BERITA TERBARU
Jumat, 17 Mar 2017 14:42 WIB

Giliran Uber Keberatan Aturan Baru Taksi Online

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/afr Foto: detikINET/afr
Jakarta - Keberatan terhadap draft revisi PM/2016 untuk mengatur taksi online kembali bergaung. Bila sebelumnya disuarakan oleh Grab, kini nada tak sepakat diucapkan oleh Uber Indonesia.

Sebagai aplikasi penyedia pemesanan kendaraan, Uber mengklaim bahwa bila isi revisi dari PM/2016 itu diterapkan, maka berpotensi ada kerugian yang dirasakan oleh masyarakat.

"Apabila diterapkan, masyarakat Indonesia akan kesulitan untuk mendapatkan akses terhadap pilihan mobilitas yang dapat diandalkan, serta peluang ekonomi yang fleksibel, yang ditawarkan oleh ride-sharing," ujar Uber, Jumat (17/3/2017).

Diketahui saat ini, Peraturan Menteri (PM) Perhubungan No.32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, tengah direvisi untuk kedua kalinya. Uji publik pertama telah dilaksanakan sebelumnya di Jakarta dan yang kedua dilakukan di Makassar.

Selama uji publik itu, Uber mencoba berperan aktif dengan berkomunikasi dengan pemerintah terkait payung hukum tersebut.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan pemerintah guna memastikan kepentingan para penumpang dan mitra-pengemudi dapat diutamakan, serta memastikan bahwa inovasi dapat terus berkembang di Indonesia," tutur Uber.

Terdapat 11 pokok materi krusial dalam revisi PM 32 Tahun 2016 ini, meliputi 1) jenis angkutan sewa; 2) kapasitas silinder mesin kendaraan; 3) batas tarif angkutan sewa khusus; 4) kuota jumlah kendaraan angkutan sewa khusus; 5) kewajiban STNK berbadan hukum; 6) pengujian berkala/ KIR; 7) Pool; 8) Bengkel; 9) Pajak; 10) Akses Dashboard; dan 11) Sanksi.

Salah satu revisi PM32/2016 adalah mengatur kuota armada taksi online dan menentukan tarif batas atas-bawah. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ingin tarif taksi online tak jauh berbeda dengan yang konvensional.

"Batas atas bawah tarif itu diserahkan kepada pemda, patokannya paling tidak misalnya argo yang taksi konvensional misalnya dia batasnya Rp 50 ribu, nah dia (taksi online) jangan sampai kemudian batas bawahnya dilos," tutur Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto belum lama ini. (fyk/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Erajaya Masih Meraba Segmen Wearable

    Erajaya Masih Meraba Segmen Wearable

    Jumat, 24 Mar 2017 15:52 WIB
    Pemilik jaringan distributor ponsel terbesar di Indonesia Erajaya mengaku masih meraba-raba kebutuhan konsumen di segmen wearable gadget dan juga IoT.
  • Ketika Advan G1 Diajak Motret di Alam Bebas

    Ketika Advan G1 Diajak Motret di Alam Bebas

    Jumat, 24 Mar 2017 15:35 WIB
    Anggapan ponsel brand lokal berkualitas seadanya coba ditepis Advan pada ponsel teranyarnya, G1. Caranya, dengan menjajal kemampuan tersebut di alam bebas.
  • Teman Melinda Gates Geli Makan Rambutan

    Teman Melinda Gates Geli Makan Rambutan

    Jumat, 24 Mar 2017 14:08 WIB
    Dalam kunjungan ke Indonesia, Melinda Gates ditemani Susan Desmond Hellman CEO Bill & Melinda Gates Foundation. Dia geli saat akan memakan rambutan.
  • TiPhone Ikut Boyong iPhone 7

    TiPhone Ikut Boyong iPhone 7

    Jumat, 24 Mar 2017 13:59 WIB
    Tiphone Mobile Indonesia melalui dua anak perusahaannya, Telesindo Shop dan Megafon, ternyata ikut menawarkan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.
  • iPhone 8 Diprediksi Meledak

    iPhone 8 Diprediksi 'Meledak'

    Jumat, 24 Mar 2017 13:30 WIB
    iPhone 8 kemungkinan besar diluncurkan bulan September mendatang. Meski masih jauh, penerus iPhone 7 itu diprediksi mendapat sambutan hangat.
  • Google Asisstant Menyapa OnePlus 3 dan 3T

    Google Asisstant Menyapa OnePlus 3 dan 3T

    Jumat, 24 Mar 2017 12:42 WIB
    Dalam perkembangannya, Google Assistant tak hanya untuk Google Pixel. Fitur ini kemudian merambah ke lebih banyak ponsel, antara lain OnePlus 3 dan 3T.