Back to Top
Sheryl Sandberg - COO Facebook

1

Sheryl Sandberg - COO Facebook

Kesuksesan Facebook sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan kelahiran Washington, 28 Agustus 1969 silam. Bergabung sejak 2008, Sheryl  menjadi wanita pertama yang masuk di jajaran dewan direksi Facebook. 

Atas prestasinya itu, Sheryl sudah beberapa kali dinobatkan sebagai wanita paling powerfull di dunia teknologi versi majalah Forbes. Harta kekayaannya pun berlimpah, hingga kini diperkirakan telah mencapai USD 1,4 miliar.

Next
Susan Wojcicki - CEO YouTube

2

Susan Wojcicki - CEO YouTube

Susan Wojcicki menjadi salah satu contoh wanita yang sukses membangun karier dan keluarga. Bayangkan dikesibukannya sebagai CEO YouTube, ia masih sempat mengurusi lima orang anaknya.

Nama Susan sendiri memang kalah bersinar ketimbang pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Tapi jasanya tidak bisa disepelekan.  Garasi rumah Susan sempat dijadikan kantor oleh duo founder Google itu.

Ia pun menjadi salah satu inisiator dibuatnya Google Doodles.  Selain itu, Susan turut andil dalam proses pengakusisian Youtube oleh Google pada 2007 silam.  Sejak 2014, perempuan kelahiran California ini dipercaya memimpin layanan streaming video terbesar di dunia.

Next
Virginia Rometty - CEO IBM

3

Virginia Rometty - CEO IBM

Virginia 'Ginni' Rometty menjabat sebagai CEO IBM sejak Oktober 2011. Ia menggantikan Palmisasno yang sudah menjabat sebagai CEO selama hampir satu dekade. Ginni tercatat sebagai CEO wanita pertama yang dimiliki IBM. 

Prestasi tersebut tidak didapat dalam sekejap. Dia meniti kariernya dari  bawah sebagai seorang system engineer pada 1981. Sebelum menjadi orang nomor satu di perusahaan yang bermarkas di Armonk, North Castle, New York, Amerika itu, Ginni sempat menduduki posisi senior vice president and group executive for sales, marketing and strategy.

Next
Marissa Mayer  - CEO Yahoo

4

Marissa Mayer - CEO Yahoo

Ditunjang dengan parasnya yang menawan, Marissa menjadi cepat terkenal dan disegani. Terlebih lagi, dia memang punya kemampuan dan kepandaian sehingga melesatkan posisinya. 

Setelah menamatkan pendidikan pascasarjana di Stanford University, Marissa Mayer bergabung ke Google pada 1999. Ia tercatat sebagai enginer perempuan pertama yang bekerja di raksasa pencarian internet itu. Salah satu kontibusi terbesarnya adalah AdWords yang kini menjadi mesin uang Google.

Atas kemampuanya itu, Marrisa kemudian dipinang oleh Yahoo untuk menduduki posisi Presiden sekaligus CEO di 2011.  Akusisi Tumblr senilai Rp 14 triliun menjadi salah satu keputusan penting yang Marissa ambil dikepemimpinannya.

Next
Angela Ahrendts - SVP Retail dan Online Stores Apple

5

Angela Ahrendts - SVP Retail dan Online Stores Apple

Angela Ahrendts bisa dinobatkan sebagai wanita pemberani. Bagaimana tidak, hampir tiga dekade bergelut di industri  fashion dan menjadi CEO Burberry ditinggalkannya demi Apple.

Di perusahan besutan Steve Jobs itu, Angela didapuk sebagai Senior Vice President Apple Retail. Gajinya cukup fantastis, Angela mendapatkan bayaran USD 25,8 juta per tahun, atau sekitar Rp 345 miliar per tahun. Bayaran ini terdiri dari gaji tunai USD 5,8 juta dan saham USD 20 juta.

Next
Ruth Porat - CFO Alphabet

6

Ruth Porat - CFO Alphabet

Sebelum bergabung dengan Google sebagai Chief Financial Officer (CFO) di tahun 2015, Ruth Porat adalah salah satu wanita paling berkuasa di Wall Street. Sejak tahun 2010 dia menjabat sebagai CFO Morgan Stanley.

Setelah Google mendirikan perusahaan induk Alphabet, status Ruth berubah. Perempuan kelahiran 1957 ini menjadi CFO Alphabet. Salah kebijakannya adalah penerapan inisiatif pemotongan biaya yang ketat sehingga meningkatkan keuntungan operasional. 

Next
Meg Whitman - CEO Hewlett-Packard

7

Meg Whitman - CEO Hewlett-Packard

Diusianya yang menginjak 60 tahun, Meg Whitman masih menjabat sebagai CEO  Hewlett Packard Enterprise.  Ia menjadi orang nomor satu diperusahaan tersebut sejak 2011 silam.

Sebelumnya, perempuan yang sempat bercita-cita menjadi dokter itu sempat menjadi CEO eBay. Di bawah kepemimpinannya dia mampu mengembangkan situs lelang itu begitu besar,  dari hanya punya 30 orang karyawan menjadi 15 ribu karyawan.

