Bukan Alien, Hewan-hewan Ini Hidup di Laut Paling Dalam

Hewan aneh di laut dalam
Hewan di atas memiliki nama latin Bathydevius caudactylus tapi lebih dikenal sebagai salah satu spesies nudibrach atau siput laut. Berbeda dengan siput laut lainnya yang hidup di dasar laut, hewan ini hidup di kedalaman 1.000 sampai 4.000 meter di bawah permukaan. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Hewan di atas memiliki nama latin Bathydevius caudactylus tapi lebih dikenal sebagai salah satu spesies nudibrach atau siput laut. Berbeda dengan siput laut lainnya yang hidup di dasar laut, hewan ini hidup di kedalaman 1.000 sampai 4.000 meter di bawah permukaan. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Hewan menggemaskan ini dinamai gurita flapjack karena tubuhnya yang mirip seperti pancake. Ketika diancam predator, gurita flapjack akan siaga dan berencang dengan mengepakkan siripnya yang pendek, menggerakkan lengan berselaputnya, dan meniup air melalui corongnya agar tubuhnya bisa terdorong. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Hewan menggemaskan ini dinamai gurita flapjack karena tubuhnya yang mirip seperti pancake. Ketika diancam predator, gurita flapjack akan siaga dan berencang dengan mengepakkan siripnya yang pendek, menggerakkan lengan berselaputnya, dan meniup air melalui corongnya agar tubuhnya bisa terdorong. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Atolla sp. atau ubur-ubur mahkota laut dalam adalah salah satu spesies ubur-ubur yang paling banyak ditemukan di laut dalam. Ubur-ubur ini dikenal memiliki tentakel panjang dan tubuh berwarna merah untuk membantunya berkamuflase di kegelapan. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Atolla sp. atau ubur-ubur mahkota laut dalam adalah salah satu spesies ubur-ubur yang paling banyak ditemukan di laut dalam. Ubur-ubur ini dikenal memiliki tentakel panjang dan tubuh berwarna merah untuk membantunya berkamuflase di kegelapan. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Vampyroteuthis dikenal dengan julukan gurita vampir. Meski begitu, gurita ini tidak mengonsumsi darah melainkan hanya plankton, kotoran hewan lain, lendir, dan material organik lainnya yang tenggelam ke dasar laut. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Vampyroteuthis dikenal dengan julukan gurita vampir. Meski begitu, gurita ini tidak mengonsumsi darah melainkan hanya plankton, kotoran hewan lain, lendir, dan material organik lainnya yang tenggelam ke dasar laut. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Anglerfish laut dalam atau Lophiiformes punya cara unik untuk mencari mangsa. Ikan ini memiliki sirip dorsal yang berbentuk seperti alat pancing yang ujungnya diisi bakteri bercahaya untuk menarik perhatian mangsa. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Anglerfish laut dalam atau Lophiiformes punya cara unik untuk mencari mangsa. Ikan ini memiliki sirip dorsal yang berbentuk seperti alat pancing yang ujungnya diisi bakteri bercahaya untuk menarik perhatian mangsa. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Meski terlihat cantik, ubur-ubur piring atau Solmissus spp. sebenarnya merupakan salah satu predator paling mengerikan. Solmissus berburu dengan tentakelnya berada di bagian depan, sehingga ubur-ubur ini bisa mengejutkan mangsanya. Sebelum mangsa dapat merasakan kehadirannya, tentakel ubur-ubur ini sudah langsung menjerat lebih dulu. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Meski terlihat cantik, ubur-ubur piring atau Solmissus spp. sebenarnya merupakan salah satu predator paling mengerikan. Solmissus berburu dengan tentakelnya berada di bagian depan, sehingga ubur-ubur ini bisa mengejutkan mangsanya. Sebelum mangsa dapat merasakan kehadirannya, tentakel ubur-ubur ini sudah langsung menjerat lebih dulu. