Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan harga komponen elektronik belum sepenuhnya mengurangi minat masyarakat untuk membeli perangkat baru. Di tengah potensi kenaikan harga gadget sepanjang 2026, aktivitas penjualan dan pameran teknologi masih menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Pengunjung mencoba berbagai gadget sebelum membeli di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (30/5/2026), dalam ajang pameran teknologi Blibli XPO 2026 yang berlangsung pada 27–31 Mei 2026. Event tersebut menjadi salah satu destinasi masyarakat untuk melihat dan mencoba perangkat terbaru secara langsung.
Tekanan terhadap harga perangkat elektronik muncul seiring menguatnya dolar AS dan meningkatnya biaya komponen global, terutama memori dan penyimpanan data. Kondisi tersebut membuat sejumlah produk teknologi berpotensi dijual dengan harga yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, pasar gadget Indonesia masih menunjukkan daya tahan. Laporan riset Counterpoint mencatat segmen smartphone premium dengan harga di atas US$600 mengalami pertumbuhan signifikan pada kuartal pertama 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pasar smartphone nasional, menandakan konsumen yang memiliki kebutuhan untuk upgrade perangkat tetap melakukan pembelian meski harga meningkat.
Laporan riset Counterpoint mencatat segmen smartphone premium menunjukkan pertumbuhan pada kuartal pertama 2026. Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap perangkat digital masih tetap berjalan meski harga cenderung meningkat.
Tren tersebut juga terlihat dari ramainya pameran teknologi dan meningkatnya aktivitas belanja perangkat elektronik. Bagi sebagian masyarakat, gadget kini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menunjang pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari.