Selasa, 24 Nov 2015 10:12 WIB

Review Game

Guitar Hero Live: Sensasi Jadi Rockstar, Digilai Sampai Dicaci

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Jakarta - Dari sekian banyak game yang dirilis di tahun 2015, Guitar Hero Live jadi salah satu yang paling dinanti. Selain karena lamanya mereka vakum dari jagat dunia game -- selama lima tahun -- Guitar Hero Live pun dianggap menawarkan sensasi baru di segmen game music rhythm.

Bersama dengan developer FreeStyle Games, Activision selaku publisher dari Guitar Hero Live berusaha untuk mengubah tampilan serta kontrol dari waralaba game yang sudah malang melintang selama 10 tahun itu. Di saat pesaingnya, Harmonix masih menampilkan Rock Band 4 dengan gameplay dan kemasan yang begitu-begitu saja, Activision justru berani tampil beda.

Lantas bagaimana pengalaman detikINET dalam menjajal Guitar Hero Live? Simak reviewnya berikut ini.

Kontrol Baru Hitam Putih



Sebelum masuk ke pembahasan lebih jauh, pertama-tama yang harus diketahui adalah Guitar Hero Live kini tampil dengan kontrol baru. Terlepas dari penggunaan lima baris tombol warna-warni yang dulu biasa dipakai, FreeStyle Games kini merampingkannya hanya menjadi tiga baris tombol. Warnanya pun tak seheboh dulu, hanya ada hitam dan putih.

Lupakanlah fakta bahwa Anda pernah memiliki skill dahsyat di era Guitar Hero terdahulu. Karena pada kenyataannya, bermain Guitar Hero Live berarti juga Anda harus mempelajari kontrol baru ini dari awal.

Ya, ini juga terjadi pada detikINET ketika pertama kali memainkan game ini. Untungnya, sebelum benar-benar mulai bermain, Anda akan diajak untuk belajar di mode tutorial.

Guitar Hero Live bisa dibilang menjadi game yang mahal. Mengapa? Karena untuk bisa bermain game ini Anda membutuhkan sebuah kontroler gitar. Sedangkan seperti yang diketahui, ketika pertama kali rilis di Indonesia, game ini dibanderol dengan harga bundle kontroler gitar yang mahal, yakni Rp 1,7 juta.



Awalnya kami mengira bahwa kontroler gitar ini aksesoris belaka. Namun ketika mencoba untuk memainkan dengan menggunakan Dual Shock kontroler, game tak mau dijalankan. Hal ini cukup mengagetkan, dimana sejatinya gitar kontroler merupakan aksesoris tambahan yang bisa dipakai oleh gamer ketika akan bermain Guitar Hero di seri sebelumnya.

Berbicara mengenai desain, kontroler gitar terbaru ini memiliki ukuran yang tak berbeda jauh dengan versi sebelumnya. Ya, Freestyle Games tidak memberikan perubahan banyak di bagian bodi gitar. Strum bar, tombol power, dan whammy bar masih berada di posisi yang sama.



Hanya saja, di bodi kontroler gitar terbaru ini kedatangan dua tombol baru, yakni Hero Power dan tombol akses langsung ke Guitar TV. Tombol Hero Power tak lebih sebagai tombol yang bisa dimanfaatkan oleh gamer ketika ingin mengeluarkan Hero Power tapi tak sempat atau merasa repot untuk menghentakkan gitar ke atas. Seperti yang diketahui, Hero Power ini berfungsi sebagai buff yang bisa mengkalikan skor menjadi dua.

Dari bagian bodi, kita beranjak ke bagian atas, yakni leher gitar. Seperti yang dikatakan di awal, Anda hanya memainkan not atau kunci yang terdiri dari tiga baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Karenanya, FreeStyle Games menghadirkan enam buah tombol yang terdiri dari tiga tombol hitam di atas dan tiga tombol putih di bawah.

Sensasi Konser Band Sesungguhnya



Semua mode permainan di Guitar Hero Live detikINET berani jamin 'fresh from the oven'. Game ini menyajikan mode permainan yang tidak pernah hadir di seri sebelumnya atau bahkan judul game manapun.

Ada dua mode permainan yang bisa dipilih oleh gamer, yakni Guitar Hero Live dan Guitar Hero TV. Pertama-tama detikINET akan membahas mode yang pertama, yakni Guitar Hero Live.

Harus diakui, mode ini menghadirkan sensasi permainan berbeda dari yang pernah ditawarkan di seri Guitar Hero sebelumnya. Sesuai dengan namanya, Guitar Hero Live akan menyuguhkan aksi panggung dari sederet band bentukan Activision dan FreeStyle Games. Bila dulu Anda disajikan dengan grafis animasi yang kasar, maka kini Activision menggunakan sudut pandang orang pertama dari sang gitaris.



