7 Pekerjaan dengan Tingkat Stres Paling Ekstrem di Berbagai Belahan Dunia

Daftar pekerjaan ekstrem ini bertaruh nyawa di tengah peluru, kegelapan laut dalam, hingga ancaman tambang runtuh. BoredPanda

Koresponden Perang di Ukraina harus melaporkan berita di tengah ancaman serangan drone dan artileri yang konstan. Selain risiko fisik, mereka sering mengalami trauma psikologis berat tanpa adanya jaminan asuransi atau dukungan evakuasi yang memadai seperti staf di kantor berita pusat. Foto: BoredPanda

Daftar pekerjaan ekstrem ini bertaruh nyawa di tengah peluru, kegelapan laut dalam, hingga ancaman tambang runtuh. BoredPanda

Petugas Search-and-Rescue di Turki sering kali harus bekerja di bawah tumpukan puing-puing bangunan pasca bencana dengan waktu yang sangat terbatas. Beban emosional saat mengevakuasi korban massal sering kali meninggalkan bekas luka psikologis yang sulit disembuhkan. Foto: BoredPanda

Daftar pekerjaan ekstrem ini bertaruh nyawa di tengah peluru, kegelapan laut dalam, hingga ancaman tambang runtuh. BoredPanda

Pekerja Shipbreaking di Bangladesh membongkar kapal-kapal raksasa yang sudah tidak layak jalan hanya dengan alat manual di pinggir pantai. Tanpa alat pelindung, mereka setiap hari bertaruh nyawa menghadapi ancaman ledakan dan paparan racun asbes yang sangat mematikan. Foto: BoredPanda

Daftar pekerjaan ekstrem ini bertaruh nyawa di tengah peluru, kegelapan laut dalam, hingga ancaman tambang runtuh. BoredPanda

Teknisi Penjinak Bom (EOD) di Irak dituntut untuk tetap tenang dalam tekanan yang tidak terbayangkan. Satu kesalahan kecil saat memotong kabel atau menentukan koordinat ranjau bisa berakibat fatal, menjadikannya profesi yang membutuhkan kewaspadaan tingkat tinggi setiap detik. Foto: BoredPanda

Daftar pekerjaan ekstrem ini bertaruh nyawa di tengah peluru, kegelapan laut dalam, hingga ancaman tambang runtuh. BoredPanda

Buruh Penjara di Tiongkok bekerja di bawah pengawasan super ketat untuk sektor manufaktur hingga pertambangan. Banyak aktivis hak asasi manusia menyebut kondisi ini sebagai kerja paksa modern karena mereka tidak memiliki otonomi dan sering kali dihukum jika menolak bekerja. Foto: BoredPanda

Daftar pekerjaan ekstrem ini bertaruh nyawa di tengah peluru, kegelapan laut dalam, hingga ancaman tambang runtuh. BoredPanda

Penambang Bawah Tanah di Kongo dianggap sebagai pekerjaan paling stres karena setiap kali turun ke lubang tambang kobalt yang tidak stabil, maut selalu mengintai. Selain ancaman terowongan runtuh, mereka juga sering menghadapi pemerasan dari kelompok bersenjata. Foto: BoredPanda

Daftar pekerjaan ekstrem ini bertaruh nyawa di tengah peluru, kegelapan laut dalam, hingga ancaman tambang runtuh. BoredPanda

Penyelam Saturasi Laut Dalam di Norwegia menghabiskan waktu berminggu-minggu di dalam ruang bertekanan tinggi untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur minyak di dasar laut yang gelap. Isolasi total dan risiko kegagalan peralatan membuat pekerjaan ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya mental baja. Foto: BoredPanda

Koresponden Perang di Ukraina harus melaporkan berita di tengah ancaman serangan drone dan artileri yang konstan. Selain risiko fisik, mereka sering mengalami trauma psikologis berat tanpa adanya jaminan asuransi atau dukungan evakuasi yang memadai seperti staf di kantor berita pusat. Foto: BoredPanda
Petugas Search-and-Rescue di Turki sering kali harus bekerja di bawah tumpukan puing-puing bangunan pasca bencana dengan waktu yang sangat terbatas. Beban emosional saat mengevakuasi korban massal sering kali meninggalkan bekas luka psikologis yang sulit disembuhkan. Foto: BoredPanda
Pekerja Shipbreaking di Bangladesh membongkar kapal-kapal raksasa yang sudah tidak layak jalan hanya dengan alat manual di pinggir pantai. Tanpa alat pelindung, mereka setiap hari bertaruh nyawa menghadapi ancaman ledakan dan paparan racun asbes yang sangat mematikan. Foto: BoredPanda
Teknisi Penjinak Bom (EOD) di Irak dituntut untuk tetap tenang dalam tekanan yang tidak terbayangkan. Satu kesalahan kecil saat memotong kabel atau menentukan koordinat ranjau bisa berakibat fatal, menjadikannya profesi yang membutuhkan kewaspadaan tingkat tinggi setiap detik. Foto: BoredPanda
Buruh Penjara di Tiongkok bekerja di bawah pengawasan super ketat untuk sektor manufaktur hingga pertambangan. Banyak aktivis hak asasi manusia menyebut kondisi ini sebagai kerja paksa modern karena mereka tidak memiliki otonomi dan sering kali dihukum jika menolak bekerja. Foto: BoredPanda
Penambang Bawah Tanah di Kongo dianggap sebagai pekerjaan paling stres karena setiap kali turun ke lubang tambang kobalt yang tidak stabil, maut selalu mengintai. Selain ancaman terowongan runtuh, mereka juga sering menghadapi pemerasan dari kelompok bersenjata. Foto: BoredPanda
Penyelam Saturasi Laut Dalam di Norwegia menghabiskan waktu berminggu-minggu di dalam ruang bertekanan tinggi untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur minyak di dasar laut yang gelap. Isolasi total dan risiko kegagalan peralatan membuat pekerjaan ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya mental baja. Foto: BoredPanda