Mengatasi Rintangan dalam Travel Photography

Tips Fotografi

Mengatasi Rintangan dalam Travel Photography

- detikInet
Rabu, 18 Des 2013 10:57 WIB
(Memotret matahari terbit di Angkor Wat penuh tantangan karena mesti sangat pagi untuk mendahului ratusan wisatawan lain yang juga memiliki niat yang sama)
Jakarta - Liburan akhir tahun sebentar lagi, sebagian besar pembaca mungkin sudah siap-siap mengantisipasi liburan untuk keluarga, atau bersama-sama teman-teman yang hobi fotografi.

Jalan-jalan sambil motret memang merupakan kegiatan yang mengasyikkan tapi juga tidak mudah untuk mendapatkan foto yang bagus. Tantangan utama adalah jumlah wisatawan yang tentu akan banyak memenuhi tempat wisata.

Memotret pemandangan yang penuh wisatawan akan mengganggu perhatian yang melihat foto tersebut dari objek utamanya (point of interest). Kedua yaitu kondisi cuaca yang belum tentu sesuai harapan.

Berikut ini adalah beberapa ide yang mungkin bisa membantu:

1. Berangkat lebih pagi, pulang lebih larut

Supaya bisa memotret dengan bebas dan luas, berangkat lebih pagi dari yang lain penting. Biasanya wisatawan-wisatawan akan tiba di objek wisata setelah makan pagi di penginapan, maka itu jika kita datang lebih pagi, tentunya kita bisa menikmati pemandangan dan memotret lebih leluasa.

Jika memungkinkan, datang lebih pagi sebelum matahari terbit untuk menyaksikan sunrise. Perlu usaha lebih untuk menyaksikan matahari terbit terutama jika jalan-jalan bersama teman-teman atau keluarga yang sulit bangun pagi. Tapi, cobalah meyakinkan mereka untuk bisa bangun pagi sekali.

Saat tur fotografi Kamboja beberapa minggu yang lalu, kami berangkat pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit untuk memotret pemandangan candi Angkor Wat.

Meskipun sudah berusaha tiba sekitar pukul 5.15 tapi sudah ada beberapa orang yang tiba di sana untuk memotret atau sekedar menyaksikan matahari terbit di lokasi yang sama.

15 menit kemudian, lebih banyak lagi wisatawan datang, dan dalam waktu singkat, lokasi tersebut penuh dengan lautan turis. Jika kita telat 15-30 menit saja, maka kemungkinan besar kita tidak akan mendapatkan tempat untuk memotret karena tertutup punggung turis.

Setelah matahari terbit, orang-orang mulai bubar, saat itu kita bisa tunggu sebentar sampai orang-orang bubar dan kemudian memotret dengan lebih leluasa.

2. Kesabaran

Memotret saat travel membutuhkan kesabaran, karena kita tidak bisa mengendalikan kondisi lingkungan atau orang-orang lain yang ada di dalamnya.

Travel photography bukan fotografi still life di studio, dimana kita bisa mengendalikan semua aspek dari posisi, sifat dan arah cahaya. Kadang ada sedikit halangan, misalnya ada teman yang telat bangun, atau di lokasi pemotretan ada yang mendesak kita atau mengambil posisi di depan kita dengan sengaja atau tidak sengaja sehingga menghalangi pandangan kita, dan lain lain.

Kesabaran juga penting saat cuaca atau kondisi pencahayaan tidak sesuai yang diharapkan. Mendung dengan langit yang berwarna abu-abu polos tentunya membuat foto yang membosankan.

Hujan membuat aktivitas memotret terhenti karena kita lebih sayang kamera dan lensa kita. Jika belum berhasil memotret pemandangan yang bagus hari ini, bersabarlah, besok mudah-mudahan lebih baik, atau jadikan alasan untuk kembali lagi pada perjalanan di masa depan.



(Candi ini akan bagus jika disinari matahari secara langsung. Memiliki jadwal yang fleksibel dan sabar menanti cuaca yang tepat merupakan hal yang penting untuk mendapatkan foto terbaik candi ini)


3. Fleksibel pada jadwal kunjungan

Salah satu yang saya tidak suka dalam tour wisata pada umumnya adalah jadwal yang kurang fleksibel. Tour operator biasanya menjanjikan banyak tempat untuk dikunjungi sehingga waktu untuk mengunjungi suatu tempat singkat dan bersifat kaku.

Saat bepergian sendiri bersama keluarga atau teman, bersikap fleksibel terhadap jadwal sangat meningkatkan potensi untuk mendapatkan foto yang bagus.

Saat tour fotografi ke Kamboja, saya mendapati cuaca di pagi hari agak mendung dan cahaya matahari tertutup oleh awan. Menurut penelitian saya, candi yang ingin saya kunjungi akan lebih bagus jika ada cahaya matahari bersinar secara langsung.

Maka itu saya mengubah rencana untuk mengunjungi candi tersebut di sore hari. Harapan saya, cahaya matahari akan muncul. Sesuai dengan harapan, sore itu matahari sore menampakkan dirinya dan kita mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan foto yang jauh lebih menarik dibandingkan dengan jika kita tetap pada rencana semula.

Mudah-mudahan tips-tips ini bisa membantu dan selamat berlibur sambil memotret.



Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com
(sha/ash)