Blood Moon di Berbagai Belahan Dunia

Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menyulap Bulan menjadi kemerahan dan terlihat di berbagai negara, dari Asia hingga Amerika. REUTERS/Victor Medina
Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. “Blood Moon” terbit di atas pintu utama La Chinesca, kawasan Chinatown bersejarah, eclipse di Mexicali, Meksiko (3/3/2026). REUTERS/Victor Medina
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menyulap Bulan menjadi kemerahan dan terlihat di berbagai negara, dari Asia hingga Amerika. REUTERS/Victor Medina
“Blood Moon” terlihat selama gerhana bulan total di Quezon City, Metro Manila, Filipina. Fenomena ini hanya terjadi saat fase bulan purnama ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. REUTERS/Noel Celis.
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menyulap Bulan menjadi kemerahan dan terlihat di berbagai negara, dari Asia hingga Amerika. REUTERS/Victor Medina
Bulan terlihat selama gerhana bulan total di Panchimalco, El Salvador. Gerhana bulan total dengan karakteristik seperti peristiwa 3 Maret 2026 tidak akan terjadi lagi hingga akhir tahun 2028-2029. REUTERS/Jose Cabezas
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menyulap Bulan menjadi kemerahan dan terlihat di berbagai negara, dari Asia hingga Amerika. REUTERS/Victor Medina
“Blood Moon” terlihat melalui cabang pohon yang dihiasi lentera merah saat gerhana bulan total di Beijing, China. Peristiwa astronomi ini dapat diamati dengan aman menggunakan mata telanjang tanpa perlindungan khusus. REUTERS/Maxim Shemetov
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menyulap Bulan menjadi kemerahan dan terlihat di berbagai negara, dari Asia hingga Amerika. REUTERS/Victor Medina
“Blood Moon” terbit di langit Ciudad Juarez, Meksiko, selama gerhana bulan total. Fase totalitas pada peristiwa ini berlangsung sekitar 58 menit ketika Bulan tampak berwarna merah tembaga. REUTERS/Jose Luis Gonzalez
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menyulap Bulan menjadi kemerahan dan terlihat di berbagai negara, dari Asia hingga Amerika. REUTERS/Victor Medina
“Blood Moon” terlihat di atas Obelisk Mexicali saat gerhana bulan total di Mexicali. Warna merah pada Bulan muncul karena cahaya Matahari yang dibelokkan oleh atmosfer Bumi, meninggalkan spektrum merah yang menerangi permukaan Bulan. REUTERS/Victor Medina
Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. “Blood Moon” terbit di atas pintu utama La Chinesca, kawasan Chinatown bersejarah, eclipse di Mexicali, Meksiko (3/3/2026). REUTERS/Victor Medina
“Blood Moon” terlihat selama gerhana bulan total di Quezon City, Metro Manila, Filipina. Fenomena ini hanya terjadi saat fase bulan purnama ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. REUTERS/Noel Celis.
Bulan terlihat selama gerhana bulan total di Panchimalco, El Salvador. Gerhana bulan total dengan karakteristik seperti peristiwa 3 Maret 2026 tidak akan terjadi lagi hingga akhir tahun 2028-2029. REUTERS/Jose Cabezas
“Blood Moon” terlihat melalui cabang pohon yang dihiasi lentera merah saat gerhana bulan total di Beijing, China. Peristiwa astronomi ini dapat diamati dengan aman menggunakan mata telanjang tanpa perlindungan khusus. REUTERS/Maxim Shemetov
“Blood Moon” terbit di langit Ciudad Juarez, Meksiko, selama gerhana bulan total. Fase totalitas pada peristiwa ini berlangsung sekitar 58 menit ketika Bulan tampak berwarna merah tembaga. REUTERS/Jose Luis Gonzalez
“Blood Moon” terlihat di atas Obelisk Mexicali saat gerhana bulan total di Mexicali. Warna merah pada Bulan muncul karena cahaya Matahari yang dibelokkan oleh atmosfer Bumi, meninggalkan spektrum merah yang menerangi permukaan Bulan. REUTERS/Victor Medina