Minggu, 03 Des 2017 18:48 WIB

BlackBerry Bayar Denda Rp 1,8 Triliun ke Nokia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ponsel BlackBerry. Foto: detikINET/Yudhianto Ponsel BlackBerry. Foto: detikINET/Yudhianto
Jakarta - BlackBerry mengaku akan mengikuti putusan Pengadilan Arbitrase Internasional yang mewajibkan mereka membayar sejumlah denda ke Nokia.

Denda yang harus dibayarkan oleh BlackBerry itu nilainya USD 137 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun, yang ditetapkan oleh International Chamber of Commerce. Denda ini adalah hasil dari perselisihan antara keduanya soal kontrak penggunaan lisensi teknologi.

Putusan ini ditetapkan pada 29 November lalu, saat panel arbitrase memenangkan Nokia dan menyebut BlackBerry berhutang USD 137 juta ke Nokia. Uniknya, putusan antara kedua perusahaan ini disebut tak terkait dengan klaim pelanggaran paten apapun, seperti dilansir Phone Arena, Minggu (3/12/2017).

Padahal, BlackBerry saat ini masih menuduh Nokia melakukan pelanggaran paten, yaitu menggunakan kekayaan intelektual milik perusahaan asal Kanada itu tanpa izin. Terkait masalah ini, BlackBerry sudah mendaftarkan sejumlah gugatan ke Nokia, yaitu di Amerika Serikat dan Jerman.

"BlackBerry kecewa karena Pengadilan Arbitrase tak setuju dengan argumen kami di kasus tersebut, namun kami tetap mematuhi putusan mereka. Putusan ini tak mengubah pendapat BlackBerry bahwa Nokia melanggar properti intelektual kami dan kami akan melanjutkan proses hukumnya di Amerika Serikat dan Jerman," tulis BlackBerry dalam pernyataan tertulisnya. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed