Galaxy S6 Edge: Cantik dan Mematikan! - Halaman 4

Hands-on

Galaxy S6 Edge: Cantik dan Mematikan!

Ardhi Suryadhi - detikInet
Selasa, 03 Mar 2015 09:19 WIB
Halaman ke 4 dari 6
Galaxy S6 Edge: Cantik dan Mematikan!

"Tak ada ponsel lain yang mampu menandingi Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge. Tidak ada!" sesumbar JK Shin, CEO Samsung Electronics saat memperkenalkan kedua flagship ini di hadapan 4.000 audiens yang memadati Centre de Convencions Internacional de Barcelona.

Pastinya, hal ini bisa bikin panas kuping para pesaing Samsung. Tetapi untuk orang sekaliber JK Shin tentu ia tak akan asal njeplak (berbicara). Jika cuma klaim sepihak, sama saja senjata makan tuan.

Ya, JK Shin sudah tahu betul kemampuan Galaxy S6, sehingga ia berani sesumbar tentang performa ponsel jagoannya itu. Saat dijajal detikINET lewat aplikasi Antutu, hasil benchmark Galaxy S6 tembus di angka 68.896. Jauh meninggalkan Meizu MX4, Galaxy Note 4, OnePlus One, HTC One M8, Huawei Mate 7, Xiaomi Mi 4 sampai Galaxy S5.



Performa oke juga disodorkan Samsung untuk urusan pengisian daya. Dengan menggunakan teknologi WPC dan PMA wireless charging bersertifikat, Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge coba menetapkan standar baru dalam pengisian nirkabel universal.



Perangkat ini bekerja dengan pad nirkabel yang tersedia di pasar yang mendukung WPC dan PMA standar.

Selain itu, pengisian baterai dapat dilakukan dengan cepat, 1,5 kali lebih cepat dari Galaxy S5, dan mampu menyediakan kurang lebih 4 jam waktu pemakaian hanya dengan 10 menit pengisian baterai.

Namun harus diingat, fast charging di sini berlaku jika menggunakan alat charger bawaan Samsung. Dan dengan cara konvensional, lewat colokan kabel, bukan dengan gaya wireless charging.

Galaxy S6 Edge juga telah dibekali prosesor 14nm mobile pertama di dunia dengan platform 64 bit, sistem memori LPDDR4 dan UFS 2.0 flash memory terbaru yang mampu memberikan kinerja lebih tinggi dan kecepatan memori yang ditingkatkan dengan konsumsi daya yang rendah.

Menurut Gadget Enthusiast Lucky Sebastian, penggunaan prosesor 14nm ini merupakan suatu terobosan, karena sebelumnya industri ponsel masih terkait dengan fabrikasi 20nm dan 28nm.

"Dengan arsitektur yang lebih kecil (14nm), maka tempat yang digunakan untuk prosesor ini juga lebih kecil dan maksimal," kata Lucky saat ditemui detikINET di sela peluncuran Galaxy S6 di Centre de Convencions Internacional de Barcelona.

Imbasnya adalah penggunaan baterai bakal lebih irit. Jadi misalnya kalau dibandingkan ada baterai yang sama-sama menggunakan kapsitas 2.000 mAh tetapi punya dua fabrikasi prosesor berbeda -- misalkan 14nm dan 20nm -- maka yang bakal lebih irit adalah yang 14nm.

Peningkatan juga termasuk untuk urusan performa ponsel. Lucky memberikan analogi yaitu ketika kita coba berjalan dari ruangan A ke ruangan B. Nah, kalau ruangannya lebih kecil maka jalannya juga lebih cepat.

"Sama seperti prosesor berasitektur 14nm maka performanya bakal lebih meningkat karena jarak yang lebih pendek untuk berpindah dari A ke B, sehingga proses komputasi jadi lebih cepat," paparnya.

(rou/rou)
Halaman Selanjutnya
(rou/rou)