Karya Masterpiece dalam Satu Kemasan

Uncharted: The Nathan Drake Collection

Karya Masterpiece dalam Satu Kemasan

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Senin, 26 Okt 2015 10:47 WIB
Jakarta -

Meski menjadi platform konsol paling mutakhir Sony, PlayStation 4 nyatanya punya fakta unik nan menarik. Dalam wawancaranya dengan salah satu media, President Sony Worldwide Studio, Shuhei Yoshida, mengungkap bahwa tidak semua gamer PlayStation 4 dulunya punya PlayStation 3.

"Hampir 50% orang-orang yang membeli PlayStation 4 tidak pernah memiliki PlayStation 3 sebelumnya. Ini lah yang menyebabkan banyak orang-orang yang kemudian menginginkan game-game seperti The Last of Us," terang Yoshida beberapa waktu lalu, seperti dikutip detikINET dari Gamespot, Senin (26/10/2015).

Dengan pemaparan Yoshida tadi, tak heran jika PlayStation 4 kemudian dijejali sederet game remastered. Tak cuma game dari PlayStation 3, game lawas dari PlayStation Portable seperti Final Fantasy Type-0 HD pun turut hadir. Begitupula dengan game cross platform, seperti Resident Evil Zero HD yang dulunya rilis untuk GameCube tahun 2002 lalu.

Kondisi seperti ini nyatanya juga dialami Naughty Dog. Dari hasil penelitian yang dilakukan, pembesut Uncharted dan The Last of US ini menemukan fakta bahwa 80% pemilik PlayStation 4 belum pernah bermain Uncharted.

Oleh karenanya, Naughty Dog kemudian punya ide untuk merilis versi remastered dari trilogi game Uncharted, yakni Uncharted: The Nathan Drake Collection. Penasaran, detikINET pun menjajal game eksklusif PlayStation 4 tersebut. Simak reviewnya berikut.

Sic Parvis Magna



Uncharted: The Nathan Drake Collection tak lain merupakan game kompilasi yang menggabungkan tiga judul game Uncharted dalam satu kemasan, yakni Uncharted: Drake's Fortune, Uncharted 2: Among Thieves, dan Uncharted 3: Drake's Deception. Sebuah kompilasi yang terbilang sangat keren yang siap mengajak Anda untuk mendalami semua petualangan Nathan Drake yang epic.

Bagi pemain lawas, mungkin alur cerita linear yang ditampilkan dalam seri game Uncharted sudah bukan lagi hal yang baru. Uncharted menyajikan kisah petualangan Nathan Drake, sang pemburu harta karun yang berkelana ke berbagai penjuru dunia. Dalam petualangannya, Nate--sapaan akrab Nathan--selalu ditemani oleh rekan seniornya, Victor 'Sully' Sullivan.



Banyak yang mengatakan jika kisah Uncharted ini tak ubahnya dengan cerita dalam serial film Indiana Jones. Ya, detikINET pun tidak mengelak tuduhan itu. Aksi tembak-tembakan, melompat dari tebing ke tebing, hingga bergelayut di tali seperti yang Anda temui di film Indiana Jones memang menjadi daya tarik tersendiri dari game ini.

Di samping aksi tembak-menembak, Anda juga akan disuguhi segelintir puzzle yang cukup membuat Anda berpikir ekstra keras. Tapi tenang, ketika Anda pusing menyelesaikannya, Nathan akan selalu memberikan Anda clue.

Dari kesemua seri Uncharted, Uncharted 3: Drake's Deception jadi seri pamungkas. Game yang rilis pada 2011 ini menyajikan aksi permainan yang mampu membuat Anda seolah tengah asyik menikmati film layar lebar. Naughty Dog juga berusaha utuk membangkitkan emosi Anda dengan menyajikan kisah masa lalu antara Nate dan Sully.



Terakhir, yang mungkin juga menjadi nilai jual dari seri Uncharted adalah akting dan dialog yang natural dari para pengisi suara. Sebagai salah satu pengisi suara, aktor Nolan North sukses menghidupkan peran Nathan Drake menjadi lebih hidup.

Tak lupa, ada pula momen kocak ketika Nathan berbicara bahasa Indonesia: 'Buka Pintu dan Sialan Lo!' di seri pertama. Bagi gamer Indonesia, tentu menjadi hiburan tersendiri ketika bahasa sehari-harinya dipakai dalam sebuah game kelas AAA.

Peningkatan Gameplay dan Grafis



Secara garis besar, Uncharted mengusung dua sistem permainan yakni third-person action dan cover-based shooting. Hanya saja, setiap seri punya mekanisme permainan tambahan yang berbeda-beda.

