3 Developer Game yang Untung Besar di Tengah Pandemi

3 Developer Game yang Untung Besar di Tengah Pandemi

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Senin, 25 Jan 2021 22:10 WIB
PUBG Mobile
Game PUBG Mobile buatan Tencent (Tencent)
Jakarta -

Jumlah pemain game melonjak di saat pandemi. Inilah 3 perusahaan developer game yang untung besar.

Bermain game menjadi salah satu pilihan hiburan yang paling mudah dijangkau di saat pandemi seperti sekarang ini. Akibatnya, jumlah gamers melonjak drastis di berbagai negara. Berdasarkan laporan Newzoo Global Games Market Report 2020, mobile game mengalami peningkatan terbesar selama tahun ini dengan pendapatan US$ 77,2 miliar atau tumbuh sebesar 13,3% year on year. Sementara itu, developer game konsol mencatatkan pendapatan selama 2020 sebesar US$ 45,2 miliar atau tumbuh 6,8% year on year. Di sisi lain, game PC menghasilkan US$ 33,9 miliar tahun ini.

Memangnya penghasilan developer atau publisher game bisa sebesar itu? Tergantung jumlah pemain yang membeli dan memainkan game mereka. Karena itu, berikut adalah daftar developer game terbesar di dunia dengan komunitas games yang juga besar yang mampu meraih untung di situasi pandemi saat ini, berdasarkan data dari Newszoo.

1. Tencent

Perusahaan asal China ini memiliki lebih dari 60 ribu karyawan dengan investasi ke lebih dari 600 perusahaan. Di industri esports, Tencent dikenal sebagai pengembang PUBG Mobile. Dilansir dari Esports Observer, pada 2020 Tencent berhasil mencatatkan pendapatan bersih US$ 18,9 miliar di Q3 tahun 2020 dan laba bersih yang meningkat 85% year on year dari tahun 2019 hingga mencapai US$ 5,88 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar US$ 6,26 miliar didapatkan dari game online rilisannya, yang pendapatannya juga meningkat 45% year on year. Jumlah ini terutama didapatkan dari game Peacekeeper Elite dan Honor of Kings yang melebihi 100 juta pengguna harian rata-rata dalam sepuluh bulan pertama tahun 2020. Selain itu, PUBG Mobile dan Clash of Clans juga turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan ini.

Perusahaan yang didirikan oleh Ma Huateng ini juga telah mengakuisisi banyak game developer lainnya, salah satunya adalah pengembang asal Amerika Serikat, Riot Games, yang mengembangkan League of Legends. Tak tanggung-tanggung, untuk 93% saham yang dimiliki, Tencent telah menginvestasikan lebih dari US$ 350 juta pada 2011, sebagaimana dilansir dari Wall Street Journal.

Pada 2015, Tencent pun membeli 7% saham sisanya sekaligus mengakuisisi Riot Games. Bahkan, di masa pandemi ini, Tencent masih bisa menginvestasikan saham sebesar 20% kepada developer asal Jepang, Marvelous Inc. atau menyuntik dana sebesar US$ 65 juta, seperti yang dilansir dari Bloomberg. Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan Tencent, PUBG Mobile Global Championships pun bisa menjadi salah satu turnamen esports dengan nilai hadiah terbesar.

Halaman selanjutnya: Sony...



Simak Video "Belum Optimal, Bos RRQ Dorong Pemerintah Benahi Ekosistem eSports"
[Gambas:Video 20detik]