6 Kiat Menjepret Foto Waterscape yang Dramatis

Tips Fotografi

6 Kiat Menjepret Foto Waterscape yang Dramatis

Penulis: Enche Tjin - detikInet
Sabtu, 02 Jul 2016 16:05 WIB
ISO 100, f/8.0, 1 detik, 35mm (Foto: Enche Tjin/Info Fotografi)
Jakarta - Air yang bergerak adalah salah satu objek favorit dalam memotret. Karena air senantiasa bergerak, maka setiap foto yang dibuat akan berbeda, tergantung timing saat memotret.

Saat memotret air, saya biasanya ke air terjun atau pantai yang ombaknya besar. Pantai selatan pulau Jawa ideal karena langsung berhadapan dengan samudra Indonesia.

Salah satu tempat favorit saya untuk hunting waterscape adalah pantai Sawarna yang terletak di Banten selatan. Semua foto di dalam artikel ini dibuat di daerah ini.

Di artikel ini, saya ingin memberikan beberapa tips untuk meningkatkan kualitas hasil foto pemandangan air/waterscape.

1. Tripod dan ballhead yang kokoh.

Tripod merupakan fondasi yang paling penting dalam memotret air. Dengan tripod yang kokoh, kita bisa mendapatkan foto yang tajam. Perhatikan kapasitas tripod dan kualitasnya.

Secara umum, jika menggunakan kamera DSLR, usahakan kapasitas tripod 8-10 kg, sedangkan jika memakai kamera mirrorless, sekitar 4-6 kg biasanya cukup. Intinya lebih kokoh, besar dan berat lebih bagus untuk foto air.

Jika tidak kuat, maka tripod akan bergoyang, bergeser atau malah bisa jatuh saat ombak datang. Jika tripod kita memang tidak begitu kuat, saran saya memotretlah di tempat yang kering dan aman dari ombak.

2. Filter ND memungkinkan untuk foto slow speed.

Filter ND merupakan filter wajib yang selalu saya bawa. Saya biasanya membawa filter ND dengan kepekatan 6 sampai 10 stop. Dengan filter ini, saya bisa membatasi cahaya yang masuk, sehingga saat mengunakan setting shutter speed lambat seperti 0.5-30 detik, foto tidak terlampau terang.

Jika tidak memiliki filter ini, saran saya memotretlah sesaat setelah matahari terbit, tapi langit masih gelap, atau di sore hari menjelang matahari tenggelam. Saat itu belum terlalu terang, sehingga masih memungkinkan untuk memotret dengan shutter speed lambat.
ISO 100, f/8.0, 8 detik, 21mm.

3. Image stabilizer.

Kamera dan lensa saat sekarang, banyak yang sudah dilengkapi dengan fitur stabilizer. Meskipun stabilizer membantu saat memotret tanpa tripod, tapi saat kamera di atas tripod, stabilizer akan membuat kamera atau lensa bergetar dan menyebabkan gambar yang dihasilkan tidak tajam. Karena itulah saya akan selalu mematikan fungsi ini sesaat setelah saya memasang kamera ke tripod.

4. Coba komposisi diagonal.

Menurut saya, air yang dinamis akan terlihat lebih dinamis lagi jika dipadukan dengan komposisi diagonal. Tempatkan kamera di lokasi tertentu supaya susunan karang, batu, garis pantai membentuk garis diagonal atau kurva/melengkung.

5. Timing.

Waktu pengambilan foto merupakan hal yang penting. Biasanya saya menunggu ombak sedikit surut baru memotret, karena jika memotret saat ombak datang, maka kemungkinan besar yang didapat hanya kabut putih saja, tidak ada garis-garis atau tekstur airnya.
ISO 100, f/13, 0.4 detik, 35mm.

Sering juga saya mengamati dulu pergerakan ombak, memperhatikan jalur masuk dan keluarnya, dan waktu antara ombak datang, surut dan ombak susulan. Dengan demikian saya jadi lebih bisa merasakan irama air.

Dengan demikian, saya dapat menekan tombol jepret pada saat yang tepat. Aksesoris seeperti cable release/remote bisa membantu dalam memotret lebih presisi dan supaya tangan kita tidak menggetarkan kamera.

6. Focus manual ke mid ground.

Saat memotret pemandangan yang luas dan batu karang yang berlapis-lapis, pilihan area untuk difokuskan menjadi penting. Jika fokus di karang yang terlalu depan, maka yang paling jauh tidak tajam, jika fokus di karang yang paling jauh, yang paling depan buram.

Maka saya biasanya fokus di karang yang di tengah. Jika ragu, fokuskan ke karang yang paling menonjol dan gunakan bukaan lensa kecil seperti f/11.

Saya juga lebih mengandalkan manual fokus dengan live view supaya mendapatkan fokus yang lebih akurat. Autofokus memang lebih cepat, tapi kadang bisa meleset.

Memotret waterscape seru dan Anda akan tidak sadar waktu akan berlalu dengan cepat. Selamat mencoba dan stay safe.

Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.

Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com
.


(ash/ash)