Life is Strange Episode 2: Out of Time Lebih Greget - Halaman 2

Review Game

Life is Strange Episode 2: Out of Time Lebih Greget

- detikInet
Rabu, 08 Apr 2015 11:35 WIB
Halaman ke 2 dari 3

Life is Strange Episode 2: Out of Time bercerita tak jauh dari akhir kejadian di episode pertama. Ya, Max akhirnya mengaku kepada sahabatnya, Chloe jika ia memiliki kekuatan yang tak biasanya. Max dan Chloe pun kemudian berinisiatif untuk menguji seberapa hebat kekuatan yang mampu memutarbalikkan fakta tersebut.

Game dibuka dengan adegan Max terbangun dari tidurnya di pagi hari dan berkeliling di sekitar area dorm. Isu yang ditampilkan di episode kali ini masih sama dengan episode pertama, dimana kehidupan Max dibebani oleh isu cyberbullying yang dilakukan terhadap teman dekatnya, Kate Marsh dan penyalahgunaan narkoba oleh seorang cowok tajir dan berkuasa di kota dan sekolah, Nathan Prescoutt.

Hanya saja, episode kali ini memiliki permasalahan yang lebih rumit dari episode pertama. Max mendapati Kate tengah dilanda stres lantaran beredar sebuah video yang menampilkan dirinya tengah bertindak asusila --walaupun kami tidak diperlihatkan bagaimana tampilan video tersebut.

Kepada Max, Kate mengaku jika Nathan telah mencoba untuk menjebaknya dengan narkoba dan aktivitas seksual ketika datang ke pesta Vortex Club (sebuah klub anak gaul yang dipimpin oleh Nathan). Kate yang seorang Katolik taat tentu sangat tertekan dan berusaha untuk meminta bantuan Max. Di sini Max harus menentukan pilihan, apakah ia menyetujui permohonan Kate untuk melaporkan Nathan ke polisi atau menunggu hingga bukti terkumpul.



Selain isu cyberbullying Kate tadi, sepanjang episode dua ini Anda juga akan disuguhkan oleh adegan dimana Max menggunakan kekuatannya untuk membuktikan kepada Chloe kalau ia benar-benar bisa memanipulasi waktu. Chloe menganggap jika kekuatan luar biasa Max itu dapat digunakan untuk bersenang-senang dan melindungi diri. Di sisi lain, Max yang masih bingung dan ragu terpaksa mengiyakan ajakan sang sahabat.

Tak hanya berkutat di sekitaran sekolah, Anda akan diajak mengunjungi Two Whales Diner, sebuah tempat makan yang dikelola oleh ibunda Chloe, Joyce. Di sini Max akan ditantang oleh Chloe untuk membuktikan kekuatannya. Di sini daya ingat Anda akan benar-benar diuji. Masih ingatkah Anda adegan dimana Max menghapal pelajaran di episode pertama?



Ya, adegan semacam itu kembali terjadi di episode dua. Hanya saja, kali ini Anda dituntut harus ekstra keras mengingat hal apa saja yang terjadi di masa sekarang untuk kemudian diulang kembali ke masa lalu. Chloe akan mengetes Max dengan menebak benda apa saja yang ada di kantongnya. Pertama-tama, jelas Anda akan diberikan pilihan jawaban yang salah, mengingat Max tak pernah tahu apa yang ada di dalam kantong Chloe.

Jelas Chloe akan kecewa dan mengeluarkan seluruh isi benda dalam kantongnya. Yang harus Anda lakukan tentu saja adalah hapalkan semua benda dan putar kembali waktu. Tak hanya mengingat wujud, Anda juga harus menghitung berapa jumlah nominal uang receh Chloe. Sepintas terlihat konyol memang. Tapi inilah menariknya Life is Strange.

Itu baru menebak benda. Selanjutnya Max akan membeberkan kejadian apa saja yang akan terjadi dalam 30 detik ke depan. Menarik memang. Bagi Anda yang menyukai genre time travel, bermain Life is Strange sangat menyenangkan. Kekuatan Max tak hanya digunakan dalam adegan yang bersifat template saja. Terkadang Anda pun bisa menggunakan kekuatan Max untuk hal-hal kecil yang sifatnya cukup berpengaruh. Dalam hal ini semisal menolong teman dari bahaya.

Semua aktivitas yang dilakukan oleh Max di episode ke dua kali ini juga menuntun Anda untuk sejengkal lebih dekat dengan petunjuk mengenai hilangnya seorang siswi Blackwell Academy yang juga sahabat Chloe, yakni Rachel Amber. Banyak hal yang terungkap dalam episode dua kali ini, semisal bagaimana Rachel sanget berarti bagi Chloe serta mengapa Kate terlihat murung sepanjang episode pertama.



(ash/ash)
Halaman Selanjutnya
(ash/ash)