Galaxy K Zoom: Pisau Swiss di Dunia Gadget - Halaman 2

Review Produk

Galaxy K Zoom: Pisau Swiss di Dunia Gadget

- detikInet
Senin, 29 Sep 2014 09:30 WIB
Halaman ke 2 dari 2

K Zoom mengunakan sensor 1/2.3" 20 MP yang merupakan salah satu sensor gambar yang terbaik untuk kamera ponsel saat ini. Sensor ini dipadukan dengan lensa zoom yang cukup fleksibel.

Lensa zoom panjang ini untungnya juga dikombinasikan dengan peredam getar (OIS), sehingga motret di keadaan low light lebih sedikit yang blur karena getaran kamera/tangan.

Satu lagi fitur yang cukup menarik adalah Xenon flash. Kamera ponsel masa kini sebagian besar hanya mengunakan lampu LED yang jauh lebih redup.

Xenon flash ini akan sangat membantu dalam memotret foto orang saat cahaya matahari ada di belakang orang yang akan dipotret. Di dalam ruangan juga sangat membantu menerangi ruangan.

[foto tanpa flash]


[foto dengan flash]

Kualitas gambar dari kamera ini jika digunakan di kondisi cahaya yang terang seperti di luar ruangan di siang hari, hasil fotonya tajam dengan warna yang cerah.

Di kondisi yang gelap atau kontras tinggi, ketajaman foto menurun, tapi noise tidak terlalu banyak muncul karena sudah ditekan dengan proses reduksi noise.

Secara default, kamera akan mengunakan aspek rasio 16:9 (widescreen) yang memenuhi layar. Tapi sebenarnya aspek rasio sensor gambar Samsung K zoom itu adalah 4:3. Jadi jika mengunakan 16:9 berarti ada bagian foto yang terpotong sehingga yang didapatkan hanya 15 MP. Untungnya aspek rasio bisa dipilih melalui menu di dalam kamera.

Untuk mode shootingnya, Samsung K-Zoom menawarkan banyak mode-mode praktis yang populer untuk penggemar fotografi pemula. Contohnya mode beauty face, yang membuat kulit wajah menjadi lebih mulus, virtual tour yang memotret dan menggabungkan beberapa foto saat Anda berjalan, panorama, HDR rich tone, night, continuous shot, dan tidak ketinggalan mode selfie.

Bagi fotografer yang lebih berpengalaman, tersedia juga mode progam dan manual yang memungkinkan mengganti-ganti setting bukaan lensa, shutter speed dan ISO.



Untuk selfie, K-zoom juga menyediakan kamera depan, yang hanya 2 MP, agak kecil dibandingkan dengan kamera depan yang 20 MP. Kita juga bisa mengunakan kamera depan untuk selfie jika menginginkan kualitas yang lebih bagus.

Kamera akan dengan pintar mendeteksi posisi wajah kita dan memotret berturut-turut beberapa kali supaya kita bisa memilih komposisi atau momen yang terbaik.

Baterai Samsung K zoom mengunakan baterai berkapasitas 2.430 mAh, 9.23Wh. Menurut pengalaman saya, kamera ini bisa untuk memotret sekitar 150 foto dari full charge sampai habis. Tidak banyak memang, tapi cukup bagus untuk ponsel dan setara dengan sebagian besar kamera saku digital pada umumnya.

Kamera ponsel Samsung K-Zoom ini merupakan gadget yang menarik karena menggabungkan ponsel, dan kamera digital saku. Seperti pisau Swiss, gadget ini multifungsi dan juga berkualitas.

Cocok untuk penggemar fotografi yang kecewa dengan kualitas gambar dari ponsel pada umumnya, tapi tidak ingin membawa kamera digital zoom secara terpisah. Selain itu, jurnalis dan penulis cerita perjalanan/travel blogger akan sangat terbantu dengan alat  yang ringkas tapi serba guna ini.

Berikut sejumlah hasil jepretan K Zoom:

Contoh makro

Close Up

Crop dari close up

Foto panorama

Crop dari foto panorama

Mode HDR

Mode rich tone HDR. Cocok untuk pencahayaan yang kontras seperti pagi/sore hari.


Foto before sunrise. Kondisi cahaya masih sangat gelap, tapi nuansa warna yang halus masih bisa tertangkap dengan baik.

Zoom in. Pohon ini sebenarnya letaknya jauh dari posisi berdiri saya, tapi dengan zoom maksimum 44mm (setara 240mm di kamera full frame), saya bisa mendapatkan pohon ini cukup besar.

 

Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.

Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com

(ash/ash)
Halaman
(ash/ash)