Jumat, 08 Nov 2019 17:01 WIB

Kemenpora: eSport Ibarat Kacang Hijau di Atas Kapas

Aisyah Kamaliah - detikInet
Suasana pembukaan SEACA 2019. Foto: Aisyah Kamaliah Suasana pembukaan SEACA 2019. Foto: Aisyah Kamaliah
Jakarta - Plt Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Yuni Poerwanti mengatakan eSport bertumbuh sangat pesat. Bahkan, ia mengumpamakannya dengan kacang hijau yang diletakkan di atas kapas.

"Indonesia bisa menjadi macan dunia, galang terus, belajar, berlatih, kemenangan ada di tangan Anda. Kami yakin eSport sebagai pendobrak salah satu olahraga yang akan mendunia. kami pemerintah yakin seyakinnya. Semangatnya jangan dikasih kendor, Gaspol!" serunya di sela acara UniPin Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019, Jumat (8/11/2019).

eSport Indonesia dikatakan Yuni akan terus mendapatkan potensi untuk berkembang. Ia pun membahas di mana tahun 2020 Indonesia menghadapi olimpiade di Jepang dan juga tuan rumah untuk Piala Dunia 2021 U-20.


"2032 perlu kita ketahui Indonesia akan menjadi tuan rumah olimpiade tidak, nah Indonesia harus punya lokal hero yang mampu menerobos. eSport bisakah menjadi atlet Olimpade 2032? Jawabannya ada pada atlet yang ada di di acara ini," sambung Yuni berapi-api.

Oleh karenanya, Yuni mengatakan potensi anak yang berbakat di bidang game tidak sepatutnya dibiarkan saja, melainkan harus dibina agar menghasilkan prestasi. Pembinaan itu perlu dilanjutkan sampai menuju ke usia emas.

"Apa yang bisa mengangkat harkat martabat itu cabang olahraga sehingga jadi kebanggaan Indonesia. eSport begitu muncul merebak seperti orang yang menanam kacang ijo di atas kapas basah, didiamkan saja kacang ijo itu mulai menjulur nah ini lah eSport" cetusnya.

Pembinaan ini pun harus terstruktur. Jadi mereka harus tahu kapan masa keemasan mereka dan masa harus kembali 'tenggelam'. Ujungnya, mereka para mantan atlet eSport bisa menjadi pelatih, mungkin wasit, dengan pengelola dan pembinaan yang benar.



Simak Video "Kemeriahan Kompetisi PUBG Mobile di Jakarta "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)