Update Lolipop untuk Galaxy Note 4 kok Lama?

KlinikINET

<i>Update</i> Lolipop untuk Galaxy Note 4 <i>kok</i> Lama?

Konsultan: Lukcy Sebastian - detikInet
Kamis, 04 Jun 2015 11:14 WIB
(ilustrasi/gettyimages)
Jakarta -

Apakah update Lollipop untuk Galaxy Note 4 di Indonesia belum dikeluarkan oleh Samsung? Kenapa begitu lama? Pada saat saya menggunakan salah satu aplikasi benchmarking untuk melihat spek ponsel, disana saya melihat di bagian prosesornya tertulis 64 bit tapi OS yang sedang dipakai versi KitKat 32 bit.

Apakah karena alasan tersebut update Lollipop untuk Galaxy Note 4 begitu lama diberikan kepada user karena Samsung sedang merancang update Lollipop ke versi 64 bit untuk Galaxy Note 4? (Yohanes_bonardo)

Jawaban:

Waktu saya tulis jawaban ini, Galaxy Note 4 resmi Indonesia tentu saja sudah menerima update Lollipop, tepatnya versi 5.0.1. Setelah ini, kabarnya masih akan ada update ke 5.1 dan kemungkinan masih akan ada update ke Android M nantinya. Google memang mensyaratkan vendor partnernya, supaya setidaknya memberi update minimal sampai 18 bulan sejak device tersebut dirilis.

Galaxy Note 4, yang beredar di dunia memang memiliki 2 versi, pertama yang menggunakan prosesor Snapdragon 805 2.7GHz buatan Qualcomm, dan versi prosesor Exynos 5433 1.9GHz buatan Samsung sendiri.

Mengapa prosesor berpengaruh terhadap update? Coba kita lihat proses untuk update OS Android ternyata tidak mudah dan panjang. Makanya setiap Google merilis update OS baru, banyak device tertinggal update, bahkan tidak bisa mengikutinya.

Begini proses update android OS secara garis besarnya:

- Google merelease PDK (Platform Development Kit) kepada para vendor pembuat device Android rekanan, sebelum Google merilis Android OS yang baru ke publik.

- Google mengumumkan resmi perilisan Android OS yang baru kepada publik, misal Android Lollipop 5.0

- Google memberikan source code OS tersebut ke kedua belah pihak utama, pertama vendor prosesor dan kemudian ke vendor brand. Misalnya Google memberikan source code Android OS yang baru ke Qualcomm dan Samsung Chip division, juga ke Samsung Mobile.

- Pembuat prosesor menentukan terlebih dahulu, apakah mereka akan men-support OS yang baru di prosesor yang sudah dipakai sekarang, atau tidak. Jika pembuat prosesor baik secara teknis atau hitungan bisnis atau alasan lain merasa support update ini tidak bisa berlanjut, maka device yang menggunakan prosesor tersebut tidak akan mendapat update OS.

- Sementara itu vendor pembuat device (di kasus ini Samsung Mobile), mempersiapkan persyaratan yang diperlukan seperti yang disyaratkan Google untuk update OS yang baru ini.

- Jika pembuat prosesor memutuskan melanjutkan update ke android OS yang baru, maka pembuat prosesor merilis driver dan optimalisasi chipset yang baru, yang diperlukan vendor untuk meng-update OS.

- Tim software dari vendor kemudian membuat update OS ini, dan jika memiliki UI (User Interface) sendiri, maka diperlukan integrasi antara andoid OS baru dari Google dengan UI dari vendor, yang di Samsung dikenal sebagai Touchwiz UI.

- Setelah Android OS baru ini jadi, kemudian dicoba di internal vendor. Android OS yang baru ini tidak serta merta langsung berjalan mulus, pasti memiliki banyak bug, atau kegagalan di berbagai tempat, yang kemudian diterima report-nya oleh tim software dan di-patch atau diperbaiki. Uji coba ini berlangsung tidak hanya di kantor pusat tempat dimana device tersebut dibuat, tetapi di semua negara dimana device tersebut dijual, supaya memastikan network yang didukung, bahasa yang digunakan, dan aturan yang diterapkan di setiap tempat terpenuhi dengan baik.

- Setelah dites dan dicoba, dan Android OS ini sudah dianggap layak dan memenuhi syarat yang ditetapkan, OS ini kemudian dikirimkan ke Google untuk mendapat sertifikasi. Jika ada persyaratan sertifikasi tambahan dari regulator dan industri negara yang bersangkutan, sample update OS ini juga dikirimkan kepada pihak yang berwernang tersebut.

- Setelah Google, regulator dan industri memberikan sertifikasi, baru update OS ini disiapkan di server vendor untuk dikirimkan secara OTA (Over The Air) kepada konsumen, dan bisa didownload updatenya.

- Jika nanti setelah dipakai konsumen masih tersisa bug atau hambatan, vendor harus mengeluarkan update lagi untuk menambal bugs tersebut.

Proses yang panjang tersebut memperlihatkan bahwa membuat update OS memang tidak mudah untuk Android yang memiliki ribuan tipe dari ratusan vendor. Kebanyakan persyaratan 18 bulan update dari Google hanya bisa dipenuhi oleh brand-brand besar, karena setiap proses update diatas berarti membutuhkan biasa besar, dari team software membuat update, melakukan testing dan mempersiapkan server, sampai menambal bugs.

Makanya lebih mudah device yang baru keluar memiliki OS Android terbaru dibandingkan memberikan update OS, dan harus dimengerti mengapa update OS membutuhkan waktu yang cukup lama, semenjak dirilis oleh Google untuk bisa diterapkan oleh vendor-vendor kepada device lamanya.

Untuk Samsung Galaxy Note 4, selain mempunyai 2 tipe device berdasarkan prosesor, pada Galaxy Note 4 berbasis prosesor Exynos sendiri memiliki 6 varian, C, S, L, K, U, H berdasarkan lokasi dimana device tersebut dipasarkan. Untuk Indonesia sendiri type resminya SM-N910H. (Sebagai catatan tambahan untuk Galaxy Note 4 versi prosesor Snapdragon ada 9 varian).

Jadi bayangkan ragam update OS Android Lollipop yang harus dibuat untuk tipe Galaxy Note 4 sendiri, berarti harus disiapkan 15 varian OS. Tetapi jika kita lihat rekam jejaknya, vendor seperti Samsung, LG, HTC dan Sony, cukup tanggap untuk senantiasa mengupdate OS android, terutama untuk device high-end dan flagship mereka. Jadi kita berharap update Lollipop ini bukan yang terakhir, tetapi akan ada update Android M selanjutnya.

Sayangnya, seperti yang anda harapkan di OS Lollipop baru yang mendukung prosesor 64 bit, update untuk Galaxy Note 4 masih hanya 'dikunci' untuk 32 bit, walaupun prosesornya dikabarkan mendukung.

Kemungkinan ini karena masalah aturan sertifikasi tadi, atau juga kemungkinan adanya hambatan lain yang mungkin dirasa pihak Samsung, tidak bisa memberikan experience yang sempurna kepada pemakainya.



(jsn/ash)