Asa Olympus cs Gembosi Kekuasaan Canon & Nikon

Asa Olympus cs Gembosi Kekuasaan Canon & Nikon

- detikInet
Selasa, 21 Jan 2014 14:44 WIB
Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - BCN, sebuah organisasi yang menghitung penjualan kamera DSLR dan lensa, telah mengeluarkan laporan penjualan kamera digital di Jepang. Dari laporan ini, kita dapat melihat merek kamera dan jenis kamera yang terjual dalam periode tahun 2013 yang baru lewat.

Untuk jenis kamera DSLR, Canon dan Nikon masih merajai pasar dengan market share 49,2% dan 42%. Sisanya kurang dari 10% diperebutkan oleh Ricoh (Pentax) dan Sony Alpha.

Dominasi sistem kamera DSLR juga masih tinggi, yaitu mencapai 80% dari semua kamera yang bisa ganti lensa (interchangeable lens camera system). Sebanyak 20% sisanya dikuasai oleh sistem kamera mirrorless.

Untuk sistem kamera mirrorless, Olympus menduduki tempat yang tertinggi dengan pangsa pasar 28,9% dan disusul oleh Sony di tempat kedua dengan pangsa pasar 26,5%.

Tempat ketiga diisi oleh Panasonic dengan pangsa pasar 14,2%. Ketiganya menguasai 70% pangsa pasar sistem mirrorless. Sisanya, diperebutkan Canon, Nikon dan Fujifilm.

Dominasi pemain awal mirrorless seperti Olympus dan Sony terus menerima tekanan di tahun lalu terutama dari Canon dan Nikon yang masuk dengan kamera mirrorlessnya masing-masing.

Meskipun Panasonic merupakan pioner sistem mirrorless dan termasuk tiga besar di sistem mirrorless, pangsa pasar yang dikuasai hanya sekitar 15%, dan terus menurun dari tahun ke tahun.

Jadi untuk lanskap pangsa pasar kamera digital saat ini masih dikuasai oleh Canon dan Nikon. Sony yang belakangan ini sangat inovatif tapi ironisnya harus bersaing ketat dengan Olympus di pasar sistem mirrorless.

Kemungkinan yang terjadi di tahun 2014:
1. Pangsa kamera DSLR masih besar dan diminati, maka itu Canon dan Nikon tetap akan memperkuat dan memperbaharui koleksi sistem kamera DSLR dan lensa-lensanya.

2. Canon dan Nikon akan memperhatikan dan memperbaharui sistem mirrorless mereka dengan hati-hati, sambil mengamati perkembangan inovasi yang dilakukan perusahaan lain. Mereka tidak perlu bergegas karena posisi mereka masih di atas angin.

3. Sony yang ambisius tapi mentok dalam merebut pangsa pasar di DSLR, akan terus berusaha berinovasi membuat produk yang bermacam-macam dengan upaya mendapatkan pangsa pasar kamera digital yang lebih besar. Akan lebih banyak kamera dan lensa terutama di sistem mirrorless, compact dan kamera/aksesoris untuk smartphone.

4. Olympus: Meskipun beberapa produk unggulannya Olympus OMD cukup laris di kalangan fotografer pro dan enthusiasts, pangsa pasar Olympus terus digerus oleh masuknya pemain baru yang agresif yaitu Sony dan Fujifilm.

Canon dan Nikon agak telat, tapi juga ikut masuk meramaikan. Olympus perlu menemukan jalan supaya bisa tetap exist, jika tidak melakukan gebrakan apa-apa, tahun depan bisa jadi menurun.

5. Panasonic yang makin menurun pangsa pasarnya dari tahun ke tahun akan berusaha membuat kamera dan lensa yang lebih spesifik terutama untuk videografi. Seperti Sony, Panasonic sangat berpengalaman soal video camera. Dengan demikian profit margin Panasonic bisa lebih baik.

6. Ricoh (Pentax) memiliki beberapa kamera dan lensa yang bagus, tapi karena pangsa pasarnya sangat kecil, memiliki keterbatasan dalam mengembangkan produk yang inovatif dalam jumlah banyak.

Kemungkinan akan berkonsentrasi pada pengembangan kamera compact canggih yang spesialis yaitu kamera Pentax Q yang bisa ganti-ganti lensa, atau kamera yang rugged/tahan cuaca buruk, underwater.

7. Samsung pangsa pasar di Jepang sangat kecil atau hampir tidak ada, tapi Samsung punya kelebihan yaitu dananya besar, dan juga pengalamannya yang banyak dan sukses di pasar smartphone. Kemungkinan Samsung akan mencoba mengintegrasikan kamera dengan teknologi smartphone mereka lebih baik lagi.


Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com

(ash/ash)