Next
Ursula Burns - CEO Xerox

8

Ursula Burns - CEO Xerox

Pada 2009, Ursula Burns dipercaya menjadi CEO Xerox. Ini menjadikannya sebagai wanita Amerika Serikat berkulit hitam pertama yang menjadi CEO.

Kini nyaris sewindu Ursula menahkodai Xerox. Tapi bila ditotal ia telah mengabdi 36 tahun diperusahaan tersebut terhitung sejak magang musim panas di 1980.

Next
Safra Catz - Co-CEO Oracle

9

Safra Catz - Co-CEO Oracle

Safra Catz merupakan Presiden dan Chief Financial Officer Oracle. Ia lahir pada 1 Desember 1961 di Holon, Israel.

Catz sudah banyak makan asam garam di dunia bisnis. Sebelumnya ia pernah berkarir di perusahaan bernama Donaldson, Lufkin & Jenrette, serta Global Investman Bank.

Safra Catz pernah menjadi President dan Chief Financial Officer Oracle. Sejak 2014, ia menduduki posisi Co-CEO perusahaan tersebut

Next
Amy Hood - CFO Microsoft

10

Amy Hood - CFO Microsoft

Setelah Satya Nadella, orang penting selanjutnya adalah Amy Hood. Ia adalah Chief Financial Officer dari Microsoft. Sebelum menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai CFO di Microsoft, Amy sempat menjadi kepala divisi bisnis perusahaan besutan Bill Gates itu.

Dibawah kepemimpinan perempuan kelahiran 1971 ini, Microsoft bisa meraup pendapatan USD 93,6 miliar pada tahun fiskal 2015. Angka tersebut meningkat USD 6,7 miliar dari tahun sebelumnya.

Next
Ana Corrales - VP Google Store

11

Ana Corrales - VP Google Store

Cukup lama Ana Corrales mengabdi di Cisco. Kariernya pun dimulai dari bawah hingga menduduki posisi Senior Vice President Product Operations.

Barulah Agustus 2015, Ana pidah ke Nest yang merupakan anak usaha Google. Di perusahaan tersebut, lulusan Stanford University itu dipercaya sebagai  Chief Financial Officer. Barulah Agustus tahun lalu dia dipercaya sebagai VP Google Store, Global Operations and Supply Chain.

Next
Belinda Johnson - Chief Business Affairs and Legal Officer Airbnb

12

Belinda Johnson - Chief Business Affairs and Legal Officer Airbnb

Ia kerap dianggap sebagai 'Sheryl Sandberg'-nya Airbnb. Bergabung pada 2011 dan menjadi eksekutif pertama yang direkut oleh CEO Airbnb Brian Chesky.

Sososk Belinda lah yang mendorong Chesky untuk mengenal regulaasi sebelum terjadi konflik. Kini sebagai Chief Business Affairs and Legal Officer Airbnb mengawasi kemitraan, kebijakan publik, komunikasi, iniiatif sosial, filantropi dan tentu saja aspek hukum.

Next
Kelly  Kramer - Executive Vice President and CFO Cisco

13

Kelly Kramer - Executive Vice President and CFO Cisco

Kelly Kramer adalah Executive Vice President and CFO Cisco yang mengelola strategi keuangan dan operasioanl perusahaan dengan lebih dari 72 ribu karyawan.  Adapun tugas yang diembannya adalah  memaksimalkan nilai pemegang saham jangka panjang, memastikan portofolio inisiatif pertumbuhan yang seimbang dan mempertahankan tingkat integritas dan transparansi yang tinggi yang diketahui Cisco.

Wanita lulusan jurusan matematika Purdue University ini bergabung dengan Cisco pada tahun 2012 sebagaiSenior Vice President of Corporate Finance. Sebelum ke Cisco, dia adalah wakil presiden dan kepala keuangan ice President and Chief Financial Officer of GE Healthcare's Healthcare Systems. Selama 20 tahun dengan General Electric, dia sepat memegang peran CFO lainnya termasuk CFO GE Healthcare Biosciences, sebuah divisi dalam Life Sciences and Molecular Diagnostics.

Next
Lisa Su - CEO AMD

14

Lisa Su - CEO AMD

Dr Lisa Su mulai menjadi komado di AMD pada 2014. Terpilihnya Su sekaligus menjadikannya sebagai CEO wanita pertama di AMD. Selama 45 tahun berdiri, perusahaan ini selalu dipimpin oleh pria.

Wanita usia 44 tahun ini memiliki latar belakang yang bagus di sektor pengembangan teknologi mobile. Sebelum bergabung dengan AMD di tahun 2012, Su telah menghabiskan lima tahun bekerja memimpin pengembangan tekonologi di Freescale, perusahaan semikonduktor raksasa di AS dan 13 tahun di IBM.

Next
Yoky Matsuoka - CTO Nest

15

Yoky Matsuoka - CTO Nest

Yoky Matsuoka adalah pakar robotika. Ia tercatat sebagai pendiri lab Google X dan Vice President of Technologu (VPT) Nest.