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Cacing pantat babi atau Chaetopterus pugaporcinus memiliki ukuran kecil sebesar kacang hazelnut. Cacing ini menyemburkan lendir untuk menangkap potongan bahan organik yang disebut salju laut untuk dimakan. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Cacing pantat babi atau Chaetopterus pugaporcinus memiliki ukuran kecil sebesar kacang hazelnut. Cacing ini menyemburkan lendir untuk menangkap potongan bahan organik yang disebut salju laut untuk dimakan. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Ikan barreleye atau Macropinna microstoma merupakan salah satu ikan paling aneh yang pernah ditemukan. Bagian di wajahnya yang terlihat seperti mata sebenarnya merupakan organ penciuman, sementara mata aslinya adalah dua bola hijau di atas kepalanya yang menghadap ke atas. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Ikan barreleye atau Macropinna microstoma merupakan salah satu ikan paling aneh yang pernah ditemukan. Bagian di wajahnya yang terlihat seperti mata sebenarnya merupakan organ penciuman, sementara mata aslinya adalah dua bola hijau di atas kepalanya yang menghadap ke atas. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Cacing bomber atau Swima sp. berenang di kedalaman beberapa meter dari dasar laut. Cacing ini memiliki delapan kantung berisi cairan bioluminesens, dan ketika diganggung predator cacing ini akan meledakkan kantung itu untuk mengalihkan perhatian dan kabur. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Cacing bomber atau Swima sp. berenang di kedalaman beberapa meter dari dasar laut. Cacing ini memiliki delapan kantung berisi cairan bioluminesens, dan ketika diganggung predator cacing ini akan meledakkan kantung itu untuk mengalihkan perhatian dan kabur. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Ini bukan Xenomorph dari film Alien, melainkan amphipod kristal atau Cystisoma spp.. Hewan ini memiliki mata yang ukurannya sangat besar, bahkan mencapai sepertiga dari tubuhnya, yang membantu mereka mencari mangsa transparan di wilayah laut yang sangat gelap. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Ini bukan Xenomorph dari film Alien, melainkan amphipod kristal atau Cystisoma spp.. Hewan ini memiliki mata yang ukurannya sangat besar, bahkan mencapai sepertiga dari tubuhnya, yang membantu mereka mencari mangsa transparan di wilayah laut yang sangat gelap. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Cacing gossamer atau Tomopteris spp. merupakan cacing dengan tubuh transparan yang berguna untuk menghindari perhatian predator. Ketika merasa terancam, cacing ini akan menggulung badannya menyerupai ubur-ubur, dan ada juga yang menyemoprotkan cairan bioluminesens. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Cacing gossamer atau Tomopteris spp. merupakan cacing dengan tubuh transparan yang berguna untuk menghindari perhatian predator. Ketika merasa terancam, cacing ini akan menggulung badannya menyerupai ubur-ubur, dan ada juga yang menyemoprotkan cairan bioluminesens. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Cacing tabung raksasa atau Riftia pachyptila tidak makan untuk mendapatkan energi. Perut cacing ini dihuni bakteri yang dapat mengubah sulfur menjadi energi. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Cacing tabung raksasa atau Riftia pachyptila tidak makan untuk mendapatkan energi. Perut cacing ini dihuni bakteri yang dapat mengubah sulfur menjadi energi. Foto: MBARI

Hewan aneh di laut dalam
