BERITA TERBARU
Selasa, 17 Apr 2018 13:23 WIB

Facebook Indonesia Minta Maaf, DPR Tidak Puas

Agus Tri Haryanto - detikInet
Facebook Indonesia penuhi panggilan Komisi I DPR RI (detikINET/Agus Tri Haryanto) Facebook Indonesia penuhi panggilan Komisi I DPR RI (detikINET/Agus Tri Haryanto)
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR
Jakarta - Meski Facebook Indonesia telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI. Namun, Komisi I masih merasa tidak puas dengan apa yang dilakukan media sosial terpopuler sejagat itu.

Rasa ketidakpuasaan itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPRI RI Evita Nursanty. Disampaikannya, pernyataan Facebook Indonesia masih belum memuaskan karena tidak lugas akan kasus penyalahgunaan data pengguna oleh pihak ketiga, yakni Cambridge Analytica.


"Jawaban Anda tidak memuaskan," kata Evita dengan tegas terhadap Facebook Indonesia.

Pada kesempatan ini, perwakilan Facebook yang hadir, yaitu Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pasific Simon Policy.

Ketidakpuasaan Komisi I ini dilatari karena sejak diungkapkan jumlah data pengguna Facebook yang disalahgunakan oleh Cambridge Analytica, sekitar dua minggu lalu, mereka berjanji kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan audit dan memberikan hasilnya terkait data Facebook di Indonesia ini digunakan untuk apa.

"(Menkominfo) Rudiantara telepon saya, dia nanya mana janji Facebook untuk lakukan audit secara detail tentang kejadian ini. Pemerintah sudah menunggu. Tolong diperhatikan, jangan anggap enteng," ucap politisi dari PDI-P ini.

Selain itu, Evita juga mengkritik Facebook Indonesia karena sejak awal sudah melakukan defensif. Dikatakan Evita, perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini menyampaikan pernyataan bahwa ia tidak bersalah terkait penyalahgunaan data pengguna.

"Belum apa-apa sudah difensif, bersikukuh tidak bersalah karena Dr. Kogan ini bukan dari Facebook. Itu pembukaan memberikan penjelasan, Anda sudah difensif, mengatakan saya tidak salah, nggak bisa begitu. Pendiri Anda (Mark Zuckerberg) sudah minta maaf mengaku salah," tutur dia.


Kemudian, Evita juga mengatakan kekecawaan kepada Facebook karena di dalam platform tersebut masih ditemukan ujaran kebencian hingga hoax. Meski pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk menapis ujaran kebencian dan hoax di media sosial, tetapi kata Evita, tanggungjawab terbesar masih dipegang oleh media sosial tersebut.

"Pemerintah jelas melakukan filtering, tetapi tanggungjawab terbesar ada di Facebook. Tidak hanya tanggungjawab moral, namun juga tanggungjawab bisnis dapat dari Indonesia ini," kata dia. (jsn/rou)
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Biru Kuis

    Fotostop: Biru

    Jumat, 27 Apr 2018 10:41 WIB
    Warna biru memberikan kesan menenangkan, tenang dan juga damai. Warna biru pun bisa dijadikan objek foto yang menarik. Yuk ikutan kuis fotostop detikINET.
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.