BERITA TERBARU
Rabu, 11 Apr 2018 11:34 WIB

Langgar Paten, Apple Didenda Rp 6,9 Triliun

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Apple iPhone 8. Foto: Dok. techradar Apple iPhone 8. Foto: Dok. techradar
Jakarta - Pelanggaran paten dalam hal keamanan berkomunikasi membuat Apple harus rela membayar denda hampir sebesar Rp 7 triliun.

Pengadilan negeri di Texas, Amerika Serikat, resmi menjatuhkan denda USD 502,6 juta (Rp 6,9 Triliun) kepada Apple setelah perusahaan tersebut terbukti melanggar sejumlah paten dalam hal keamanan berkomunikasi. Adalah VirnetX, perusahaan teknologi di bidang keamanan, pihak yang berhasil memenangkan perkara berusia 8 tahun tersebut.

Perusahaan yang bertanggung jawab dalam menyediakan sistem keamanan bagi sejumlah lembaga pemerintahan ini mengklaim Apple melanggar empat paten dalam terjaminnya komunikasi antar dua pihak yang terlibat. Pelanggaran tersebut muncul dalam beberapa layanan, yaitu FaceTime, VPN on Demand, dan iMessage.



Sejak kasus tersebut bergulir pada 2010, VirnetX pun sudah melakukan sejumlah tuntutan denda terhadap Apple, mulai dari USD 302 juta hingga USD 439,7 juta. Bagi Kendall Larsen, CEO VirnetX, angka yang sudah ditentukan terakhir terasa adil jika melihat penjualan lebih dari 400 juta unit perangkat Apple.

"Buktinya sudah jelas. Cukup katakan saja kebenarannya, dan kalian tidak perlu khawatir terhadap apapun," ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari Bloomberg, Rabu (11/4/2018).

Kemenangan VirnetX dalam kasus tersebut membuat saham mereka sempat meroket hingga 44% ke angka USD 4,20 per lembarnya, walau akhirnya turun tipis menjadi USD 4,10. Sedangkan bagi Apple, tidak ada perubahan berarti yang terjadi, dengan harga sahamnya berada di kisaran USD 173.

Denda USD 502,6 juta bagi perusahaan asal Cupertino tersebut memang terasa kecil jika melihat keuntungan sebesar USD 20 miliar (Rp 274,9 triliun) yang berhasil diraupnya sepanjang kuartal I Tahun Fiskal 2018. Angka tersebut pun sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan VirnetX yang hanya membukukan pendapatan sebesar USD 1 juta (Rp 13,7 miliar) sepanjang tahun lalu. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Biru Kuis

    Fotostop: Biru

    Jumat, 27 Apr 2018 10:41 WIB
    Warna biru memberikan kesan menenangkan, tenang dan juga damai. Warna biru pun bisa dijadikan objek foto yang menarik. Yuk ikutan kuis fotostop detikINET.
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.