Anda akan diajak berkeliling dari konser ke konser dengan band yang berbeda-beda. Masing-masing band punya ciri khas dan genre musik yang berbeda satu sama lain. Yearbook Ghost misalnya, karena genre musik yang dimainkan lebih ke arah punk rock, maka musik-musik yang dimainkan memiliki nuansa atau genre serupa. Sebut saja, The Rock Show karya Blink 182 atau The Anthem-nya Good Charlotte.

Begitu pula dengan band lainnya. Rata-rata dari band tersebut hanya bermain di satu tema konser. Namun, adapula band yang bermain di dua tempat, seperti band The Jephson Hangout dan Broken Tide. Meski semua band bisa dipastikan fiksi atau karangan, bukan berarti mereka tidak bisa menawarkan acting atau performa yang kuat. Anda bahkan bisa mencari tahu siapa basis The Jephson Hangout yang menggoda atau misalnya siapa keyboardis Portland Cloud Orchestra yang cantik.



Sama halnya dengan band, semua gigs atau konser yang digelar hanyalah rekayasa. Sedikitnya ada dua tema konser yang dihadirkan, yakni Rock the Block dan SoundDial. Cukup diakui, di sini FreeStyle Games sukses menyulap studio menjadi lokasi konser yang megah.

Salah satu arena konser yang menarik menurut kami adalah Rock the Block. Sesuai namanya, konser yang dihadiri sekitar ratusan ribu penonton ini digelar di blok jalanan kota di Amerika Serikat. Tentu saja, di kehidupan nyata, belum ada konser semegah ini sampai memblokir hampir seluruh blok jalan.



Yang menarik dari Guitar Hero Live adalah suasana konser yang bisa berubah tergantung dari permainan Anda. Ya, baik penonton atau bahkan personil band Anda sekalipun bisa berubah menjadi marah apabila permainan gitar Anda sangat buruk. Sebaliknya, bila permainan Anda bagus, penonton dan personil band akan bersorak dan mengelu-elukan apabila permainan gitar bagus dan stabil hingga akhir lagu.

Guitar Hero TV



Bosan bermain Guitar Hero Live, mungkin Anda bisa menjajal mode permainan yang satunya, yakni Guitar Hero TV. Secara gambaran, Guitar Hero TV ini bak channel musik MTV yang bisa Anda mainkan. Lho? Ya, bila pada MTV, kita hanya menjadi penonton yang pasif, maka di Guitar Hero TV Anda lah yang memainkan video klip musik, lewat petikan gitar tentunya.

Berbeda dengan Guitar Hero Live yang hanya memiliki jumlah lagu terbatas, di Guitar Hero TV jumlah lagunya bisa mencapai ratusan. Semuanya memiliki genre dan era yang beragam, mulai dari rock, pop, hingga metal. Mulai dari jamannya Quuen dan Megadeath, sampai One Direction hingga Echosmith. Pokoknya lengkap, tinggal pilih.



Hanya saja, bila ingin memainkan lagu yang ada di dalam Song Catalog, Anda membutuhkan satu Play poin untuk satu lagu. Play poin bisa didapatkan dengan cara membeli menggunakan Hero Coin atau koin emas di Guitar TV Store dan atau mendapatkan ketika naik level. Hero Coin bisa dibeli dengan menggunakan uang cash, sedangkan koin emas bisa didapatkan ketika Anda menyelesaikan satu lagu.

Besar kecilnya koin emas yang didapat tergantung dari peringkat multiplayer dalam menyelesaikan sebuah lagu. Bila Anda menempati peringat pertama atau dengan kata lain permainan gitar Anda bagus, maka koin emas yang diaapat akan besar pula. Selain untuk membeli Play poin, koin emas juga bisa dipakai untuk meng-updgrade gitar.

Susunan lagu dalam Song Catalog memang secara default tersusun berdasarkan alfabet. Pun begitu, Anda bisa melakukan filter dengan menyusunnya berdasarkan genre ataupun era lagu. Anda juga bisa menyusun playlist lagu-lagu yang Anda sukai sebelum akhirnya bermain. Jadi, Anda bisa langsung memainkan 10 lagu sekaligus misalnya, tanpa harus kembali lagi ke menu Song Catalog.



Menu utama Guitar Hero TV tersambung dengan server Guitar Hero, dimana akan terus memainkan lagu-lagu dari dua channel Guitar Hero TV yang diputar non-stop selama 24 jam. Anda bisa langsung bergabung dan memainkan musik yang diputar di salah satu channel kapan pun Anda mau.

