Minggu, 01 Des 2019 22:10 WIB

5 Alasan Mobile Legends Bisa Jadikan Indonesia Jagoan eSport

Tim Moonton Indonesia - detikInet
Foto: Moonton Indonesia Foto: Moonton Indonesia
Jakarta - Sejak beberapa tahun silam, atlet esport Indonesia memang sudah mengukir prestasi di tingkat dunia. Ini juga salah satunya yang mengantarkan Indonesia unjuk gigi di berbagai kancah bergengsi.

Sebut saja Fnatic/XcN yang berisikan para pemain Indonesia seperti Farand Kowara, Ariyanto Sonny, dan kawan-kawannya, berhasil jadi juara sejumlah kompetisi DotA tingkat internasional.

Di CS:GO, ada TEAMnxl yang digawangi Richard Permana yang juga berhasil meraih sejumlah kemenangan di beberapa turnamen tingkat internasional. Itu tadi untuk beberapa game yang publisher-nya absen di Indonesia.

Selain itu, atlet esport kita juga mengukir prestasi di beberapa game yang publisher-nya ada di Indonesia, seperti Point Blank dan AyoDance. Meski demikian, torehan prestasi atlet-atlet esport Indonesia tadi belum berhasil menjadikan Indonesia sebagai kiblat esports dunia untuk game-nya masing-masing.

Di sisi lain, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) berpeluang besar menjadikan Indonesia sebagai trendsetter esports-nya di tingkat dunia. Apa saja alasan kenapa MLBB bisa menjadikan Indonesia trendsetter esports dunia? Inilah 5 alasannya.

1. Dominasi tim Indonesia di ajang esport internasional

Meski sudah ada sejumlah pemain esport Indonesia yang jadi juara di tingkat internasional, kita belum bisa dibilang mendominasi ajang tersebut di game-nya masing-masing, kecuali MLBB dan AyoDance.

Kenapa Indonesia bisa dibilang mendominasi ajang esports MLBB internasional di 2019 ini? Karena ada 2 ajang esports internasional yang dengan all-Indonesian final. MSC 2019 (19-23 Juni 2019) mempertandingkan antara ONIC melawan Louvre di Grand Final. Demikian juga, dengan M1 World Championship 2019 (11-17 November 2019) yang menyuguhkan pertandingan final antara EVOS dan RRQ.

Menurut cerita Lucas Mao, MPL Indonesia League Commisioner, para pemain MLBB di Turki juga bahkan memperhatikan MPL Indonesia untuk mempelajari strategi dan skill permainan para pemain Indonesia. Tak sedikit juga para pemain di sana yang mengidolakan ONIC Esports.

"Ada satu cerita menarik yang kami dapatkan saat menggelar turnamen di Turki bulan Juli lalu. Gamer di sana mengaku sebagai fans berat ONIC dan mengikuti perkembangan MPL Indonesia untuk meningkatkan skill bermain mereka," ujar Lucas.

Tingkat skill dan strategi permainan yang lebih tinggi dibanding kawasan lainnya ini juga yang menjadikan Eropa sebagai trendsetter olahraga sepak bola dan Amerika Serikat untuk bola basket.

Meski memang, kualitas permainan tim-tim yang tinggi bisa membuat kita jadi pusat perhatian, ada lagi faktor penting lain yang tak bisa diacuhkan jika kita berbicara soal industri game.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3