Di tahun 2016, ia sempat hengkang dari Nest untuk bergabung dengan Apple. Di perusahaan tersebut ia menangani divisi teknologi kesehatan Apple, seperti HealthKit dan ResearchKit.

Sembilan bulan berselang, ia cabut dari perusahaan yang dikomandoi oleh Tim Cook itu. Alphabet pun segera meminangnya kembali sebagai Chief Technology Officer (CTO) di Nest. 

Next
Jen Fitzpatrick, VP Google Maps

16

Jen Fitzpatrick, VP Google Maps

Jen Fitzpatrick menjadi salah satu karyawan pertama di Google. Ia bergabung tidak lama setelah raksasa pencarian internet itu didirikan, yakni 1999. Kala itu statusnya sebagai mahasiswa magang.

Kini Jen dipercaya sebagai Vice President dari aplikasi yang telah digunakan lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia. Jadi ditangannya kita dapat melacak jalanan macet, rute ke suatu tempat hingga melihat keindahan gunung dan karang laut lewat Google Maps.

Next
Sun Yafang - Chairwoman Board Huawei Technologies

17

Sun Yafang - Chairwoman Board Huawei Technologies

Sun Yafang dikenal sebagai ratu Huawei. Dialah yang membuat perusahaan ini menjadi salah satu suplier hardware telekomunikasi terkemuka dunia. Tidak salah bila Fortune menobatkannya sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di Asia Pasifik.

Perempuan kelahiran 1955 ini bergabung ke Huawei sejak 1989. Kala itu ia sebagai enginer di Departemen Marketing dan Sales.  Kariernya cukup melesat, dalam sepuluh tahun ia sudah menduduki kursi dewan direksi Huawei. 

Next
Cher Wang - CEO HTC

18

Cher Wang - CEO HTC

Cher Wang merupakan salah satu  pendiri perusahaan smartphone HTC. Selain itu ia inovator lahirnya chipset terintegrasi VIA Technologies.

Cher memang telah mendapatkan darah bisnis sejak lahir, Ia merupakan anak perempuan dari ikon bisnis Taiwan, Y.C. Wang.

Saat ini Cher tengah menghadapi masa-masa sulit. Hal itu terkait dengan semakin terhimpitnya HTC dari persaingan bisnis. Namun ia memastikan bahwa HTC tidak akan pernah menyerah dan menghilang dari pasaran.  

Next
Lucy Peng - Co-Founder Alibaba

19

Lucy Peng - Co-Founder Alibaba

Siapa sangka mantan guru kini menjadi seorang miliarder. Dia adalah Lucy Peng, salah satu pendiri Alibaba. Sejak 1999 ia ikut membesarkan e-commerce terbesar China bersama Jack Ma.

Sejak 2010 hingga 2013, Lucy berperan sebagai  CEO Alipay yang menjalankan bisnis pembayaran online. Setelahnya dia diangkat menjadi CEO Alibaba Small and Micro Financial Services Group.

Perempuan yang dipunya nama Peng Lei ini turut menjabat sebagai Chief People Officer (CPO) Alibaba Group selama lebih dari 10 tahun. Tak sampai disitu, dia turut menjabat sebagai CEO Ant Financial Services Group, perusahaan jasa keuangan sebagai induk seluruh pembayaran online Alibaba

Kepiawaiannya  dalam membesarkan Alibaba menobatkannya sebagai pebisnis perempuan yang disegani di dunia oleh majalah Forbes. Tahun ini, ia tercatat sebagai miliarder baru dengan nilai kekayaan USD 1,1 miliar.

Next
Zhou Qunfei - Founder and CEO Lens Technology

20

Zhou Qunfei - Founder and CEO Lens Technology

Kisah Zhou Qunfei ini tampaknya patut diteladani. Berasal dari keluarga miskin, putus sekolah di usia belia dan tak punya pilihan selain jadi buruh pabrik, kerja keras Zhou akhirnya membuatnya jadi wanita terkaya di China berkat bisnis teknologi yang digelutinya. 

Menurut perhitungan terbaru dari Forbes, Zhou kini menduduki posisi 30 manusia terkaya di jagat teknologi. Hartanya diestimasi USD 7,5 miliar. Kekayaannya menjulang berkat perusahaan Lens Technology yang dang dirintisnya. 

Jika Anda memakai ponsel buatan Samsung atau Apple, besar kemungkinan komponen layar touchscreen adalah buatan Lens Technology. Meski saat ini sudah banyak rival,  Zhou menyatakan ia siap mengembangkan inovasi baru di industri layar sentuh.

Next
Chua Sock Koong - CEO Singtel

21

Chua Sock Koong - CEO Singtel

Sejak 2007, Chua Sock Koong memimpin Singtel. Lewat kemampuannya, Chua berhasil meningkatkan kemajuan p operator terbesar di Singapura dengan signifikan.

Kini Singtel mampu menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. Mengubungkan 468 juta pelanggan atau sekitar 6,5% populasi dunia. Tidak salah Forbes menobatkannya menjadi salah satu perempuan Asia paling berpengaruh.