Setiap channel akan memutarkan ragam musik yang berbeda setiap setengah jam sekali. Sebagai contoh, pada pukul 21:00, channel 1 akan memutarkan 'Rock is Here', sementara channel 2 akan memutarkan 'Indie Goes Big', maka musik-musik dengan tema itulah yang akan menemani Anda selama setengah jam ke depan.

Bermain di channel Guitar Hero TV tidak membutuhkan Play poin. Anda bisa dengan bebas bermain sembari mengasah kemampuan Guitar Hero tanpa dikenakan Play poin. Hanya saja, lagu-lagu yang diputar diacak sesuai dengan tema musik. Mau main musik metal? Maka Anda harus menanti 'Metal Workout' yang mungkin akan diputar dalam waktu satu jam mendatang.



Terakhir yang menjadi salah satu fitur Guitar Hero TV adalah hadirnya Guitar Hero TV Premium (GHTV Premium). Memiliki cara bermain yang sama dengan Song Catalog, GHTV Premium akan menyuguhkan ragam lagu baru yang tidak muncul di dalam katalog. Namun, untuk bisa memainkan lagu-lagu ekskulsif tersebut, Anda harus menuntaskan paling tidak tiga lagu yang telah disiapkan.

Tiap-tiap genre memiliki syarat tersendiri. Kadang Anda harus memilih tingkat kesulitan minimal Regular ke atas atau minimal perolehan empat bintang untuk bisa menyelesaikan satu lagu. Tapi, adapula yang bebas memilih tingkat kesulitan dengan batas perolehan bintang tiga. Jika Anda tidak sabar dan ingin segera memainkan, Anda bisa memakai Hero Coin.

Opini detikINET



Bermain Guitar Hero Live merupakan sebuah pengalaman baru tersendiri bagi penikmat game music rhythm. Harus diakui, ketika membandingkan dengan Rock Band 4 yang menjadi saingan head to head, Guitar Hero Live lah yang keluar sebagai pemenang. Tak hanya dari segi penyajian visual, kontroler baru Guitar Hero Live lebih mendekati pada pengalaman bermain gitar sungguhan.

Ketimbang Anda hanya menggerakkan jari ke kiri dan ke kanan (skema tombol 5 warna lawas), tombol terbaru ini terasa lebih sulit. Walaupun Anda hanya butuh tiga jari untuk memainkan kontroler. Untungnya tidak ada kata game over apabila permainan gitar Anda buruk.

Anda bisa terus menerus memainkan musik meskipun Anda gagal memencet ke tiga baris not. Paling tidak, ya itu tadi, Anda akan disoraki atau ditimpuki oleh penonton di Guitar Hero Live. Sementara di Guitar Hero TV, bila permainan buruk, maka skor yang ditorehkan akan kecil. Hal ini berpengaruh terhadap kenaikan level Anda.

Namanya juga Guitar Hero, logikanya ya pasti mainnya harus memakai gitar. Ya, inilah yang tampaknya ingin diperlihatkan oleh Activision. Entahlah, harus merasa senang atau tidak. Tapi yang bikin kami kurang sreg adalah game ini sayangnya tidak bisa dimainkan tanpa menggunakan kontroler gitar seperti yang terjadi di seri sebelumnya.

Meski menawarkan lokal multiplayer, tapi jika tidak punya kontroler gitar apalah artinya fitur tersebut. Di samping itu, fitur lokal multiplayer ini dirasa kurang begitu greget. Pasalnya, baik player satu maupun player dua sama-sama memainkan posisi lead guitar. Tidak ada posisi rhythm guitar sebagaimana band sungguhan.

Dengan harga game yang selangit (perhitungan bundle kontroler gitar), namun untungnya Activision tidak serakah dengan mengganjar DLC berbayar. Ya, semua lagu yang ada di Guitar Hero TV gratis. Meski ada Hero Coin untuk membuka akses langsung GHTV Premium. Toh, pada kenyatannya Anda bisa memainkan itu dengan bersabar memainkan tiga lagu pembuka terlebih dahulu.

Lagu yang dihadirkan cukup beragam dan terbilang banyak. Tapi sayangnya, tidak begitu banyak lagu yang familiar. Tidak seperti seri Guitar Hero sebelumnya yang langsung dibanjiri dengan musik atau lagu-lagu top 40.

Terakhir yang mungkin menjadi salah satu hal yang mengecewakan adalah kualitas video klip yang tampil tidak dengan resolusi full HD. Karenanya, ketika memainkan di televisi dengan layar yang besar, 40 inch misalnya, jadi kurang greget dan terlihat pecah.

(mag/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed