BERITA TERBARU
Senin, 21 Mei 2018 12:19 WIB

Menkominfo Ungkap Konten Radikal Marak di Facebook & Instagram

Edzan Raharjo - detikInet
Menkominfo Rudiantara. Foto: Agus Tri Haryanto/inet Menkominfo Rudiantara. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Yogyakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika terus menyisir konten-konten berisi radikalisme dan terorisme yang bertebaran di media sosial. Dalam beberapa waktu saja sudah ribuan konten yang diblokir.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan konten-konten radikal, ektrimisme dan terorisme setengahnya ada di Facebook, Instagram dan YouTube.

Konten yang diblokir adalah yang sifatnya memprovokasi misalnya mengajak melakukan penyerangan yang sifatnya tindakan radikalisme dan terorisme.

"Sampai tengah malam kemarin ada 2.528 yang diblok, sekitar 9.500 diverifikasi. Saya yakin hari ini sudah nambah, mungkin sudah lebih 3 ribuan yang sudah diblok," kata Rudiantara usai upacara Harkitnas di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Senin (21/5/2018).



Sejalan dengan maraknya berita-berita hoax, Menkokminfo mengatakan telah mengirim tim ke Jerman maupun ke Malaysia. Karena di Jerman dikeluarkan undang-undang bagaimana platform media sosial bisa dikenakan sanksi jika terjadi pembiaran.

"Kami siapkan di Indonesia untuk mengaddress, platformnya juga harus bertanggungjawab, bukan hanya kejar-kejar orangnya. Aturannya sedang dibuat,"kata Rudiantara.

Sementara itu terkait dengan aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan ujaran kebencian di dunia maya, ia mengaku memang ada. Akan tetapi hal itu disampaikan ke kementrian dan kelembagaan terkait.

Karena ASN memang dilarang untuk melakukan hal itu seperti ujaran kebencian atau penyebaran hoax di media sosial."Ada beberapa. (Berapa banyak ASN yang terlibat) saya tidak hafal," katanya. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed