Andai BMW Ikut Antre Domain BMW.id...

Andai BMW Ikut Antre Domain BMW.id...

- detikInet
Selasa, 13 Jan 2015 11:08 WIB
Jakarta - Alamat domain tiga huruf memang 'seksi'. Apalagi jika namanya BMW.id, sudah tentu sangat catchy. Sayang, ketika pendaftaran Domain Tingkat Tinggi (DTT) 'apapun.id' dibuka, Bayerische Motoren Werke AG atau yang lebih dikenal sebagai perusahaan mobil mewah BMW, tak ikut mendaftar untuk mengamankan domain BMW.id.

Nah, ketika ada pihak lain yang merebut domain BMW.id, raksasa otomotif asal Jerman itu langsung kalang kabut. Bahkan sampai menurunkan tim legal untuk mengeluarkan somasi terhadap si pemilik nama domain BMW.id, Benny Muliawan, seorang warga Surabaya.

Benny tentu bingung atas somasi tersebut. Terlebih, ia merasa tidak melakukan cybersquatting, yakni aksi penyerobotan nama domain untuk kemudian dijual lagi dengan harga tinggi.

Konsultan HaKI ini menganggap sudah mengikuti aturan main yang dibuat Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sehingga akhirnya ia bisa mendapatkan domain BMW.id.

Menurut Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah, pendaftaran nama domain sebagaimana diatur pada UU ITE No. 11/2008 ialah menggunakan prinsip pendaftar pertama, itikad baik, dan tidak melanggar persaingan usaha yang sehat serta melanggar hak orang lain.

"Domain BMW.id didaftarkan pada tanggal 17 April 2014 pada masa Sunrise yang khusus disiapkan bagi pemilik/pendaftar merek di Dirjen HaKI dan memenuhi syarat pendaftaran yang ditentukan," tutur Andi kepada detikINET.

Menurutnya, pada sistem merek, dimungkinkan satu buah string (susunan karakter/angka) merek yang sama dimiliki lebih dari satu pendaftar, selama beda kategori.

"Permasalahannya, pada pendaftaran domain, hanya satu string yang dapat diterima. Tidak dimungkinkan satu string yang sama. Misal 'BMW.id' digunakan oleh lebih dari satu pendaftar," lanjutnya.

Pemegang merek, seperti ditegaskan oleh PANDI, harus melindungi sendiri haknya dengan cara mendaftarkan nama domain yang sesuai dengan mereknya sebelum nama domainnya didaftarkan oleh orang lain.

"Bukan tugas PANDI untuk menjaga merek mereka (BMW dari Jerman), dan perorangan bisa saja mendaftarkan merek ke Dirjen HaKI. Jadi .id boleh untuk perorangan maupun institusi. Kalau perorangan, saat ini harus sesuai nama atau bagian nama, atau singkatan nama," kata Andi.

"Mendaftarkan domain tentunya akan lebih mudah dan lebih murah ketimbang berperkara ketika domain tersebut sudah didaftarkan oleh orang lain. Sementara BMW Jerman ataupun konsultan mereknya di Indonesia tidak pernah mendaftarkan domainnya (bmw.id)," jelasnya.

Hal serupa juga dipertanyakan Benny Muliawan, arek Suroboyo pemilik domain BMW.id yang tengah disomasi BMW. "Kalau saat itu saya apply dan BMW Jerman juga ikut, pasti saya kalah. Kenapa kok pada saat saya daftar, mereka gak ikut?" ujar Benny.

Terkait hal ini, Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania beralasan, secara pribadi dirinya tak mendapatkan informasi mengenai pendaftaran Domain Tingkat Tinggi (DTT) 'apapun.id' yang dibuka PANDI.

"Kalau misalnya ada informasi itu, seperti adanya pendaftaran dari Pak Benny, pasti kita bilang tidak. Saya pribadi tidak mengetahui terkait adanya pendaftaran nama domain ini. Tetapi untuk perusahaan, saya harus tanya ke tim legal BMW," tutur Jodie kepada detikINET.

"Namun sekali lagi yang ingin tekankan di sini adalah, (somasi) ini bukan sekadar masalah domain website. Tetapi lebih ke HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) secara global dan lokal," Jodie menandaskan.

Kini, BMW masih menunggu jawaban atas somasi yang dilayangkannya kepada Benny Muliawan yang dipaksa untuk menyerahkan domain BMW.id.

(ash/fyk)