Bulan Maret 2026 yang lalu, Xiaomi dan Leica bersama-sama merilis ponsel baru yang unik. Ponsel ini dinamakan Leitzphone, spesial karena dibuat 4.000 unit saja untuk seluruh dunia, dan Indonesia hanya kebagian 200 unit.
Ponsel ini berbasiskan teknologi Xiaomi 17 Ultra, namun punya desain yang cukup berbeda baik secara eksterior maupun interior. Dari luar, desainnya terlihat berbeda dengan ponsel-ponsel Xiaomi, misalnya ada logo red dot Leica yang terkenal. Warnanya panel belakangnya hitam dan bingkainya silver, seperti kamera dan lensa Leica. Di bagian samping ponsel terdapat ukiran 'Leica Camera Germany'.
Logo red dot Leica yang khas. Foto: Dok Enche Tjin |
Ukiran 'Leica Camera Germany'. Foto: Dok Enche Tjin |
Di bagian modul kameranya ada ring yang bisa diputar seperti lensa. Fungsinya bisa buat ganti lensa atau diganti dengan fungsi lainnya termasuk eksposur, simulasi bokeh sampai Leica Looks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak cuma itu, case dan gripnya juga spesial. corak teksturnya seperti yang terdapat di kamera Leica, dan di bagian ringnya punya fungsi buat pasang filter berukuran 67mm. Gripnya juga terasa lebih ergonomis. Grip ini berfungsi ganda sebagai powerbank. Jika ponselnya sudah low-batt, grip yang berisi 2.000 mAh ini langsung nge-charge ponselnya.
Gripnya ergonomis, berfungsi ganda sebagai powerbank 2.000 mAh. Foto: Dok Enche Tjin |
Secara interior, desain typography, icon dan antarmuka juga mirip dengan yang di kamera Leica. Khusus di dalam Leitzphone, Leica menyematkan dua profil khas Leica, yaitu Leica M9 dan M3.
Pilihan kamera Leica di menu Leica Essential. Foto: Dok Enche Tjin |
Leica M9 adalah kamera digital dengan image sensor full frame rangefinder Leica yang pertama, dan sampai saat ini type ini masih populer. Bukan karena sensornya full frame saja, tapi juga pakai type CCD, jadi hasil gambarnya biasanya dianggap unik dan berkarakter, beda dengan kamera digital masa kini yang hampir semuanya sudah menggunakan image sensor CMOS.
Dari pengamatan saya, hasil fotonya cenderung kebiruan, dengan bagian shadow dibiarkan gelap. Kalau kita lihat tonenya sangat berbeda dengan Leica Vibrant yang kontras, cerah dan lebih kuat warna merahnya. Profil Leica M9 ini menurut saya mungkin tidak akan cocok untuk setiap selera orang, dan juga tidak cocok untuk setiap subjek foto atau pemandangan.
Leica M9. Foto: Dok Enche Tjin |
Leica Vibrant. Foto: Dok Enche Tjin |
Kalau yang Leica M3 ini sebenarnya lebih tepat dinamakan Leica Monopan karena di M3 itu kamera film, dan hasil fotonya bergantung film apa yang dipasang. Tapi karena di zaman itu yang terkenal film hitam putih, maka masuk akal maka hasilnya juga hitam putih. M3 termasuk kamera legendaris Leica selain M6.
Untuk karakter hasil foto hitam putihnya, kontrasnya lebih tinggi daripada yang biasanya. Bagian highlight seperti langit yang terang sering dibiarkan over/blow up sehingga putih saja, dan bagian shadownya gelap. Hasil fotonya kurang lebih mensimulasikan efek film hitam putih yang dynamic rangenya rendah.
Leica B&W Natural. Foto: Dok Enche Tjin |
Leica M3. Foto: Dok Enche Tjin |
Leica M3. Foto: Dok Enche Tjin |
Dari sini kita lihat bahwa Leica berusaha membuat preset yang berbeda dengan yang look yang modern, yang mana hasil foto selalu terang dan cerah warnanya tapi terlihat datar/flat.
Leica berusaha membuat hasil foto lebih mirip dengan hasil dari kamera, bukan dari ponsel. Menurut saya hal ini bisa jadi cukup positif, karena kalau dimanfaatkan dengan baik, hasil foto dari ponsel ini akan terlihat unik daripada ponsel lainnya. Menurut saya, Leitzphone ini bukan sebagai pengganti kamera Leica, tapi sebagai gadget serba bisa mencakupi kamera yang mudah dibawa kemana-mana dengan rasa Leica.
Kiri Leica M3, Kanan Leica M9. Foto: Dok Enche Tjin |
Leica M9. Foto: Dok Enche Tjin |
Harga Leitzphone (kolaborasi Leica dan Xiaomi) di Indonesia dibanderol sekitar Rp 29.999.000. Harga yang wajar karena ponsel ini diposisikan sebagai kamera kelas flagship mewah. Masalah utama Leitzphone ini adalah ketersediaannya yang sangat terbatas. Kalau kehabisan, mungkin teman-teman harus menunggu edisi tahun depan.
(fay/fyk)












