Kata-Kata Kasar & Kecanduan Game Pada Anak

Klinik Cyberlife

Kata-Kata Kasar & Kecanduan Game Pada Anak

- detikInet
Selasa, 10 Jul 2012 11:15 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Ketika saya bermain di warnet, banyak anak-anak terutama anak laki-laki yang bermain game online. Namun saat mereka bermain, mereka mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas mungkin karena kesal bertarung dengan teman sebayanya. Sepertinya itu bermain saling adu pukul, tembak-menembak, dsbnya.



Apakah itu termasuk dampak negatif bermain game online? Bagaimana menghilangkan kecanduan game tersebut?


(Rio, Pria, 23th)


Jawaban :


Game online bagi sebagian orang, dapat menjadi semacam katalis untuk melampiaskan emosi seseorang. Tak jarang pula game online seperti menawarkan 'kehidupan' ataupun pengalaman lain yang sulit didapat oleh pemainnya di kehidupan nyata. Misalnya saja menjadi orang yang berkuasa, berlimpah harta, memiliki banyak teman, dan disegani oleh lawan. 


Ketika game online dimainkan terus-menerus, maka pemainnya akan menjadi lebih sering 'berkomunikasi' dengan pihak lain melalui perantara avatar-avatar (tokoh-tokoh imajiner digital). Dalam keadaan tertentu, yang kemudian dianggap kecanduan, adalah ketika pemainnya tidak mudah lagi memisahkan emosi dan perasaan dirinya sendiri dengan tokoh imajiner yang dimainkannya.


Walhasil, bagi para pemain yang kecanduan game online, kehidupan 'nyatanya' adalah justru yang di game online tersebut. Sedangkan yang sesungguhnya nyata, bagi mereka hanyalah sampingan sekedar beristirahat dan makan.


Bagaimana menghilangkan kecanduan game? Jika memang sudah dirasakan oleh orang sekitarnya, semisal keluarga dan kerabat, bahwa seseorang sudah menyandu game online pada taraf yang mengkhawatirkan (misalnya, sampai mengganggu konsentrasi belajar sehingga nilai pelajarannya anjlok, jarang ada di rumah atau ada perubahaan sikap menjadi pendiam, pemurung ataupun pemarah ketika ada di rumah, menghabiskan uang saku ataupun hingga mencuri uang atau barang demi bermain game online), maka perlu ada penetrasi yang tegas dari pihak lain.


Pada fase tersebut, seorang pecandu sudah merasakan kenikmatan yang tak bisa diputus sewaktu-waktu oleh kesadaran dirinya-sendiri. peran orangtua ataupun siapapun yang dengan dengan dirinya, adalah segera menghentikan kebiasaannya bermain game tersebut dan mengawasinya dengan ketat. jika memang hal tersebut tidak cukup atau tidak dapat dilakukan, maka berkonsultasilah dengan seorang psikiater khusus anak/remaja.


Kemudian untuk menjawab pertanyaan apakah mengeluarkan kata-kata kasar saat bermain game online adalah dampak negatif dari game online ataupun bukan, maka saya akan menjawab 'bukan'. Kebiasaan mengelurkan kata-kata kasar adalah lebih pada pengaruh lingkungan atau peer-group (teman sepermainan) mereka.


Karena kata-kata kasar juga dapat terlontar oleh mereka, yang karena pengaruh tadi, ketikda sedang melihat tayangan olahraga, sedang bertanding atapun hal lain yang membangkitkan emosi, baik itu emosi marah, senang ataupun terkejut.


Dalam hal ini, kata-kata kasar adalah bentuk verbal dari luapan ekspresi atau emosi. Pun, orang yang pengaruh lingkungan ataupun peer group-nya tidak membiasakan untuk berkata kasar, maka pemain game online pun akan menggunakan pilihan lain untuk meluapkan ekspresi ataupun emosinya.


Misalnya dengan mengepalkan tangan, dengan meninju telapak tangganya sendiri ataupun dengan meninju telapak tangannya sendiri ataupun dengan teriakan-teriakan yang tidak tergolong kata-kata kasar.


(jsn/ash)