Di Uncharted: Drake's Fortune misalnya. Gamer tidak diperkenankan untuk melakukan aksi stealth (serangan diam-diam) dalam menyerang musuh, di mana hal itu baru bisa dilakukan di judul ke dua.

Begitupula dengan aksi stealth dari atas yang hanya bisa dilakukan di judul ke tiga. Tak hanya stealth, mekanisme permainan QTE (Quick Time Event) juga hadir di seri game Uncharted. Biasanya QTE dipakai untuk menghindari serangan dari musuh.

Berbicara musuh, yang akan Anda hadapi di dalam seri permainan ini terdiri dari dua, yakni manusia dan makhluk-makhluk aneh. Anda hanya bisa membawa tiga senjata untuk bisa menghadapi musuh-musuh tadi, yakni granat, handgun, dan senjata utama. Di samping menyerang dengan menggunakan senjata, Anda juga bisa menghajar musuh dengan menggunakan tangan kosong.

Tidak ada bar health dalam Uncharted, yang ada justru hanyalah sistem regenerasi yang sering kita jumpai di seri-seri game shooter pada umumnya. Meski secara keseluruhan mekanisme yang diusung sama, Anda akan menemukan sedikit perbedaan di seri remastered ini.



Ya, berkat kerja keras dari Bluepoint Games yang ditunjuk sebagai eksekutor trilogi Uncharted, pergerakkan serta kontrol karakter jadi lebih akurat dan lincah.

Aksi tembak-tembakkan pun jadi lebih menyenangkan. Meski begitu, game ini terbilang masih belum bisa memenuhi standar game current-gen. Selama bermain detikINET masih menemukan beberapa kejanggalan, semisal cara berjalan dan memanjat Nathan yang terlihat mengambang.

Seperti judul game remastered yang hadir di PlayStation 4 pada umumnya, perbaikan grafis pun dilakukan, dari yang tadinya 720p menjadi 1080p. Begitupula dengan frame-rate yang dinaikkan menjadi 60fps. Namun, dari pengalaman kami bermain, grafis yang disajikan tidak terlalu tampak wah di seri pertama. Nuansa game last-gen pun masih kental terasa.



Pembaruan justru lebih terasa ketika menjajal seri ke dua dan tiga. Efek-efek visual, seperti volumetric lighting kental terasa ketika Anda memasuki adegan di hutan.

Cahaya yang menerawang dari sela-sela pepohonan terpancar alami dan tampak nyata. Tak hanya di luar ruangan, efek visual serupa juga terjadi di dalam ruangan.

Sayang, kesempurnaan itu sirna ketika memasuki adegan cutscene. Entah mengapa, kami merasa terjadi penurunan kualitas dan resolusi pada cutscene yang ditampilkan di seri ke dua. Ya, hanya di seri ke dua. Selebihnya, baik-baik saja.

Photo Mode dan Speedrun



Karena hadir sebagai game current-gen, maka Naughty Dog dan Bluepoint Games sepertinya tidak lupa untuk menyematkan dua fitur yang sedang menjadi tren bermain game masa kini, yakni Photo Mode dan Speedrun. Sesuai dengan namanya, Photo Mode memungkinkan Anda untuk mengabadikan momen bermain lebih indah lagi.

Ada beragam efek editing yang hadir di dalam Photo Mode, seperti pengaturan tingkat depth of field, pencahayaan, bingkai, hingga sudut kemiringan.

Dengan demikian, Photo Mode menjadi fitur pilihan yang asyik bagi Anda yang menginginkan adegan di dalam game diabadikan dan menjadikannya sebuah wallpaper.



Speedrun juga jadi fitur permainan yang seru bagi Anda yang ingin berkompetisi dengan teman Anda. Ya, belakangan fitur speedrun memang menjadi fitur menarik di kalangan gamer yang ingin unjuk kebolehan seberapa cepat waktu untuk bisa menyelesaikan seluruh game. Bahkan, ada rekor dunia tersendiri untuk yang satu ini.

Kesimpulan



Dengan penjabaran tadi, pantas rasanya jika Uncharted: The Nathan Drake Collections jadi salah satu koleksi game yang wajib dibeli, terutama bagi mereka yang belum pernah memainkan game Uncharted sebelumnya. Berbagai peningkatan yang dilakukan tak lain adalah untuk memberikan pengalaman unik bagi para pemain baru.

Trilogi remastered ini juga menjadi ajang aji mumpung bagi Anda yang berencana untuk membeli Uncharted 4: A Thief's End yang akan dirilis di tahun 2016. Banderol Rp 700.000 rasanya layak. Namun, sangat disarankan untuk membeli game ini dengan format fisik bila tak mau menguras bandwith dengan mengunduh 41 GB.

(rns/rns)