Jumat, 07 Des 2018 18:02 WIB

'Kebangkitan Huawei Dianggap Mengancam Amerika'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Huawei. Foto: ABC Australia Huawei. Foto: ABC Australia
Jakarta - Huawei sudah cukup lama tidak akur dengan otoritas Amerika Serikat. Puncaknya mungkin dengan ditangkapnya Meng Wanzhou, Chief Financial Officer Huawei.

"Saat perusahaan China tumbuh semakin kuat, mereka menghadapi lebih banyak halangan di pasar mancanegara karena dianggap sebagai ancaman bagi pemain lokal," begitu pendapat dari Xiang Ligang dari website telekomunikasi cctime.com.

Pada tahun 2003, Cisco melayangkan gugatan hukum pertama pada Huawei. Lalu di tahun 2010, Motorola menuding Huawei mencuri rahasia dagang.



Dan sejak tahun 2016, otoritas Amerika Serikat mencurigai Huawei mengapalkan produk mereka yang asal AS ke Iran, di mana hal tersebut merupakan pelanggaran hukum ekspor.

Tak hanya itu, AS belum lama ini meminta negara sekutunya tidak lagi memakai perangkat telekomunikasi 5G buatan Huawei. Ditakutkan, pemerintah China mematai-matai melalui perangkat itu.

Dikutip detikINET dari Global Times, meski mendapat tantangan berat di AS dan beberapa negara lain, Huawei agresif di pasar Uni Eropa dan Afrika dan cukup membuahkan hasil.



Huawei jadi vendor infrastruktur telekomunikasi terbesar dunia di tahun 2017, melampaui Ericsson dan ZTE, berdasarkan data IHS. Mereka punya pangsa pasar 28%, diikuti Ericsson dan Nokia, masing-masing memiliki market share 27% dan 23%.

Huawei juga telah menjadi runner up produsen ponsel terbesar di dunia saat ini, menyalip Apple. Mereka hanya kalah dari Samsung.



Tonton juga ' Kenalan dengan Sederet Inovasi Baru EMUI 9.0 dari Huawei ':

[Gambas:Video 20detik]

'Kebangkitan Huawei Dianggap Mengancam Amerika'
(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed