Asosiasi Game Indonesia dan Masa Depan Industri yang Menjanjikan

Asosiasi Game Indonesia dan Masa Depan Industri yang Menjanjikan

Panji Saputro - detikInet
Minggu, 13 Jun 2021 19:13 WIB
Asosiasi Game Indonesia Bantu Kembangkan Industri Game di Indonesia
Asosiasi Game Indonesia Bantu Kembangkan Industri Game di Indonesia (Foto: Asosiasi Game Indonesia)
Jakarta -

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan game Tanah Air, ada organisasi developer game di Indonesia. Bertajuk Asosiasi game Indonesia (AGI), ke depannya ini menjadi sebuah wadah pendukung untuk perkembangan industri game di Indonesia.

AGI dibentuk pada tahun 2013 oleh enam orang bertalenta yang memang berkecimpung di dunia game. Mereka adalah Andy Suryanto dari LYTO, Eva Muliawati dari Megaxus, Gede Mahartapa dari GudangVoucher, Arief Widhiyasa dari Agate, Kris Antoni dari Toge Productions dan Jun Long dari Jotter Productions.

Sejak awal didirikannya, AGI bertujuan untuk mewakili semua stakeholder di industri game. Mulai dari developer, publisher, hingga payment gateway dan ads network.

"Dulu tidak ada yang menjadi perwakilan untuk bersuara di Industri ini ketika ingin berkomunikasi baik dengan pemerintah maupun masyarakat," kata Cipto Adiguno, Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia periode 2019-2024, Jumat (11/6/2021).

Lalu ketika industri game sudah lebih besar dan dapat dipahami baik oleh masyarakat, banyak asosiasi lain bermunculan. Maka sejak tahun 2019, Asosiasi Game Indonesia hanya berfokus pada pengembangan dan publishing video game.

"Kami tidak mewakili board game, esports, intellectual property dan lain-lain," tegas Cipto.

Ditanya terkait visi dan tujuan besar lainnya, Cipto mengungkapkan bahwa sesuai dengan slogan AGI yaitu mempercepat pertumbuhan industri game Indonesia.

"AGI percaya bahwa tanpa kami pun industri game lokal akan tetap tumbuh. Namun dengan menyatukan stakeholders, pertumbuhan itu akan semakin cepat dan terarah," jelas Cipto.

Untuk stakeholder yang dimaksud tidak hanya developer dan publisher game saja, namun ada beberapa lembaga yang mereka coba rangkul. AGI juga berkoordinasi dengan pemerintah seperti Kemenparekraf, Kominfo, KBRI, Kemendag ITPC dan sebagainya.

"Tujuannya untuk peningkatan kapasitas bisnis dan regulasi serta institusi pendidikan (politeknik, universitas dan SMK) untuk pencetakan talenta-talenta baru," tambahnya.

Asosiasi Game Indonesia juga menjalin hubungan dengan pihak-pihak luar seperti Nintendo, Sony, Microsoft, Goggle dan Apple. Hal ini dilakukan untuk memastikan developer dalam negeri mendapat akses dan dukungan dari mereka.

Beberapa game yang sudah menerima dampak positif dari hadirnya AGI yakni Coffee Talk dari Toge Productions yang rilis di Nintendo dan game Fallen Legion yang rilis di PlayStation.



Simak Video "Game Indonesia 'Tirta' Bakal Tersedia di PS5"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)