Dragonfish dari famili Stomiidae adalah predator yang sangat lihai. Meskipun bisa berencan dengan cepat, ikan ini lebih memilih berdiam diri dan menyergap buruannya. Sebagian besar tubuhnya memiliki tubuh gelap untuk menyamarkan diri dari mangsanya. Foto: MBARI
Hewan aneh di laut dalam

Dragonfish dari famili Stomiidae adalah predator yang sangat lihai. Meskipun bisa berencan dengan cepat, ikan ini lebih memilih berdiam diri dan menyergap buruannya. Sebagian besar tubuhnya memiliki tubuh gelap untuk menyamarkan diri dari mangsanya. Foto: MBARI

Hewan di atas memiliki nama latin Bathydevius caudactylus tapi lebih dikenal sebagai salah satu spesies nudibrach atau siput laut. Berbeda dengan siput laut lainnya yang hidup di dasar laut, hewan ini hidup di kedalaman 1.000 sampai 4.000 meter di bawah permukaan. Foto: MBARI
Hewan di atas memiliki nama latin Bathydevius caudactylus tapi lebih dikenal sebagai salah satu spesies nudibrach atau siput laut. Berbeda dengan siput laut lainnya yang hidup di dasar laut, hewan ini hidup di kedalaman 1.000 sampai 4.000 meter di bawah permukaan. Foto: MBARI
Hewan menggemaskan ini dinamai gurita flapjack karena tubuhnya yang mirip seperti pancake. Ketika diancam predator, gurita flapjack akan siaga dan berencang dengan mengepakkan siripnya yang pendek, menggerakkan lengan berselaputnya, dan meniup air melalui corongnya agar tubuhnya bisa terdorong. Foto: MBARI
Hewan menggemaskan ini dinamai gurita flapjack karena tubuhnya yang mirip seperti pancake. Ketika diancam predator, gurita flapjack akan siaga dan berencang dengan mengepakkan siripnya yang pendek, menggerakkan lengan berselaputnya, dan meniup air melalui corongnya agar tubuhnya bisa terdorong. Foto: MBARI
Atolla sp. atau ubur-ubur mahkota laut dalam adalah salah satu spesies ubur-ubur yang paling banyak ditemukan di laut dalam. Ubur-ubur ini dikenal memiliki tentakel panjang dan tubuh berwarna merah untuk membantunya berkamuflase di kegelapan. Foto: MBARI
Atolla sp. atau ubur-ubur mahkota laut dalam adalah salah satu spesies ubur-ubur yang paling banyak ditemukan di laut dalam. Ubur-ubur ini dikenal memiliki tentakel panjang dan tubuh berwarna merah untuk membantunya berkamuflase di kegelapan. Foto: MBARI
Vampyroteuthis dikenal dengan julukan gurita vampir. Meski begitu, gurita ini tidak mengonsumsi darah melainkan hanya plankton, kotoran hewan lain, lendir, dan material organik lainnya yang tenggelam ke dasar laut. Foto: MBARI
Vampyroteuthis dikenal dengan julukan gurita vampir. Meski begitu, gurita ini tidak mengonsumsi darah melainkan hanya plankton, kotoran hewan lain, lendir, dan material organik lainnya yang tenggelam ke dasar laut. Foto: MBARI
Anglerfish laut dalam atau Lophiiformes punya cara unik untuk mencari mangsa. Ikan ini memiliki sirip dorsal yang berbentuk seperti alat pancing yang ujungnya diisi bakteri bercahaya untuk menarik perhatian mangsa. Foto: MBARI
Anglerfish laut dalam atau Lophiiformes punya cara unik untuk mencari mangsa. Ikan ini memiliki sirip dorsal yang berbentuk seperti alat pancing yang ujungnya diisi bakteri bercahaya untuk menarik perhatian mangsa. Foto: MBARI
Meski terlihat cantik, ubur-ubur piring atau Solmissus spp. sebenarnya merupakan salah satu predator paling mengerikan. Solmissus berburu dengan tentakelnya berada di bagian depan, sehingga ubur-ubur ini bisa mengejutkan mangsanya. Sebelum mangsa dapat merasakan kehadirannya, tentakel ubur-ubur ini sudah langsung menjerat lebih dulu. Foto: MBARI
Meski terlihat cantik, ubur-ubur piring atau Solmissus spp. sebenarnya merupakan salah satu predator paling mengerikan. Solmissus berburu dengan tentakelnya berada di bagian depan, sehingga ubur-ubur ini bisa mengejutkan mangsanya. Sebelum mangsa dapat merasakan kehadirannya, tentakel ubur-ubur ini sudah langsung menjerat lebih dulu. Foto: MBARI
