Senin, 20 Mei 2019 07:06 WIB

Huawei di-Blacklist Amerika, Pendirinya Angkat Bicara

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ren Zhengfei. Foto: AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI Ren Zhengfei. Foto: AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI
Jakarta - Terkait alasan keamanan nasional, Huawei dimasukkan ke daftar hitam perdagangan oleh pemerintah Amerika Serikat. Pendiri perusahaan asal China ini pun angkat bicara.

Huawei dilarang membeli peralatan dan komponen buatan perusahaan AS tanpa izin pemerintah AS. Hal itu memang menyulitkan karena beragam komponen Huawei berasal dari AS. Namun pendiri Huawei, Ren Zhengfei, mengklaim pihaknya tidak akan terdampak banyak.

"Diperkirakan bahwa pertumbuhan Huawei mungkin lambat (karena itu-red), tapi hanya sedikit," sebut Ren yang dikutip detikINET dari Reuters.



Hal serupa dulu pernah menimpa ZTE yang hampir membuat bisnis mereka ambruk dan akhirnya membayar denda dan mengubah manajemen agar lepas dari sanksi Negeri Paman Sam. Tapi Ren meyakinkan perusahaannya akan baik-baik saja.

Ren menegaskan pihaknya sudah lama mempersiapkan skenario ini dan Huawei tidak akan goyang meski misalnya tidak mendapat pasokan chip dari Qualcomm dan perusahaan AS yang lain.

HiSilicon, anak perusahaan Huawei yang memproduksi chip, menyatakan sudah memastikan rantai suplai untuk kebanyakan produk tidak terganggu. Ren juga tidak akan memenuhi instruksi apapun dari pemerintah AS.

Video: Masuk Daftar Hitam Trump, Google Hentikan Bisnis dengan Huawei

[Gambas:Video 20detik]



"Kami tidak akan mengubah manajemen kami atas permintaan Amerika Serikat ataupun menerima pengawasan seperti yang dilakukan oleh ZTE," tandas Ren.

Pemerintah AS percaya smartphone dan peralatan telekomunikasi buatan Huawei dimanfaatkan pemerintah China untuk memata-matai penduduk AS. Huawei telah berulang kali mengelak tuduhan tersebut dan mengatakan mereka tidak memiliki hubungan dengan pemerintah China.


Huawei di-Blacklist Amerika, Pendirinya Angkat Bicara
(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed