KONSULTASI INTERNET SECURITY
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia.
Senin, 26 Sep 2016 16:40 WIB

KlinikINET

Ancaman Scam 'Gadis Mabuk' di Ponsel

Konsultan: Alfons Tanujaya - detikInet
Jakarta - Dua hari yang lalu saya mengklik tautan link 'gadis mabuk' yang ramai di Facebook menggunakan ponsel Android lewat Google Chrome, kemudian diarahkan ke dropbox. Saat itu gak terjadi ada apa-apa, lalu saya buka lewat UC browser tetapi disuruh download lagi UC browser. Padahal udah ada UC browser jadi gak saya download. Nah, dari kejadian itu ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:

1. Apa ciri-ciri ponsel kalo terkena virus malware itu?
2. Dampaknya apa jika saya terkena virus itu?
3. Saya waktu itu cuma klik link nya saja tetapi tidak mengunduh apakah saya juga terkena virus?

Jawaban:

Menurut pengetesan lab Vaksincom, aksi Gadis Mabuk versi sebelum versi 2 yang menginstalkan ekstensi "Atas Berita" di Google Chrome di smartphone Android adalah menampilkan iklan untuk instalasi beberapa apps android, salah satunya apps UC Browser dan tidak melakukan instalasi malware.

Sedangkan versi lanjutannya yang sedang beredar yang mengarahkan ke video Youtube "Raksasa Ular Makan Manusia" kelihatannya memanfaatkan korban-korban yang belum menghapus ekstensi jahat Google Chrome "Atas Berita" di browser Chrome pada OS Windows, Mac, Chrome OS dan Linux.

Saat ini Chrome di smartphone belum mendukung ekstensi Chrome jadi harusnya smartphone Android yang menggunakan Chrome belum bisa menjalankan aplikasi jahat ini.

Kabar buruknya, menurut pantauan terakhir Vaksincom korban pengguna Chrome yang masih terjangkit ekstensi "Atas Berita" berjumlah lebih dari 13.000 pengguna Chrome dari berbagai OS.

Hal ini berarti pembuat malware ini bisa meremote lebih dari 13.000 pengguna Chrome yang notabene merupakan pengguna Facebook dan melakukan posting apapun sesuka hatinya.

Salah satu contohnya adalah posting "Raksasa Ular Makan Manusia" yang sedang ramai beredar namun mulai masuk radar pantauan administrator Facebook.

Bahayanya, dalam posting ini pembuat malware ini bisa mengarahkan ke situs alamat internet manapun yang dikehendakinya karena setiap kali malware ini melakukan posting, ia akan membuat satu link baru yang unik memanfaatkan layanan dropbox dan ia memiliki kontrol melakukan forward ke alamat apapun yang dikehendakinya jika korban mengklik postingan di wall.

Saat ini yang dilakukan adalah melakukan forward ke video-video Youtube guna mengelabui korbannya menginstal plugin yang sebenarnya akan menginstal ekstensi "Atas Berita".

Jika pembuat malware ini mengarahkan ke situs yang berbahaya seperti situs pornografi atau situs mengandung malware seperti cryptoware, maka resiko para pengguna Facebook yang melihat postingan wall dari akun yang terinfeksi malware ini menurut penilaian Vaksincom berlipat ganda

Menjawab pertanyaan anda :

1. Apa ciri-ciri hp kalo terkena virus malware itu?

Sejauh ini malware ini belum menginfeksi HP dan hanya menginstal ekstensi di Google Chrome yang melakukan posting ke akun Facebook korbannya.

2. Dampaknya apa jika saya terkena virus itu?

Akun Facebook korbannya akan melakukan auto posting dan melakukan tag pada teman-teman Facebooknya

3. saya waktu itu cuma klik link nya saja tetapi tidak mengunduh apakah saya juga terkena virus?

Menurut pengetesan Lab Vaksincom tidak ada aksi instalasi virus di HP dari Gadis Mabuk, tetapi jika Anda khawatir, silahkan instal antivirus dari Google Play untuk memastikan. (jsn/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Maudy Ayunda Tertarik Bikin Startup, Tapi..

    Maudy Ayunda Tertarik Bikin Startup, Tapi..

    Kamis, 27 Apr 2017 16:59 WIB
    Tak cuma digeluti oleh kalangan pebisnis, industri startup belakangan juga mulai dilirik kalangan selebriti. Lalu bagaimana dengan penyanyi Maudy Ayunda?
  • Ini Dia Sang 13 Startup Pilihan

    Ini Dia Sang 13 Startup Pilihan

    Kamis, 27 Apr 2017 14:50 WIB
    Dari tiga kota pertama yang disambangi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, yakni Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, telah terlahir 13 startup pilihan.