Pulau Ular yang Misterius, Nekat Datang Taruhannya Nyawa!

Pulau Ular di Brasil

Pulau Ular atau Snake Island di Brasil. Sesuai namanya, pulau ini memang penuh dengan ular. Foto: Marinha do Brasil via IFL Science

Pulau ular di Brasil

Pulau kecil berhutan di lepas pantai Brasil itu dipenuhi ribuan ular berbisa yang bisa tumbuh sampai 1,2 meter. Foto: Wikimedia Commons

Pulau ular di Brasil

Pulau ular luasnya 43 hektar, setara sekitar 80 lapangan sepak bola. Hutan hujan menyelimuti lebih dari separuh pulau, sisanya bebatuan tandus dan padang rumput. Foto: Skratch

Pulau ular di Brasil

Ular berbisa di sini jenisnya adalah kepala tombak emas atau golden lancehead pit (Bothrops insularis). Foto: Skratch

Pulau ular di Brasil

Saking berbisanya, angkatan laut Brasil menutup pulau itu untuk umum sejak tahun 1920-an. Foto: Skratch

Marinha do Brasil, Mercusuar di Pulau Ular.

Hanya sedikit orang pernah menghuni Pulau Ular hingga 1920-an untuk mengoperasikan mercusuar yang dibangun tahun 1909. Rumor setempat menyebutkan bahwa penjaga terakhir dan keluarganya meninggal karena gigitan ular yang menyelinap ke dalam rumah melalui jendela.

Pulau ular di Brasil

Pulau Ular dulu terhubung daratan, namun naiknya air laut menenggelamkan jembatan darat tersebut sekitar 10.000 tahun lalu. Itu menjebak populasi ular di pulau tersebut dan mereka cepat beradaptasi. Racunnya berevolusi membunuh spesies yang terperangkap bersama mereka, serta burung yang bermigrasi. Foto: Natgeo

Pulau ular di Brasil

Tak ada mamalia di Pulau Ular, jadi ular di sana tak punya predator alami. Penelitian menunjukkan racun mereka cepat bereaksi, bahkan lima kali lebih kuat dibanding spesies yang berkerabat dekat yang hidup di daratan, kemungkinan besar karena menangkap burung memerlukan pembunuhan yang cepat. Foto: Natgeo

Pulau ular di Brasil

Racunnya juga bekerja cepat pada manusia. Gigitannya menimbulkan gejala mulai dari nyeri lokal dan bengkak hingga mual, pendarahan usus, gagal ginjal, dan kematian jaringan. Foto: Wikimedia

Pulau ular di Brasil

Terkadang kapal dari aparat di Brasil berpatroli untuk mengawasi pulau itu dan memastikannya tidak dikunjungi manusia. Foto: Wikimedia

Pulau ular di Brasil

Pulau Ular dilindungi sebagai kawasan ekologis sejak tahun 1985. Hanya angkatan laut Brasil dan tim ilmuwan dengan izin khusus yang diizinkan mendatanginya. Foto: Wikimedia

Pulau ular di Brasil

Pemburu liar juga kadang datang ke pulau itu untuk menangkap ular dan mengambil racunnya, yang sangat berharga di pasar gelap. Para ilmuwan berpendapat jumlah ular ini berkurang sebagian karena perdagangan ilegal, tetapi juga karena penyakit dan perkawinan sedarah. Foto: Wikimedia

Pulau ular di Brasil

Para peneliti memperkirakan antara 2.000 dan 4.000 ular kepala tombak emas hidup di Pulau Ular. Dikutip detikINET dari Live Science, hewan ini belum ditemukan di tempat lain di dunia dan terdaftar sebagai spesies yang terancam punah. Foto: Wikimedia

Pulau Ular atau Snake Island di Brasil. Sesuai namanya, pulau ini memang penuh dengan ular. Foto: Marinha do Brasil via IFL Science
Pulau kecil berhutan di lepas pantai Brasil itu dipenuhi ribuan ular berbisa yang bisa tumbuh sampai 1,2 meter. Foto: Wikimedia Commons
Pulau ular luasnya 43 hektar, setara sekitar 80 lapangan sepak bola. Hutan hujan menyelimuti lebih dari separuh pulau, sisanya bebatuan tandus dan padang rumput. Foto: Skratch
Ular berbisa di sini jenisnya adalah kepala tombak emas atau golden lancehead pit (Bothrops insularis). Foto: Skratch
Saking berbisanya, angkatan laut Brasil menutup pulau itu untuk umum sejak tahun 1920-an. Foto: Skratch
Hanya sedikit orang pernah menghuni Pulau Ular hingga 1920-an untuk mengoperasikan mercusuar yang dibangun tahun 1909. Rumor setempat menyebutkan bahwa penjaga terakhir dan keluarganya meninggal karena gigitan ular yang menyelinap ke dalam rumah melalui jendela.
Pulau Ular dulu terhubung daratan, namun naiknya air laut menenggelamkan jembatan darat tersebut sekitar 10.000 tahun lalu. Itu menjebak populasi ular di pulau tersebut dan mereka cepat beradaptasi. Racunnya berevolusi membunuh spesies yang terperangkap bersama mereka, serta burung yang bermigrasi. Foto: Natgeo
Tak ada mamalia di Pulau Ular, jadi ular di sana tak punya predator alami. Penelitian menunjukkan racun mereka cepat bereaksi, bahkan lima kali lebih kuat dibanding spesies yang berkerabat dekat yang hidup di daratan, kemungkinan besar karena menangkap burung memerlukan pembunuhan yang cepat. Foto: Natgeo
Racunnya juga bekerja cepat pada manusia. Gigitannya menimbulkan gejala mulai dari nyeri lokal dan bengkak hingga mual, pendarahan usus, gagal ginjal, dan kematian jaringan. Foto: Wikimedia
Terkadang kapal dari aparat di Brasil berpatroli untuk mengawasi pulau itu dan memastikannya tidak dikunjungi manusia. Foto: Wikimedia
Pulau Ular dilindungi sebagai kawasan ekologis sejak tahun 1985. Hanya angkatan laut Brasil dan tim ilmuwan dengan izin khusus yang diizinkan mendatanginya. Foto: Wikimedia
Pemburu liar juga kadang datang ke pulau itu untuk menangkap ular dan mengambil racunnya, yang sangat berharga di pasar gelap. Para ilmuwan berpendapat jumlah ular ini berkurang sebagian karena perdagangan ilegal, tetapi juga karena penyakit dan perkawinan sedarah. Foto: Wikimedia
Para peneliti memperkirakan antara 2.000 dan 4.000 ular kepala tombak emas hidup di Pulau Ular. Dikutip detikINET dari Live Science, hewan ini belum ditemukan di tempat lain di dunia dan terdaftar sebagai spesies yang terancam punah. Foto: Wikimedia