Senin, 04 Mei 2015 16:12 WIB

Hiii... Pocong dan Kuntilanak 'Gentayangan' ke Kancah Global

- detikInet
Co-Founder Raion Studio Dwi Hardyanto (rns/inet) Co-Founder Raion Studio Dwi Hardyanto (rns/inet)
Jakarta - Pocong, Kuntilanak dan setan Indonesia lainnya punya misi mempertahankan batu berkekuatan hebat dari luar angkasa agar tidak sampai jatuh ke tangan segerombolan makhluk bertopeng.

Di tengah peperangan di antara para hantu dan kelompok bertopeng, batu tersebut pecah menjadi 7 bagian. Pocong dan kawan-kawannya berupaya mengumpulkan kembali pecahan batu tersebut, mengumpulkan dengan menjelajah ke berbagai belahan dunia.

Demikian cerita game Ghost Battle yang dibuat Raion Studio. Karena keunikannya, permainan strategi ini memenangkan kompetisi NextDev Digital Creative Indonesia yang diadakan Telkomsel tahun lalu.

Sukses mencuri perhatian, studio aplikasi asal Malang ini pun membuat sekuel game Pocong dan kawan-kawannya dengan merilis Ghost Battle 2. Responsnya pun tak kalah bagus dengan seri pertama.

"Ghost Battle 2 sudah sampai 3.000 download sejak dirilis April 2015 untuk Android. Kalau di Ghost Battle 1 cuma ada 7 maps, yang baru ada sampai 10 maps dan hantunya juga lebih banyak," kata Co-Founder Raion Studio Dwi Hardyanto, ditemui di acara NextDev Telkomsel di Conclave, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2015).

Bagi Dwi dan rekan-rekannya di Raion Studio, hantu lokal seperti pocong, kuntilanak, sundel bolong dan teman-temannya adalah bagian dari budaya Indonesia yang unik dan potensial diperkenalkan ke luar negeri.

"Kenapa kita angkat hantu, ini memperkenalkan budaya Indonesia dengan cara lain, dari sisi lain. Hantu Indonesia itu termasuk salah satu yang ikonik, seperti pocong dan tuyul," terang Dwi.

Ditanya mengenai pengalamannya mengikuti kompetisi NextDev Digital Creative Indonesia 2014, Dwi mengaku senang karena bisa ikut mengharumkan Malang di ranah pengembangan aplikasi. Mahasiswa Universitas Brawijaya jurusan Informatika ini juga mendapatkan banyak pengalaman.

"Seru banget bisa kenalan dengan banyak teman baru. Selain dapat hadiah uang tunai 20 juta juga diajak jalan-jalan ke San Francisco, mengunjungi kantor Google, Mozilla, Yahoo di Sillicon Valley sama Telkomsel," ujarnya sumringah.

Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel mengatakan aplikasi Raion Studio menang karena dinilai sebagai konten paling Indonesia, sesuai dengan tema kompetisi saat itu.

"Pertimbangan kami adalah pertama aplikasi tersebut sangat unik dan Indonesia bange. Selain itu juga level komersialisasinya, game itu paling mudah dijual. Dia menang dari sekitar 3 ribuan aplikasi yang kemudian disaring jadi 300-an dari seluruh Indonesia," sebutnya.

Tahun ini, NextDev Telkomsel pun kembali mengadakan kompetisi aplikasi. Adapun tema yang diusung kali ini lebh spesifik, yakni membuat aplikasi untuk mendukung smart city.

Ada enam sub tema aplikasi yang dilombakan dalam kompetisi ini yakni pemerintahan, kesehatan, pendidikan, UKM, pariwisata dan transportasi publik. Sebagai pemenang kompetisi NextDev tahun lalu, Dwi sedikit berbagi tips untuk para developer yang akan ikut kompetisi tahun ini.

"Yang pertama adalah be unique, tetap semangat jangan menyerah, dan lakukan sekreatif mungkin," sebutnya.

(rns/ash)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed