Kisah Pengobatan Medis Zaman Dulu yang Creepy dan Mengganggu

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

Alami gangguan jiwa? Masalah itu bisa diatasi dengan prosedur lobotomi ala abad ke-20. Sayangnya, meskipun tidak ada bukti nyata yang mendukung efektivitasnya, prosedur ini justru menjadi pilihan utama para dokter saat itu. Gagasan utamanya adalah menargetkan lobus tertentu di otak. Foto: bonkersinstitute via Bored Panda

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

Alami gangguan jiwa? Masalah itu bisa diatasi dengan prosedur lobotomi ala abad ke-20. Sayangnya, meskipun tidak ada bukti nyata yang mendukung efektivitasnya, prosedur ini justru menjadi pilihan utama para dokter saat itu. Gagasan utamanya adalah menargetkan lobus tertentu di otak. Foto: bonkersinstitute via Bored Panda

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

Di Inggris pada era Georgian, pasien kaya bisa membeli gigi segar yang dicabut dari seseorang yang cukup putus asa untuk menjual gigi mereka. Sang donor akan menunggu di luar klinik. Foto: Johann Liss / After Lucas van Leyden via Bored Panda

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

Pengobatan skoliosis pada 1877. Foto: Wellcome Images via Bored Panda

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

X-ray untuk gigi. Terlihat mengerikan dan tak aman. Foto: Internet Archive Book Images via Bored Panda

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

Penggunaan peralatan listrik kursi Bergonic. Tujuannya pemberian terapi guna mendapatkan efek psikologis pada kasus psikoneurotik. Era Perang Dunia I. Foto: Internet Archive Book Images via Bored Panda

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

Konon, urine digunakan untuk pencuci mulut atau mouthwash, jadi mulut bersih dan gigi putihDuduk di Dalam Bangkai Paus (Untuk Artritis Reumatoid). Foto: Albert Kretschmer via Bored Panda

Pengobatan zaman dulu berikut ini sangat disturbing dan mengerikan. Nggak kebayang kalau masih dipraktikkan hingga sekarang.

Duduk di dalam bangkai paus untuk artritis reumatoid. Foto: Susan R. Bernardi via Bored Panda

Alami gangguan jiwa? Masalah itu bisa diatasi dengan prosedur lobotomi ala abad ke-20. Sayangnya, meskipun tidak ada bukti nyata yang mendukung efektivitasnya, prosedur ini justru menjadi pilihan utama para dokter saat itu. Gagasan utamanya adalah menargetkan lobus tertentu di otak. Foto: bonkersinstitute via Bored Panda
Alami gangguan jiwa? Masalah itu bisa diatasi dengan prosedur lobotomi ala abad ke-20. Sayangnya, meskipun tidak ada bukti nyata yang mendukung efektivitasnya, prosedur ini justru menjadi pilihan utama para dokter saat itu. Gagasan utamanya adalah menargetkan lobus tertentu di otak. Foto: bonkersinstitute via Bored Panda
Di Inggris pada era Georgian, pasien kaya bisa membeli gigi segar yang dicabut dari seseorang yang cukup putus asa untuk menjual gigi mereka. Sang donor akan menunggu di luar klinik. Foto: Johann Liss / After Lucas van Leyden via Bored Panda
Pengobatan skoliosis pada 1877. Foto: Wellcome Images via Bored Panda
X-ray untuk gigi. Terlihat mengerikan dan tak aman. Foto: Internet Archive Book Images via Bored Panda
Penggunaan peralatan listrik kursi Bergonic. Tujuannya pemberian terapi guna mendapatkan efek psikologis pada kasus psikoneurotik. Era Perang Dunia I. Foto: Internet Archive Book Images via Bored Panda
Konon, urine digunakan untuk pencuci mulut atau mouthwash, jadi mulut bersih dan gigi putihDuduk di Dalam Bangkai Paus (Untuk Artritis Reumatoid). Foto: Albert Kretschmer via Bored Panda
Duduk di dalam bangkai paus untuk artritis reumatoid. Foto: Susan R. Bernardi via Bored Panda