Bantu Siswa Tunarungu, Lengan Robot AI Ubah Ucapan Jadi Isyarat

Inovasi teknologi kembali menghadirkan solusi inklusif di dunia pendidikan. Sebuah lengan robot bertenaga kecerdasan buatan (AI) bernama Zerobionic mampu mengubah kata-kata yang diucapkan menjadi gerakan bahasa isyarat, sehingga membantu siswa dengan gangguan pendengaran memahami komunikasi secara lebih mudah. REUTERS/Monicah Mwangi

Teknologi ini diperkenalkan dalam program pendampingan di Sekolah untuk Tunarungu Machakos, Kabupaten Machakos, Kenya, pada 5 Maret 2026. Para siswa tampak antusias berinteraksi langsung dengan perangkat tersebut, yang menerjemahkan ucapan menjadi gerakan tangan secara real time. REUTERS/Monicah Mwangi

Inovasi teknologi kembali menghadirkan solusi inklusif di dunia pendidikan. Sebuah lengan robot bertenaga kecerdasan buatan (AI) bernama Zerobionic mampu mengubah kata-kata yang diucapkan menjadi gerakan bahasa isyarat, sehingga membantu siswa dengan gangguan pendengaran memahami komunikasi secara lebih mudah. REUTERS/Monicah Mwangi

Zerobionic dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara individu yang dapat mendengar dan mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. Dengan kemampuan menerjemahkan suara menjadi bahasa isyarat, perangkat ini diharapkan dapat meningkatkan akses belajar serta memperluas kesempatan bagi siswa tunarungu untuk berpartisipasi aktif di lingkungan pendidikan. REUTERS/Monicah Mwangi

Inovasi teknologi kembali menghadirkan solusi inklusif di dunia pendidikan. Sebuah lengan robot bertenaga kecerdasan buatan (AI) bernama Zerobionic mampu mengubah kata-kata yang diucapkan menjadi gerakan bahasa isyarat, sehingga membantu siswa dengan gangguan pendengaran memahami komunikasi secara lebih mudah. REUTERS/Monicah Mwangi

Kehadiran lengan robot berbasis AI ini menjadi harapan baru dalam dunia pendidikan, khususnya bagi penyandang disabilitas pendengaran. REUTERS/Monicah Mwangi

Inovasi teknologi kembali menghadirkan solusi inklusif di dunia pendidikan. Sebuah lengan robot bertenaga kecerdasan buatan (AI) bernama Zerobionic mampu mengubah kata-kata yang diucapkan menjadi gerakan bahasa isyarat, sehingga membantu siswa dengan gangguan pendengaran memahami komunikasi secara lebih mudah. REUTERS/Monicah Mwangi

Salah satu insinyur yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini, Martha Wanjiru, turut mendampingi para siswa saat mencoba lengan robot tersebut. Ia menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih inklusif dan interaktif. REUTERS/Monicah Mwangi

Inovasi teknologi kembali menghadirkan solusi inklusif di dunia pendidikan. Sebuah lengan robot bertenaga kecerdasan buatan (AI) bernama Zerobionic mampu mengubah kata-kata yang diucapkan menjadi gerakan bahasa isyarat, sehingga membantu siswa dengan gangguan pendengaran memahami komunikasi secara lebih mudah. REUTERS/Monicah Mwangi

Selain mempermudah komunikasi, teknologi ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih setara dan ramah bagi semua kalangan. REUTERS/Monicah Mwangi

Teknologi ini diperkenalkan dalam program pendampingan di Sekolah untuk Tunarungu Machakos, Kabupaten Machakos, Kenya, pada 5 Maret 2026. Para siswa tampak antusias berinteraksi langsung dengan perangkat tersebut, yang menerjemahkan ucapan menjadi gerakan tangan secara real time. REUTERS/Monicah Mwangi
Zerobionic dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara individu yang dapat mendengar dan mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. Dengan kemampuan menerjemahkan suara menjadi bahasa isyarat, perangkat ini diharapkan dapat meningkatkan akses belajar serta memperluas kesempatan bagi siswa tunarungu untuk berpartisipasi aktif di lingkungan pendidikan. REUTERS/Monicah Mwangi
Kehadiran lengan robot berbasis AI ini menjadi harapan baru dalam dunia pendidikan, khususnya bagi penyandang disabilitas pendengaran. REUTERS/Monicah Mwangi
Salah satu insinyur yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini, Martha Wanjiru, turut mendampingi para siswa saat mencoba lengan robot tersebut. Ia menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih inklusif dan interaktif. REUTERS/Monicah Mwangi
Selain mempermudah komunikasi, teknologi ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih setara dan ramah bagi semua kalangan. REUTERS/Monicah Mwangi