Ups! Gadget Terkena Ompol Anak, Bagaimana Ya?

KlinikINET

Ups! Gadget Terkena Ompol Anak, Bagaimana Ya?

Konsultan: Lucky Sebastian - detikInet
Rabu, 08 Jul 2015 14:09 WIB
(ilustrasi)
Jakarta -

Saya mempunyai tablet Android Samsung Galaxy Tab P3100 yang sering digunakan untuk main game anak saya. Suatu ketika setelah main game, anak saya yang baru berumur 5 tahun ketiduran dan mengompol, sialnya tablet Android yang digunakan main game tersebut basah kuyup kena ompol.

Tindakan apa yang harus dilakukan ketika tablet android basah kena air, ompol dsb agar tidak konslet dan akhirnya mati?

Pengalaman pada handphone yang baterainya bisa dilepas, ketika basah kena air maka tindakan pertama yang harus dilakukan adalah melepas baterainya biar tidak terjadi konsleting. Sedangkan pada tablet kan baterainya tidak bisa dilepas (non removable). Demikian mohon pencerahannya, terima kasih. (singgih ilmiawan)

Jawaban:

Kunci selamatnya sebuah device setelah kena air adalah kesabaran untuk tidak coba penasaran menyalakannya, sampai proses pengeringan benar-benar tuntas. Ompol atau urine, sebenarnya 90% lebih berisi air, tetapi memang bersifat cukup korosif walau tidak sekorosif air laut.

Begini caranya kalau device kita terendam urine atau air laut:

1. Berbeda dengan air biasa, air seni dan air laut memiliki efek korosif yang lebih cepat membuat device rusak. Untuk itu kandungan yang bersifat korosif ini perlu kita netralkan dulu, dengan cairan lain, bisa menggunakan larutan isopropyl alcohol atau kalau dirasakan sulit dengan menggunakan aquadest (air destilasi / air suling). Isopropyl alcohol bisa didapat di toko bahan kimia demikian juga aquadest.

Aquadest juga bisa didapatkan di apotik, atau kalau kesulitan bisa menggunakan air accu (bukan accu zur) , karena air accu sebenarnya adalah air murni hasil destilasi. Pilihan terakhir adalah air “mineral”. Beberapa merek tertentu dari air kemasan sebenarnya bukan air mineral murni, tetapi air destilasi.

2. Jika kita memiliki keahlian untuk membuka device, dengan membuka dan membersihkan setiap part akan lebih baik hasilnya, tetapi jika kita tidak memiliki keahlian tersebut, tuangkan aquadest kedalam wadah seperti baskom, dan rendam device yang terkena urine atau air lau disana.

Boleh dikucek-kucek untuk memastikan sisa garam dan bahan korosif lainnya terlarut dalam air. Jika menggunakan isopropyl alcohol, lebih mudah karena larutan segera menguap. Jika pembersihan ini segera dilakukan secepatnya setelah terendam urine atau air laut, kesempatan device untuk bisa berjalan normal lagi lebih besar.

Langkah penting yang harus diperhatikan setelah device terkena air, air seni atau air laut, adalah jangan coba menghidupkannya.

3. Masukkan device ke dalam toples atau kontainer berisi silica gel (bisa dibeli di apotik) jika punya, atau bisa juga digantikan dengan beras. Jumlah silica gel dan beras, pastikan cukup dan bisa mengubur device di dalamnya. Diamkan disana selama kurang lebih 2 hari. Silica gel dan beras, memungkinkan untuk menyerap uap air dari device dan mengeringkannya.

4. Selama proses jangan penasaran untuk coba menghidupkan device tersebut, karena rasa penasaran ini yang membuat device yang belum kering benar dialiri listrik dan korslet.

5. Setelah 2 hari penuh atau lebih, keluarkan device dan coba di-charge. Kalau memungkinkan untuk mengganti baterai lebih baik. Setelah indikator charging bisa menyala dan charging penuh, silakan coba dinyalakan devicenya.

(jsn/ash)