Jumat, 08 Apr 2016 17:45 WIB

Uji Coba Pokemon Go Lanjut ke Australia & Selandia Baru

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: internet Foto: internet
FOKUS BERITA Demam Pokemon Go
Jakarta - Uji coba Pokemon Go masih terus berlanjut. Setelah sukses dilakukan di Jepang pada bulan Maret 2016 lalu, uji coba kini berlanjut ke negara di luar Jepang, yakni Australia dan Selandia Baru.

Kedua negara akan menjadi negara barat pertama yang mencicipi versi pengembangan dari Pokemon Go. Dan sama halnya dengan yang ada di Jepang, sembari menguji pengguna juga diharapkan bisa memberikan feedback kepada tim pengembangan di Niantic guna membantu menyelesaikan game.

Bagi gamer yang tertarik menjadi bagian dari uji coba ini, bisa langsung mengunjungi situs Niantic untuk melakukan pendaftaran. Namun, tentu saja gamer yang ingin mencicipi serunya bermain tangkap Pokemon di dunia nyata ini harus tinggal di Australia atau Selandia Baru dan harus memiliki perangkat Android atau iOS, dikutip detikINET dari Gamespot, Jumat (8/4/2016).

Tak hanya itu, guna menghindari terjadinya spoiler, gamer yang melakukan uji coba dimohon untuk mengisi formulir yang isinya agar gamer tidak menyiarkan atau menyebarkan uji coba Pokemon Go di media sosial.

Embargo ini tentu saja dilakukan agar Pokemon Go menjadi sebuah kejutan jika nanti sudah resmi dirilis. Sebelumnya, di ajang SXSW 2016 beberapa waktu lalu, telah terungkap gameplay dari Pokemon Go.

Mau tak mau pihak Niantic akhirnya berbagi informasi lebih detail mengenai Pokemon Go yang terbaru. Seperti yang kita ketahui, Pokemon Go memungkinkan player untuk berburu dan menangkap Pokemon dengan setting dunia nyata.

Bila misalnya ingin menangkap Pokemon tipe air, Pokemon Company mengatakan jika gamer paling tidak harus berada di lokasi yang ada airnya, seperti misalnya danau atau laut. Ponsel secara otomatis akan bergetar bila ada Pokemon di sekitar gamer.

Untuk melempar Poke Ball, cukup dengan menyentuh layar ponsel. Adapula item spesial yang bisa ditemukan di PokeStops, dimana dalam dunia nyata diibaratkan sebagai monumen atau tempat-tempat bersejarah. Walaupun tidak ada informasi spesifik mengenai hal ini. (mag/fyk)
FOKUS BERITA Demam Pokemon Go

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed