Kamis, 11 Jan 2018 22:50 WIB

Bank Indonesia Dorong Industri Animasi dan Game di Yogyakarta

Usman Hadi - detikInet
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Industri kreatif seperti animasi dan games di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus didorong supaya berkembang. Apalagi DIY memiliki keunggulan SDM, dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang cukup tinggi.

"DIY perlu memanfaatkan momentum pertumbuhan dengan mencari alternatif sumber-sumber pendorong pertumbuhan baru, diantaranya melalui pengembangan industri kreatif," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto.

"Animasi dan games menjadi salah satu fokus pengembangan DIY di bidang industri kreatif, selain fashion, kuliner dan kerajinan. Hal ini cukup beralasan karena DIY memiliki keunggulan dari sisi kualitas human capital (SDM)," lanjutnya.

Pendapat Budi disampaikan saat DPD RI Dapil DIY berkunjung ke Kantor Perwakilan BI DIY. Kunker ini membahas sinergi dan koordinasi antara DPD, BI DIY dan Pemda DIY dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Walaupun sektor animasi dan games terbuka lebar untuk dikembangkan. Pengembangan kedua sektor tersebut banyak tantangan, salah satunya belum ada skema pembiayaan khusus animasi dan games dari perbankan.

"Hal ini disebabkan sebagian besar pelaku pada industri animasi dan games adalah perseorangan (UKM). Untuk itu, pembentukan Tim Penguatan UKM lintas lembaga di DIY diyakini mampu mengakselerasi masalah permodalan," ungkapnya.

Selain pengembangan sektor industri kreatif, lanjut Budi, ada beberapa syarat lainnya yang harus dipenuhi bila ingin pertumbuhan ekonomi di DIY melejit. Seperti inflasi yang rendah dan stabil serta diperlukannya pembangunan ekonomi yang inklusif.

"Saat ini, terbatasnya realisasi Penerimaan Modal Asing (PMA) dan Penerimaan Modal Dalam Negeri (PMDN) menjelaskan adanya peluang yang cukup luas bagi peningkatan realisasi investasi di DIY," ungkapnya.

Kemudian diperlukan stimulasi untuk penyehatan kondisi fiskal daerah berlandaskan strategic planning, multiyear projects dan kemandirian keuangan daerah. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh pola keuangan DIY yang saat ini masih mengandalkan transfer dari pusat. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed