card. Bila IMEI tidak terdaftar maka ponsel tidak dapat terhubung dengan layanan telekomunikasi di Indonesia.

Namun Kemenperin tidak serta merta memblokir. Ponsel BM yang dibeli sebelum tanggal 17 Agustus bakal dapat pemutihan yang regulasinya tengah disiapkan.

Begini Nasib Ponsel BM Saat Aturan IMEI DiberlakukanFoto: Kemenperin
Demikian pula ponsel yang dibeli di luar negeri. Bila pembelian dilakukan dan diaktifkan sebelum 17 Agustus, pemerintah akan pula melakukan pemutihan.

Nah jika membeli ponsel dari luar negeri ataupun ponsel BM setelah 17 Agustus, Kemenperin memastikan perangkat-perangkat tersebut tidak dapat digunakan di Indonesia.


Kendati aturan IMEI sudah di depan mata, Kemenperin mengingatkan masyarakat tidak perlu buru-buru mengecek IMEI perangkatnya. Saat ini Kemenperin tengah menyiapkan laman khusus untuk mengecek IMEI resmi.



Tonton video Pemerintah Siapkan Sistem Blokir HP Black Market, Cek Status IMEI Anda!:

[Gambas:Video 20detik]


Begini Nasib Ponsel BM Saat Aturan IMEI Diberlakukan
(afr/afr)
FOKUS BERITA Aturan Validasi IMEI