Rabu, 25 Des 2019 21:30 WIB

Demonstrasi Hong Kong 'Merembet' ke Game GTA V

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Istimewa/LIHKG
Jakarta - Protes di Hong Kong yang menentang undang-undang ekstradisi kontroversial telah berlangsung sejak Juni 2019. Kini, demonstrasi tersebut merembet hingga Grand Theft Auto (GTA) V online. Lho, kok bisa?

Rupanya sejak update Diamond Casino Heist datang, gamer GTA V online dari Hong Kong bisa meniru pakaian demonstran dengan mudah. Misalnya dengan menggunakan pakaian hitam, helm berwarna kuning dan masker gas air mata.

Dilansir detikINET dari Abacus News, Selasa (24/12/2019) gamer asal Hong Kong kemudian mengumpulkan demonstran lainnya lewat forum internet bernama LIHKG. Lewat forum ini, mereka mengajak gamer GTA V online asal Hong Kong lainnya untuk membeli satu set kostum yang dinamai 'Glory to Hong Kong' dan bergabung dengan kru bernama 'Stand With Hong Kong'.

Kru ini melakukan berbagai tindakan kekerasan di game seperti merusak stasiun kereta bawah tanah dan melempar bom molotov ke arah kendaraan polisi.


Gamer di China daratan yang pro pemerintah langsung merespon gerakan para demonstran. Mereka datang mengenakan seragam polisi dan mengendarai truk yang membawa water cannon.

Kedua kubu kemudian terlibat dalam pertarungan sengit yang juga melibatkan railgun. Pada akhirnya, kubu gamer China daratan memenangi pertempuran tersebut karena jumlah pemainnya yang jauh lebih banyak dibanding gamer Hong Kong.

GTA V sendiri sebenarnya belum mendapat persetujuan dari otoritas China karena kontennya yang mengandung obat-obatan terlarang, kekerasan dan adegan yang bersifat seksual. Beberapa gamer pun khawatir jika GTA V menjadi tempat yang sarat politik bisa berujung pada pemblokiran oleh pemerintah China.

"Apa LIHKG mencoba membuat GTA V berada dalam masalah?" tanya seorang netizen lewat Weibo.

Protes di Hong Kong beberapa bulan terakhir memang bisa dengan mudah ditiru lewat video game. Contohnya seperti game "Everyone Hit the Traitors" buatan China yang memungkinkan gamer untuk memukuli demonstran.

Selain itu, ada juga game virtual reality bernama 'Liberate Hong Kong' yang memungkinkan pemainnya untuk merasakan menjadi demonstran tanpa harus keluar rumah.

Simak Video "Dikepung Polisi di Kampus, Demonstran Hong Kong Dijemput Ortu"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)