Cacing pantat babi atau Chaetopterus pugaporcinus memiliki ukuran kecil sebesar kacang hazelnut. Cacing ini menyemburkan lendir untuk menangkap potongan bahan organik yang disebut salju laut untuk dimakan. Foto: MBARI
Cacing pantat babi atau Chaetopterus pugaporcinus memiliki ukuran kecil sebesar kacang hazelnut. Cacing ini menyemburkan lendir untuk menangkap potongan bahan organik yang disebut salju laut untuk dimakan. Foto: MBARI
Ikan barreleye atau Macropinna microstoma merupakan salah satu ikan paling aneh yang pernah ditemukan. Bagian di wajahnya yang terlihat seperti mata sebenarnya merupakan organ penciuman, sementara mata aslinya adalah dua bola hijau di atas kepalanya yang menghadap ke atas. Foto: MBARI
Ikan barreleye atau Macropinna microstoma merupakan salah satu ikan paling aneh yang pernah ditemukan. Bagian di wajahnya yang terlihat seperti mata sebenarnya merupakan organ penciuman, sementara mata aslinya adalah dua bola hijau di atas kepalanya yang menghadap ke atas. Foto: MBARI
Cacing bomber atau Swima sp. berenang di kedalaman beberapa meter dari dasar laut. Cacing ini memiliki delapan kantung berisi cairan bioluminesens, dan ketika diganggung predator cacing ini akan meledakkan kantung itu untuk mengalihkan perhatian dan kabur. Foto: MBARI
Cacing bomber atau Swima sp. berenang di kedalaman beberapa meter dari dasar laut. Cacing ini memiliki delapan kantung berisi cairan bioluminesens, dan ketika diganggung predator cacing ini akan meledakkan kantung itu untuk mengalihkan perhatian dan kabur. Foto: MBARI
Ini bukan Xenomorph dari film Alien, melainkan amphipod kristal atau Cystisoma spp.. Hewan ini memiliki mata yang ukurannya sangat besar, bahkan mencapai sepertiga dari tubuhnya, yang membantu mereka mencari mangsa transparan di wilayah laut yang sangat gelap. Foto: MBARI
Ini bukan Xenomorph dari film Alien, melainkan amphipod kristal atau Cystisoma spp.. Hewan ini memiliki mata yang ukurannya sangat besar, bahkan mencapai sepertiga dari tubuhnya, yang membantu mereka mencari mangsa transparan di wilayah laut yang sangat gelap. Foto: MBARI
Cacing gossamer atau Tomopteris spp. merupakan cacing dengan tubuh transparan yang berguna untuk menghindari perhatian predator. Ketika merasa terancam, cacing ini akan menggulung badannya menyerupai ubur-ubur, dan ada juga yang menyemoprotkan cairan bioluminesens. Foto: MBARI
Cacing gossamer atau Tomopteris spp. merupakan cacing dengan tubuh transparan yang berguna untuk menghindari perhatian predator. Ketika merasa terancam, cacing ini akan menggulung badannya menyerupai ubur-ubur, dan ada juga yang menyemoprotkan cairan bioluminesens. Foto: MBARI
Cacing tabung raksasa atau Riftia pachyptila tidak makan untuk mendapatkan energi. Perut cacing ini dihuni bakteri yang dapat mengubah sulfur menjadi energi. Foto: MBARI
Cacing tabung raksasa atau Riftia pachyptila tidak makan untuk mendapatkan energi. Perut cacing ini dihuni bakteri yang dapat mengubah sulfur menjadi energi. Foto: MBARI
Dragonfish dari famili Stomiidae adalah predator yang sangat lihai. Meskipun bisa berencan dengan cepat, ikan ini lebih memilih berdiam diri dan menyergap buruannya. Sebagian besar tubuhnya memiliki tubuh gelap untuk menyamarkan diri dari mangsanya. Foto: MBARI
Dragonfish dari famili Stomiidae adalah predator yang sangat lihai. Meskipun bisa berencan dengan cepat, ikan ini lebih memilih berdiam diri dan menyergap buruannya. Sebagian besar tubuhnya memiliki tubuh gelap untuk menyamarkan diri dari mangsanya. Foto: MBARI