BERITA TERBARU
Rabu, 29 Mar 2017 10:56 WIB

Tak Sanggup Penuhi Aturan, Uber Hengkang dari Denmark

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Terhitung April, Uber menyatakan akan hengkang dari Denmark. Alasannya, regulasi terbaru di negara tersebut membuat Uber tak sanggup untuk mematuhinya.

Salah satu aturan yang dianggap memberatkan bagi Uber adalah kewajiban untuk menerapkan tarif per meter saat menjalankan layanannya. Aturan ini tercantum dalam undang-undang terbaru taksi Denmark.

Pemerintah setempat memang berambisi merancang regulasi bisnis taksi dan mengakomodasi layanan seperti Uber. Namun pada kenyataannya, hukum yang disahkan pada Februari tersebut mewajibkan ongkos per meter dan sensor kursi.

"Untuk bisa beroperasi di Denmark lagi, aturannya harus dirubah. Kami selalu bekerjasama dengan pemerintah, dengan harapan mereka akan memperbarui peraturan yang diusulkan dan memungkinkan Denmark menikmati manfaat dari teknologi modern, seperti Uber," ujar Uber dalam keterangannya dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2017).

Selama hadir di Denmark sejak November 2014 lalu, Uber disambut gelombang penolakan dari serikat sopir taksi konvensional lokal. Kehadirannya dianggap menimbulkan persaingan tidak sehat dan tidak memenuhi standar hukum yang berlaku sebagai perusahaan taksi.

Meski demikian, Uber terus menjalankan layanannya hingga menyerap sekitar 2.000 mitra driver. Sebanyak 300 ribu orang menggunakan layanannya selama beroperasi di Denmark.

"Sayangnya, karena perubahan regulasi yang akan diberlakukan, kami tidak punya pilihan selain menutup layanan," kata Uber.

(rns/rns)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed